Politik
Digitroops: Hoaks Medsos Lebih Banyak Serang Jokowi
Berikut 7 Hoaks Terbesar yang Menyerang Jokowi
Lembaga riset politik Digitroops menyebut berita bohong alias hoaks di media sosial lebih banyak merugikan calon presiden inkumben, yakni Joko Widodo alias Jokowi. Menurut mereka dari sepuluh berita hoaks, tujuh di antaranya merugikan Jokowi.
“Ketika di-breakdown data yang paling banyak terdampak oleh hoaks adalah petahana,†tutur peneliti Digitroops, Yusep M Sofyan.
Kata dia, tujuh hoaks terbesar yang menyerang Jokowi adalah: Jokowi dianggap sebagai PKI; Jokowi akan hilangkan adzan; Jokowi dianggap anti Islam; Jokowi legalkan pernikahan sejenis; surat suara tercoblos untuk Jokowi; Jokowi tawarkan Bogor ke China, ‘Jokowi membiarkan Indonesia dibanjiri tenaga kerja asing’.
Dari ketujuh berita tersebut tiga diantaranya merupakan hoaks yang paling banyak dilihat dan diakses. Isu yang paling banyak tersiar di media sosial saat ini adalah tentang ‘Jokowi dituding sebagai Partai Komunis Indonesia (PKI)’. Sebanyak 76.778.491 akun di media sosial telah terpapar berita bohong ini, dan sebanyak 173.110.667 kali diakses.
Kedua yakni hoaks soal ‘Jokowi akan hilangkan adzan’ dilihat oleh 52.428.745 akun, diakses 98.229.910 kali. Ketiga, ‘Jokowi dianggap anti Islam’, dilihat 25.000.002 akun, diakses 28.386.156 kali.
Hoaks soal Jokowi dan PKI kata Yusep merupakan isu yang selalu dibicarakan. Menurut hasil pantauan mereka, isu ini selama 24 jam selalu diakses di atas 2.000 kali. Sementara isu lain, rata-rata hanya mencapai angka 1.000 kali diakses.
Survei ini mengkonfirmasi isu hoaks yang berkembang di media sosial selama kurun waktu Agustus 2018 – Maret 2019. Riset dilakukan dengan survei tatap muka, Focus Group Discussion, analisis media, dan wawancara mendalam.
Hasil riset Digitroops ini berbeda dengan perolehan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) yang dirilis pertengahan Maret lalu. Menurut Mafindo Prabowo lebih banyak terpapar hoaks ketimbang Jokowi. Namun waktu pengambilan sampel memang tak sama. Mafindo melakukan riset pada bulan Januari 2019.
Ketua Komite Penelitian dan Pengembangan Mafindo, Santi Indra Astuti, mengatakan berdasarkan temuan lembaganya sebanyak 21 hoaks menyerang Prabowo, dan 19 menyasar Joko Widodo atau Jokowi.
Santi menuturkan hoaks politik bisa mengambil isu apa saja. Selain dinamika politik, hoaks politik turut menggunakan isu agama, etnis, bahkan kesehatan. Di bulan ini, menurut Mafindo, hoaks yang menggunakan isu dinamika politik sebanyak 28 buah sementara yang memakai konten agama sejumlah 17 buah. Kedua calon presiden sama-sama menjadi korban. (tmp)
Editor : Kk
-
Budaya2 hari yang laluWakil HSU Raih Gelar Nanang Kalsel 2026
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPemkab Kapuas Evaluasi Pengelolaan Sanitasi dan Persampahan Kampung Percontohan Desa Basarang
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluKacang Tanah Komoditas Potensial, Kepala DPKP Kalsel Dukung Pengembangan di HSU
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluBupati Kapuas Terima Silaturahmi Manager PLN UP Kalselteng, Bahas Rencana Sewa PLTD 20 MW di Selat
-
Kabupaten Banjar17 jam yang laluRakor Jelang Kegiatan 5 Rajab di Sekumpul, Bupati Minta Peningkatkan Kualitas Pelayanan dan Perkuat Sinergi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara17 jam yang laluOperasi Patuh Intan 2026 Polres HSU Fokus Edukasi dan Penegakan Humanis



