Connect with us

Kanal

Lima Fraksi DPRD HSU Sambut Baik Empat Raperda Baru 2018

Diterbitkan

pada

Fraksi di DPRD HSU menyambut baik empat Raperda yang diajukan Pemkab Foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

AMUNTAI, Lima fraksi di DPRD Hulu Sungai Utara (HSU) menyambut baik tentang empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tahun 2018 yang sebelumnya diusulkan oleh pemerintah daerah Kabupaten HSU. Hal tersebut disampaikan satu persatu oleh masing-masing 5 fraksi dalam rapat paripurna yang digelar di Aula DPRD, Senin (24/9) siang.

Salah satu Raperda yang disambut positif yaitu Raperda tentang Pendirian Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio dan Televisi Amuntai milik Pemkab. Hal ini seperti disampaikan H. Asrani, sebagai juru bicara fraksi PPP yang mengatakan Raperda tersebut sangat penting sebagai sarana komunikasi audio visual yang efektif. Terutama dalam rangka menyampaikan pelaksanaan pembangunan maupun pelaksanaan pemerintahan kepada masyarakat.

“Namun mengenai pendirian radio suara agung mantap kiranya perlu di evaluasi serta survei kembali efektivitasnya mayoritas masyarakat HSU lebih banyak mengikuti siaran televisi ketimbang mendengarkan radio,” jelasnya.

Rapat paripurna kali ini adalah lanjutan rapat paripurna yang sebelumnya disampaikan oleh Wakil Bupati HSU pada tanggal 17 september 2018 tentang penyampaian 4 (empat) Rancangan Peraturan Daerah Tahun 2018 meliputi :  Pertama, Raperda tentang pendirian lembaga penyiaran publik lokal radio dan televisi Amuntai. Kedua, ‎Raperda tentang retribusi pemakaian lembaga penyiaran publik lokal televisi. Lalu ada ‎Raperda tentang ketertiban umum dan kententraman masyarakat. Dan terakhir, Raperda tentang penyidik pegawai negeri sipil dilingkungan Pemkab HSU.



Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua DPRD HSU Syahrujani ini didampingi Wakil Ketua I Mawardi, dan Wakil Ketua II Faturrahim juga dihadiri oleh Wakil Bupati H Husairi Abdi Lc, pejabat Forkopimda di lingkungan Pemkab HSU, LSM, mahasiswa, serta tokoh masyarakat.(dew)

Reporter: Dew
Editor: Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kanal

2 Kecamatan di Batola Mulai Tergenangi Banjir

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Sebanyak dua Kecamatan di Kabupaten Barito Kuala mulai dapat kiriman banjir dari Kabupaten Banjar. Tidak hanya merendam sebagian jalan, banjir dengan ketinggian yang berpariasi juga hampir merendam puluhan rumah di Kecamatan Mandastana.

“Banjar sudah menjalar di dua Kecamatan seperti Mandastana dan Kecamatan Jejangkit, tingginya curah hujan yang turun di Batola ditambah kiriman air dari Kab. Banjar menjadi penyebabnya,”kata Sumarno Kepala BPBD Batola.

Sementara itu BPBD Batola mencatat banjir di Batola ini sudah ada yang setinggi mata kaki orang dewasa, kendati demikian banjir sendiri dipredikis akan semakin meningkat dalam beberapa pekan kedepan.

“Puncak hujan terjadi pada rabu malam kemarin, namun demikian warga masih bertahan dirumah sembari berharap bajir segera surut,”katanya.



BPBD Batola juga sudah mendirikan posko pengungsian yang berlokasi di tikungan S Kecamatan Mandastana, yang mana di Posko ini, sudah mulai menerima berbagai kebutuhan bantuan yang dikirimkan oleh para relawan.(kanalkalimantan.com/rdy)

 

Reporter : rdy
Editor : rdy

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kanal

Bupati Batola Raih Anugerah Dwija Praja Nugraha

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2020 memberi makna tersendiri bagi Bupati Barito Kuala (Batola) Hj Noormiliyani AS. Pasalnya di puncak peringatan yang digelar secara virtual, Sabtu (28/11/2020), ia mendapatkan anugerah Dwija Praja Nugraha.

Penghargaan diberikan kepada kepala daerah wanita satu-satunya di Kalsel ini karena dinilai memiliki perhatian dan komitmen sangat tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru serta PGRI.

Anugerah diberikan berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi yang dilakukan Pengurus Besar PGRI dan berdasarkan usulan dari Pengurus PGRI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) serta Kabupaten Barito Kuala.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan terutama bagi PGRI Batola dan Provinsi yang telah mengusulkan sehingga tahun 2020 ini kita juga mendapatkan kesempatan,” ucapnya usai mengikuti upacara secara virtual di ruang Monitoring Center Setara Network, Diskominfo Batola.
Noormiliyani mengharapkan, anugerah yang diraih di samping semakin membawa kebaikan terhadap dunia pendidikan serta lebih memotivasi para pengajar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.



“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi tapi juga buat guru-guru pengajar terutama yang berada di daerah terpencil,” paparnya sembari mengharapkan kesadaran para pengajar bahwa guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batola, Sumarji menyatakan, terlepas adanya usulan PGRI Batola dan Provinsi Kalsel, penghargaan yang diberikan kepada Bupati Hj Noormiliyani AS sangat layak karena memiliki kepedulian terhadap kompentensi dan kesejahteraan guru.
Karena itu, sebutnya, selaku masyarakat Barito Kuala sudah sepatutnya bersyukur dan berterima kasih atas anugerah Dwija Praja Nugraha yang satu-satunya diterima kepala daerah di Kalsel.

Ketua PGRI Batola Rusmin menerangkan, anugerah Dwipa Praja Nugraha diberikan kepada kepala daerah tidak terlepas dari berbagai ketentuan indikator seperti tingginya komitmen dan perhatian yang diberikan terhadap kemajuan dunia pendidikan.
Bentuk perhatian tersebut seperti memberikan semacam layanan, bantuan, serta kebutuhan anggaran yang cukup banyak. Di samping juga peduli terhadap kesejahteraan guru terutama yang non PNS, termasuk fasilitas yang diperlukan.

“Terkait fasilitas ini di Batola kita ada mendapatkan hibah gedung, tanah PGRI, rencana diberikannya mobil operasional PGRI, dan lain-lain,” katanya.
Menyangkut anugerah yang diberikan kepala Bupati Batola, Ketua PGRI Batola itu menerangkan, awalnya PB PGRI Provinsi menawarkan ke setiap daerah setelah itu dilakukan seleksi dan penyaringan untuk diambil yang paling memenuhi standar ketentuan sehingga terpilihlah Kabupaten Batola.

Mengingat, lanjut, setiap provinsi hanya diperbolehnya menyampaikan usulan ke PB PGRI Pusat hanya 1 daerah perwakilan. Sedangkan bagi Provinsi Kalsel diwakili Batola.(kanalkalimantan.com/rdy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->