Connect with us

HEADLINE

Mantan Dirut PD Baramarta Ditahan, Diduga Korupsi Rp 9,2 Miliar

Diterbitkan

pada

Teguh Imanullah, saat masih menjabat Dirut PD Baramarta. Foto: dok.kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Diduga menyalahgunakan dana kas keuangan selama menjabat Direktur Umum (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Baramarta sejak tahun 2017 hingga 2020, mantan Dirut PD Baramarta harus menghadapi sidang di meja hijau.

Mantan Dirut PD Baramarta Teguh Imanullah resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan atas dugaan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian negara sebesar 9,2 miliar, Kamis (18/2/2021).

TI ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi, setelah Kejati Kalsel melalui Bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) melakukan proses penyidikan, pemeriksaan saksi hingga mengumpulkan barang bukti yang dimulai pada 1 Februari 2021.

“Maka pada hari ini Kamis, 18 Februari 2021, kami menetapkan TI sebagai tersangka,” ujar Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalsel, Dwiyanto Prihartono SH MH didampingi Kasi Penkum Makhpujat SH kepada awak media di kantor Kejati Kalsel.



 

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Dwiyanto, pihaknya menawarkan pendampingan hukum dalam menjalani proses penyidikan TI , namun kata Dwiyanto, tersangka lebih memilih menggunakan pengacara yang ditunjuk sendiri.

“Dengan demikian, tersangka TI kita tahan terhitung mulai hari ini sampai 20 hari ke depan,” ucapnya.

Tersangka diduga menyalahgunakan dana kas keuangan selama menjabat sebagai Dirut PD Baramarta sejak tahun 2017 hingga 2020. Sehingga daerah mengalami kerugian senilai Rp 9,2 miliar.

Atas perbuatan dugaan itu, Jaksa Tindak Pidana Khusus Kejati Kalsel, TI harus mendekam di dalam sel tahanan Lapas Teluk Dalam Banjarmasin.

Sebelumnya Kejari Kalsel intens menyidik dua kasus perkara yaitu dugaan korupsi di PT Kodja Bahari Banjarmasin dan PD Baramarta.

Saat ini bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati Kalsel, tengah bekerja memperdalam data dan saksi-saksi dari masing-masing perusahaan guna menentukan kerugian negara.

Sekadar diketahaui, perusahaan plat merah milik Pemkab Banjar ini dianggap tak bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar kemudian memberhentikan Direktur Utama (Dirut) PD Baramarta Teguh Imanullah.

PD Baramarta merupakan perusahaan milik daerah yang bergerak pada bidang pertambangan, dimana Pemkab Banjar sebagai pemilik saham perusahaan. Melalui Bupati Banjar H Khalilulrahman secara resmi mengeluarkan surat keputusan tidak melanjutkan jabatan Dirut PD Baramarta Teguh Imanullah pada Rabu 16 September 2020 silam.

Hasil evalusai standar kinerja yang tidak bisa dipenuhi itulah, membuat Bupati Banjar memutuskan untuk tidak memperpanjang dan mengganti pejabat Dirut PD Baramarta.

Lantaran tidak mampu memenuhi target setoran pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2019 sebesar Rp 4,4 milliar, serta persoalan lainnya membuat Teguh Imanullah diberhentikan.

Jabatan Dirut PD Baramarta tidak diperpanjang, untuk menempati posisi yang kosong sesuai dengan ketentuan, maka tugas direktur utama dilaksanakan oleh salah satu dari Dewan Pengawas PD Baramarta. Dari tiga orang Dewan Pengawas, Bupati Banjar di penghujung masa jabatan akhirnya menunjuk Agus Rahman sebagai direktur utama saat ini. (kanalkalimantan.com/tim)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

HEADLINE

Takzim ke Pendahulu, Aditya-Wartono Ziarah ke Makam Van Der Pijl dan Nadjmi Adhani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Minta Ada Penanda di Makam Van Der Pijl


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Aditya dan Wakil Wali Kota Wartono ziarah ke makam Bapak Pembangunan Kota Banjarbaru Van Der Pijl di kawasan permakaman Pulau Beruang Mekatani Jalan A Yani Km 29, Sabtu (27/2/2021). Foto : Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Mengawali hari pertama setelah resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin dan Wartono menunjukan bentuk perhormatan terhadap dua tokoh pendahulu di Kota Banjarbaru.

Sabtu (27/2/2021) pagi, Aditya-Wartono mengunjungi makam Van Der Pijl, asitektur awal atau dikenal sebagai Bapak Pembangunan Kota Banjarbaru. Termasuk berziarah ke makam Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani.

Di makam Van Der Pijl yang terletak di Taman Pemakaman CTN Pulau Beruang jalan A Yani Km 29, selain tabur bunga sebagai bentuk penghormatan, Aditya-Wartono juga berkomitmen untuk lebih memperhatikan keberadaan makam tersebut. Terlebih, Van Der Pijl merupakan tokoh besar yang sangat berjasa dalam rancang bangun awal pembangunan Kota Banjarbaru.

“Saya yakin, banyak yang belum tahu bahwa makam pak Van Der Pijl ada di Km 29 ini,” ujar Aditya, sapaan pendek Wali Kota Banjarbaru.



