Connect with us

Kota Banjarbaru

Diguyur Hujan Lebat, Jalan A Yani Banjarbaru Berubah Menjadi “Sungai”

Diterbitkan

pada

Banjir yang sempat melanda kawasan JL A yani Banjarbaru. Foto : net

BANJARBARU, Hujan lebat yang berlangsung selama beberapa jam di Banjarbaru, Selasa (6/3) menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir. Sejumlah ruas Jalan A Yani Banjarbaru, terutama di KM 23 Landasan Ulin, dialiri air setinggi setengah meter. Tak ayal, banyak kendaraan mengalami mogok hingga menjadi penyebab kemacetan sepanjang 3 km dari lokasi.

Mengantisipasi kemacetan lebih parah, polisi di lokasi kejadian bersama masyarakat ikut membantu melakukan evakuasi. Anggota Satlantas Banjarbaru yang berada di lokasi turut membantu para pengguna jalan yang terjebak banjir. Mereka terlihat mendorong motor yang mogok untuk melewati jalan yang tergenang banjir.

“Karena mesin terendam air sehingga sudah puluhan kendaraan yang mogok hari ini saat mencoba melewati kedalaman air,” kata Agus, warga di lokasi yang ikut membantu melakukan evakuasi.

Tak hanya di kawasan KM 23, kemacetan akibat genangan air juga terjadi di depan bandara Syamsuddin Noor, Asrama Haji, Pasar Ulin Raya, hingga Villa Bungas. Hujan deras yang mengguyur hampir empat jam tadi menyebabkan saluran air di sepanjang jalan tak mampu lagi menampung curahan hujan.




Hal ini diperparah pembatas jalan yang ternyata menjadi penyebab air menggenang di salah satu sisi jalan. Sehingga tak ubahnya menjadi kolam panjang atau sungai dadakan.

Terkait hal ini, Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan mengatakan saat ini pemerintah masih dalam tahap perbaikan drainase. Meski memang sering terjadi genangan air saat hujan deras, air tersebut bertahan selama beberapa jam 1-2 jam kemudian terserap secara perlahan oleh drainase.

“Kalau beberapa waktu yang lalu kami melihat sampah yang menjadi dominan terjadinya banjir. Namun sekarang di lihat dari sisi drainase. Dan pemko ada diksusi dinas PU. Memang belum sempurna semua, pembenahan drainase saat ini secara proyek fisik sudah terlihat seperti pembangunan dan pembuatan embung-embung,” ujar Jaya.(devi)

Reporter : Devi
Editor : Chell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->