Connect with us

Politik

Laskar Berkarya Kalsel Tuntut Ahmad Basarah Minta Maaf

Diterbitkan

pada

Bendahara Laskar Berkarya DPW Kalsel Agus Rusmalianoor Foto : Arief Rahman

BANJARMASIN, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kabupaten Tanah Bumbu Agus Rusmalianoor menegaskan, Laskar berkarya se-Indonesia bersama Dewan Pembina sangat menjunjung tinggi sosok Soeharto.

Karena itulah saat adanya pernyataan kontroversi Ahmad Basarah, Jubir tim kampanye nasional Jokowi-MA yang mengatakan ke media publik bahwa Soeharto merupakan sosok koruptor dan “Guru Korupsi” di Indonesia, pihaknya menuntut yang bersangkutan untuk melakukan permintaan maaf ke publik atas pernyataannya tersebut.

“Bapak Soeharto sebagaimana yang kita ketahui adalah tokoh yang dihormati, Bapak Pembangunan dan pernah menjadi orang nomor satu di Republik ini pada eranya. Kami bersama DPD Laskar Berkarya lainnya telah membentuk Tim Hukum untuk menunut permintaan maaf Ahmad Basarah. Ini perlu ditindak hukum baik secara pidana mau pun perdata atas ujaran kebencian dan fitnah,” ungkap Bendahara Laskar Berkarya Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kalsel, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, Ahmad Basarah wajib meminta maaf secara terbuka di hadapan seluruh keluarga Cendana dan keluarga besar Partai Berkarya serta Laskar Berkarya seluruh Indonesia. Dirinya melanjutkan ketegaskan itu sudah disepakati seluruh DPD dan DPC se-Indonesia yang telah dirembukkan secara jernih tentang sikap yang tak elok dari seorang Jubir TKN Capres-Cawapres.

Pernyataan Ahmad Basarah tersebut tercetus pada Rabu (28/11/2018) lalu, usai menghadiri Megawati Institute di Menteng, Jakarta. Ucapan itu membuat DPP Laskar Berkarya geram dan meminta sesegera mungkin agar Ahmad Basarah mencabut pernyataan yang tak layak dilempar ke publik tersebut.

“Kita sebagai anak bangsa wajib kiranya menjunjung tinggi harkat dan martabat pemimpin negara. Ini demi Indonesia yang lebih baik. Soal etika dan moral di media. Tidak asal bicara dan memberikan pernyataan, memvonis Bapak Pembangunan dengan sebutan Guru Korupsi. Ini perbuatan tercela,” tegasnya. (arief)

Reporter : Arief
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!