Ziarah ke makam Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani. Foto : Rico

Oleh karena itu, lanjutnya, melalui dinas terkait, ia meminta dibuatkan semacam penanda keberadaan makam tersebut.

“Beliau adalah tokoh besar yang sangat berjasa terhadap Banjarbaru. Melalui dinas terkait, kami meminta dibuatkan penanda nantinya,” cetus Aditya.

Tahap awal, lanjut Wali Kota yang akan menginjak usia 37 tahun pada Maret nanti itu, juga meminta dibuatkan semacam papan nama besar bahwa di kawasan makam Van Der Pijl. “Nanti kita tuliskan biografi pendek beliau di sana. Tentu, ini juga akan kami komunikasikan dengan pihak keluarga dan pengelola makam,” sambung Aditya.

Selesai di makam Van Der Pijl, rombongan Aditya-Wartono kemudian berlanjut berziarah ke makam Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani, di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin.

Di makam Wali Kota Banjarbaru periode 2016-2021 ini, rombongan turut didampingi Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman, Anggota DPRD Kota Banjarbaru HM Subakhi, serta Camat dan Lurah juga menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan. Rombongan pun mendo’akan almarhum agar senantiasa diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT.

“Kami sengaja mengawali hari ini dengan berziarah ke makam pendahulu. Insyaallah, mudah-mudahan beliau diberikan ketenangan dan tempat sebaik-baiknya. Dan Insyaallah, kami juga bermohon agar bisa meneruskan cita-cita dan harapan para pendahulu untuk Banjarbaru kita tercinta,” ungkap Aditya didampingi Wartono.

Sementara itu, ziarah pasangan Aditya-Wartono ini disambut hangat pihak keluarga. Baik keluarga Van Der Pijl, maupun keluarga H Nadjmi Adhani.

“Minta tolong sampaikan ke beliau (Aditya-Wartono), terima kasih atas perhatian beliau,” pesan Hj Ririen Kartika Rini, istri H Nadjmi Adhani melalui salah satu perwakilan keluarga.

Hal senada disampaikan keluarga Van Der Pijl, melalui sang cucu dr Maria Van Der Pijl. “Mohon maaf ayah dan ibu tidak bisa mendampingi langsung disebabkan kondisi kesehatan dan usia beliau. Beliau menyampaikan salam dan terima kasih,” ungkap puteri dari salah satu anak Van Der Pijl, Marijke Elizabeth tersebut. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Sehari Pasca Dilantik Aditya-Wartono Cek Pasar Bauntung

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Wali Kota Aditya: Pak Kadis, Tolong Buatkan Kotak Saran


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wali Kota Aditya saat menemui pedagang di Pasar Bauntung yang baru diresmikan, Sabtu (27/2/2021). Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Selang sehari pasca dilantik, pasangan Wali kota-Wakil Wali kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin dan Wartono langsung tancap gas.

Sabtu (27/2/2021) akhir pekan, duet pemimpin baru Kota Banjarbaru melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Bauntung Banjarbaru di Jalan RO Ulin, Loktabat Selatan.

Aditya-Wartono langsung mendengarkan dan menyerap aspirasi para pedagang. Bahkan, sejumlah keinginan yang disampaikan pedagang langsung direspon cepat.

Sebagaimana diketahui Pasar Bauntung mulai resmi beroperasional pada 16 Februari 2021 kemarin. Bersamaan dengan itu, sampai saat ini relokasi para pedagang ke lokasi bangunan yang baru masih berlangsung.



 

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru sendiri memberi tenggat waktu hingga 28 Februari 2021 sebagai batas akhir dari seluruh proses relokasi para pedagang.

Sekaligus hari terakhir dimana Pasar Bauntung yang lama di Jalan A Yani Km 34 ditutup dan tidak boleh ada operasinal lagi.

“Pak Kadis, tolong buatkan kotak saran,” pinta Wali kota Aditya kepada Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru Abdul Basit yang ikut mendampingi.

Permintaan Wali kota tersebut merespon harapan pedagang yang menginginkan ada cara untuk berkeluh kesah, atau menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Terutama berkaitan dengan pasar itu sendiri.

“Dengan kotak saran itu, nanti pedagang atau pengunjung bisa menulis semacam surat. Boleh memberi komentar, saran, atau masukan terkait pasar,” ungkap Wali kota.

Kepada para pedagang dan pengunjung, Wali kota dan Wakil Wali kota juga bertanya kondisi pasar yang baru. Pedagang dan pengunjung mengaku lebih nyaman, sekalipun kondisi saat ini masih sepi pembeli.

Menanggapi pernyataan itu, Aditya dan Wartono berjanji mengupayakan solusi terbaik. “Insyaallah, kita upayakan solusi terbaik. Terbaik untuk semua. Untuk pedagang, untuk pemerintah, terkhusus lagi untuk seluruh masyarakat Banjarbaru,” kata Ovie -panggilan akrab Aditya-.

Sementara itu, Helman, warga Jalan Pandu Banjarbaru yang sedang bebelanja di pasar, mengaku senang dengan keberadaan pasar baru ini.

“Pasarnya bagus. Bersih. Tempatnya juga nyaman. Teduh karena beratap penuh,” kata Helman. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->