Connect with us

HEADLINE

Kerja Keras Relawan Menjaga Acara Haul ke-14 Guru Sekumpul Aman dari Politik

Diterbitkan

pada

Panitia haul berharap tidak ada parpol maupun tim sukses capres yang menggunakan momen tersebut untuk kampanye politik. Foto: net

MARTAPURA, Musim politik jelang Pemilu 2019 menyebabkan Relawan Haul ke-14 Guru Sekumpul bekerja ekstra. Terutama untuk menjaga agar pelaksanaan acara haul agar tidak dicampuri urusan di luar ibadah serta penghormatan dan memuliakan Al Alim Al Alamah Al Arif Billah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani.

Hal ini ditegaskan, lantaran ramainya beredar kabar akan datangnya capres baik Joko Widodo, yang saat ini juga menjabat sebagai Presiden RI, dan capres Prabowo Subianto pada acara haul yang dilaksanakan Minggu (10/3) nanti. Sebab hingga kemarin malam, Relawan Haul Guru Sekumpul 2019 belum menerima pemberitahuan resmi, akan kedatangan masing-masing capres.

Koordinator Relawan Haul Guru Sekumpul H Abdel Rahman menegaskan, pihaknya juga secera resmi tak pernah membuat undangan kepada siapa pun. Termasuk Capres dan Cawapres entah Jokowi maupun Prabowo.  Seperti haul-haul sebelumnya, pihaknya tidak mengeluarkan undangan dan hanya mengeluarkan pengumuman yang sifatnya pemberitahuan kegiatan haul secara umum.

“Acara haul akan dihadiri jutaan jamaah dari berbagai daerah. Jadi silakan jika mau hadir hanya saja tentu melepas atribut partai politik ataupun sebagai capres dan cawapres. Karena memang kami sudah jauh-jauh hari mewanti-wanti, Haul Guru Sekumpul tidak ada unsur politik, melainkan murni haul,” tegasnya.

Menurut H Abdel, pihaknya juga sudah bekoordinasi dengan Bawaslu yang melarang radius empat kilometer dari tempat pelaksanaan Haul ke-14 bebas dari Alat Peraga Kampanye (APK). Kalaupun ada maka dihimbau untuk dilepas sementara atau ditutup agar tak terlihat jamaah.

Ia juga menghimbau kesadaran dari para caleg atau politisi agar tidak memanfaatkan Haul ke-14 Guru Sekumpul sebagai moment untuk bersosialiasi politik. Dicontohkannya misalkan membagikan pin caleg, brosur caleg atau sejenisnya diacara Haul maka dilarang keras. “Sesuai koordinasi kami dengan Bawaslu, jika relawan ada menemukan maka akan melaporkan dan menyerahkan prosesnya ke Bawaslu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Banjar kembali peringatkan Alat Peraga Kampanye (APK) yang berada di kawasan Haul Sekumpul segera dilepas atau dipindahkan sementara. “Berdasarkan kesepakatan kami bersama saat rapat di Kesbangpol, sterilisasi APK mulai 1 Maret di kawasan Sekumpul hingga radius 4 K dari titik utama,” ujar Muhammad Syahrial Fitri, Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran, Bawaslu Kabupaten Banjar.

Sejauh 1 Km di kawasan Sekumpul, menurut Syahrial, sudah bersih dark APK. Namun dalam radius 2-4 Km masih ditemukan beberapa APK. Sehingga Bawaslu harus mendorong secara insentif dan persuasif kepada caleg dan partai politik memindahkan alat peraga kampanye tersebut.

Beberapa APK langsung diinventarisir Bawaslu Banjar dan langsung disampaikan kepada parpol dan caleg bersangkutan via telepon untuk segera dilepas. “Jadi kami sampaikan kepada parpol dan caleg untuk menurunkan sementara. Ada yang menutupnya dengan kain. Untuk sanksi, dalam hal ini, akan ada sanksi moral kepada caleg tersebut,” terangnya.

Karena, selain banyaknya yang akan berhadir bahkan hingga luar Kalsel, kegiatan keagamaan tersebut jangan sampai dicemari politik.

Bawaslu Banjar juga mengimbau ketika saat pelaksanaan Haul ke-14 nanti ditemukan dugaan kampanye terselubung caleg, masyarakat diminta melaporkan kepada pihaknya. “Tentu saja dalam proses laporan, tidak serta merta menyatakan atau memvonis lebih dulu. Ada mekanismenya. Oleh sebab itu saksi dan alat bukti sebagaimana ketentuan 184 KUHAP itu harus dipenuhi terlebih dahulu,” bebernya. (rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
-->