Connect with us

HEADLINE

Krisis Guru di Kota Pendidikan

Diterbitkan

pada

BANJARBARU, Menyandang predikat sebagai kota pendidikan, nyatanya Banjarbaru masih mengalami krisis guru. Pada tahun 2017 ini pun belum ada agenda untuk melakukan perekrutan, meskipun ada 330 kursi kosong untuk guru SD dan SMP dari berbagai bidang. Akibatnya, banyak sekolah terpaksa melebur kelasnya!

Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Edy Yuana Pribadi, berdalih kekurangan guru tidak hanya terjadi di Banjarbaru saja. Tapi di seluruh Indonesia memang terjadi krisis guru. Sementara guru-guru yang sudah memasuki masa pensiun, tidak mungkin diminta untuk terus mengajar. “Tapi pemerintah memberikan bantuan melalui dana BOS, walaupun hanya 15 persen dari total dana yang ada,” lugasnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pembinaan Pendidik Tenaga Kependidikan (PPTK) Kusnadi mengakui kalau tahun 2017 belum ada perekrutan untuk guru pengajar. Cara yang dilakukan saat ini sementara bersifat tambal sulam. Artinya, sementara waktu guru honorer yang sudah ada akan dimutasikan ke tempat yang memang kekurangan guru pengajar. “Seperti di SDN 1 Guntung Payung masih kekurangan 5 orang guru, tapi kami pihak Dinas Pendidikan akan segera memutasikan guru honorer ke tempat yang memang wajib dipenuhi tenaga pengajar,” jelasnya.

Berdasarkan data PPTK Disdikbud Banjarbaru tanggal 20 September 2017, total guru pengajar Sekolah Dasar ada sebanyak 850 orang dari 79 SD di Banjarbaru. Data tersebut meliputi 67 SD negeri dan 12 SD swasta.

Di sejumlah sekolah tersebut, masih banyak tenaga pengajar yang belum terpenuhi. Data kekurangan guru di seluruh Banjarbaru di antaranya; guru kelas sekitar 186 orang, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) ada 47 orang, dan Guru Penjaskes ada 50 orang. (Baca: Kurang Guru, Siswa Bergabung di Kelas 2).

Saat ini, beberapa sekolah yang menjadi fokus bagi Disdikbud antara lain SDN 1 Kemuning, yang kekurangan 2 guru yakni guru penjaskes dan guru kelas. Lalu, SDN 1 Landasan Ulin Tengah masih kurang 4 orang guru, 2 guru PAI, 1 guru penjaskes dan 1 guru kelas.

Begitu juga di SDN 1 Guntung Payung kekurangan 5 orang guru, I guru PAI, 2 guru penjaskes dan 2 guru kelas. Dan yang terakhir SDN Landasan Ulin Selatan kekurangan 5 orang guru, 1 guru PAI dan 4 guru kelas.

Hal yang sama juga terjadi di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saat ini ada sebanyak 448 guru pengajar dari 29 sekolah lanjutan. Dari jumlah itu, terdapat 10 sekolah MTS dan 19 sekolah negeri. Tapi posisinya juga tak jauh beda dengan yang di SD.

Beberapa sekolah seperti SMPN 2 Banjarbaru yang kekurangan guru Bahasa Indonesia sebanyak 2 orang dan kekurangan guru Bimbingan Konseling (BK) sebanyak 3 orang. Selanjutnya, SMPN 1 Banjarbaru kekurangan guru seni sebanyak 3 orang.

Keseluruhan, kekurangan guru di seluruh SMPN kota Banjarbaru sebanyak 47 orang, di antaranya, guru bahasa Indonesia 9 orang, guru seni ada 20 orang, dan yang terakhir kekurangan guru BK ada 19 orang.***

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca
Advertisement
Komentar
-->