Connect with us

Kota Banjarmasin

Mahasiswa Beri Kado ‘Nisan’ ke DPRD Kalsel sebagai Simbol Matinya Demokrasi

Diterbitkan

pada

Mahasiswa memebrikan kado nisan kepada anggota DPRD kalsel Foto : mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Mahasiswa Kalsel memberikan kado tiga nisan kepada DPRD Kalsel dalam aksi demo di depan gedung dewan provinsi, Kamis (26/9). Kado nisan tersebut sebagai simbol telah matinya demokrasi dengan terbitnya UU KPK serta RUU kontroversial yang digodok dewan.

Korlap aksi Ghulam Reza mengatakan, nisan bertuliskan ‘matinya demokrasi Kalsel’ tersebut ditujukan kepada dewan yang dinilai kurang tanggap dalam menyerap aspirasi mahasiswa.

“Ini kado sekaligus sebagai simbol  telah matinya demokrasi,” tegasnya di tengah massa aksi.

Nisan tersebut diterima perwakilan dewan yang menemui mahasiswa di depan gedung DPRD Kalsel.



Sebelumnya, siang tadi demo sempat ricuh. Kembali terjadi dorongan dan para mahasiswa sudah mulai mengeluarkan kata-kata seperti ‘DPRD goblok’ dan juga terjadi lemparan-lemparan botol air moneral bekas ke arah aparat dari pihak massa aksi.

Hingga saat ini kondisi masih semi kondusi akibat beberapa mahasiswa mulai tidak sabar untuk masuk tapi terhalang terus oleh para anggota dewan dan pihak kepolosian masih terus melakukan negosiasi.

Sementara, pukul 13.00 WITA para anggota dewan kembali lagi menghadapi mahasiswa. Sebelumnya sudah dua kali anggota dewan bolak balik menghadapi massa aksi.  Salah satu anggota dewan, M Syariffudin mengatakan mereka juga menolak apa yang ditolak oleh para mahasiswa dalam tuntutannya. “Kalau perlu, kita pergi bersama mengantar aspirasi ini ke Jakarta,” tegasnya.

Senada, M Lufti Saifuddin menyampaikan bahwa pihaknya sudah menghubungi perwakilan Kalsel di DPR RI dan berjanji untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa. “Saat itu cuma ini yang bisa kami sampaikan. Beri kami waktu. Kami tidak punya wewenang. Kalau pun ada, sekarang pun kami bisa hapus yang kalian tuntut,” ucapnya.

Sementara itu tanggapan para anggota dewan ini ditanggapi oleh para mahasiswa hanya sebagai pembacaan puisi. Mereka mengatakan bahwa anggota dewan cuma bisa berjanji dan tidak pernah menjalankan apa-apa. (mario/fikri)

Reporter : Mario
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->