Connect with us

ACT KALSEL

Datang ke Banua, Syekh Belal Jamil Ajak Peduli Palestina

Diterbitkan

pada

Para jamaah menyambut kedatangan Syekh Belal Jamil asal Palestina Foto: ACT

BANJARMASIN, Krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina tak jua usai. Tahun ini, menjadi tahun ke-52, di mana penyerangan masih terus dilakukan tentara Israel. Jutaan penduduk Palestina masih sangat membutuhkan bantuan pihak lain untuk bertahan hidup. Makanan, pakaian, air bersih, hingga jaminan kesehatan menjadi kebutuhan yang langka bagi mereka.

Berikhtiar untuk memaksimalkan kepedulian terhadap Palestina, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendatangkan Syeikh Belal Jamil Ahmed Mahmoud yang berasal dari Palestina ke Tanah Banua, Kalimantan Selatan. Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan (Kalsel) Arie Setiawan menjelaskan, kehadiran Syekh dari Palestina diharapkan mampu menjadi pengingat bagi masyarakat Kalsel tentang kepedihan yang masih dirasakan Palestina hingga hari ini.

“Beliau akan menceritakan langsung bagaimana perjuangan rakyat Palestina selama ini. Semoga ini bisa menggugah masyarakat Kalsel untuk terus peduli kepada saudara kita di Palestina,” terang Arie.

Syekh Belal Jamil Ahmed Mahmoud akan roadshow ke beberapa masjid dan pondok pesantren selama berada di Kalsel. Sejak Sabtu (23/2) hingga Senin (25/2), sudah ada lima tempat disambangi, yaitu Masjid Ar Rahmah, Masjid Istiqomah, Masjid Hilal Al Katir, Pondok Pesantren Darul Hijrah Putra, dan Masjid Ami Abdullah.

Dalam setiap kesempatan, Syekh Belal Jamil Ahmed Mahmoud menceritakan tentang bagaimana kondisi Palestina hari ini. “Yang paling kami butuhkan saat ini adalah makanan,” ujarnya.

Ia lalu menyampaikan terima kasih kepada para jemaah atas bantuan dari masyarakat Indonesia selama ini. “Bantulah kami dengan harta atau pun doa karena ketika kalian mengeluarkan harta untuk membantu saudara muslim di Palestina, itu berarti sama saja sedang berjihad seperti jihadnya warga Palestina melawan Zionis Israel,” lanjutnya.

Syekh Belal juga mengajak para jemaah untuk memuliakan Masjid Al Aqsa. “Masjid Al Aqsa itu adalah masjid orang Palestina, masjid orang Israel, masjid orang Indonesia, masjid seluruh umat Islam di dunia. Jangan membeda-bedakan masjid. Umat muslim itu bersaudara bagaikan satu bangunan, saling menguatkan dan tolong menolong dalam kebaikan,” pungkasnya.

Antusias luar biasa terlihat saat Syekh berkesempatan memberi tausiah di Pondok Pesantren Darul Hijrah. Ratusan santri berkumpul dan dengan khidmat menyimak paparan Syekh Belal. Bahkan hingga Syekh akan pulang pun mereka mengiringinya hingga ke mobil. Naufal, salah satu santri mengaku beruntung karena bisa bertemu langsung dengan Syekh Belal. “Saya ingin ke Palestina, tolong daftarkan Saya ya Syekh untuk bisa ke sana,” demikian ucapnya kepada Syekh Belal.

Pertemuan mengharukan terjadi di Masjid Ar Rahmah. Ahmad Yusuf Zain, seorang anak berusia lima tahun yang pernah mengirimkan kurban ke Palestina tahun lalu melalui ACT merasa senang bertemu dengan Syeikh Belal. “Zain ingin ke Palestina, doakan ya,” tuturnya di depan Syekh Belal. Syekh Belal pun tertawa dan mengaminkan harapan Zain. 

Selama roadshow juga dikumpulkan donasi kemanusiaan untuk Palestina. Bersama ACT Kalsel, Syekh Belal Jamil Ahmed Mahmoud masih akan berkeliling ke beberapa masjid di Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, dan Barito Kuala. Jadwal roadshow akan berlangsung hingga Rabu (6/3).(retno/actkalsel)

Reporter:retno/actkalsel
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares
-->