Connect with us

Kota Banjarmasin

Insiden HP Terlempar, Puluhan Ojek Online Datangi Kadishub Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Puluhan ojek online mendatangi Kadishub terkait insiden razia hingga HP yang terlempar Foto: mario

BANJARMASIN, Halaman Pemko Banjarmasin tiba-tiba didatangi puluhan orang berjaket hijau. Mereka adalah para ojek online yang datang untuk meminta pertangungjawaban kepada Kadishub Kota Banjarmasin Ichwan Noor Chalik atas perilaku anggotanya yang tidak menyenangkan.

Usai menghadiri penandatanganan perjanjian kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah di aula Kayuh Baimbai, Kadishub ini langsung dikelilingi para pengendara ojek online. Kisah bermula, ketika salah satu pengendaran ojek online, Septian Pratama, sedang bersantai di Wi-Fi ID pal 3,5, Banjarmasin. Ketika itu, Septian memarkir sepeda motornya di trotoar. Tentu pihak Dishub yang sedang bekerja harus menindak tegas atas perintah Ichwan Noor Chalik.

Ketika motornya diangkut dan akan dirazia, Septian langsung terpancing emosi. Sempat berargumen seasaat, tiba-tiba salah satu pengemudi online lainnya datang dan merekam kejadian tersebut. Lalu pihak Dishub melarang perekaman tersebut dan sempat terjadi tarik menarik handphone antara petugas dan pengendara ojek online yang kemudian membuat handphone terlempar dan layarnya retak.

Setelah itu para pengendara mendapat arahan untuk mendatangi Kadishub yang sedang berada kantor walikota.  Sesampainya di halamam kantor Walikota, para ojek online ini langsung mengadu kepada Kadishub. Meski Septian mengakui ia salah, mereka tetap menuntut agar handphone kerabat mereka yang retak diganti.

“Iya saya salah, tapi kami tidak terima dan tidak suka perlakuan aparat. Harusnya mereka lebih bisa menaham emosi daripada kami,” ucap Septian kepada Ichwan.

Meski sempat adu mulut dan saling tunjuk antara para pengendara dan aparat Dishub, akhirnya tuntutan tersebut berakhir damai. Kadishub bertanggung jawab langsung atas nama pribadi untuk mengganti layar handphone yang retak tersebut sebesar Rp 500 ribu. Sementara kendaraan Scoopy hitam milik Septian tetap dirazia dan bisa diambil di kantor Dishub Banjarmasin.

Ichawan menyampaikan, ia menerima laporan terjadi keributan atas penindadakan razia dia jalan Ahmad Yani. “Itu memang arahan saya. Siapapun yang parkir di atas trotoar harus ditindak. Kemaren-kemaren (kendaraan yang parkir di trotoar) sudah sering dibocori. Makanya saya bilang harus ditindak tegas. Trotoar utk pejalan kaki, bulan kendaraan. Tidak boleh ada penghambatan” jelas Kadishub Kota Banjarmasin ini. (mario)

Reporter:Mario
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
-->