Connect with us

Kalimantan Selatan

Dari Ratusan SMA SMK di Kalsel, 30 Sekolah Siap PTM Tahun Ajaran Baru

Diterbitkan

pada

Kepala Disdikbud Kalsel M Yusuf Effendi (kiri) bersama Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA (kanan) saat melaksanakan Rakor terkait persiapaan PTM tahun ajaran 2021/2022, Banjarmasin, Kamis (24/6/2021). Foto: mckalsel/usu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sebanyak 30 sekolah dinyatakan siap melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran 2021/2022.

Terkait persiapan PTM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan sekolah yang ada di Kalsel.

Dihadiri Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA dan stakeholder terkait. Safrizal ZA mengungkapkan, apabila di dalam sekolah ada guru yang tidak melakukan vaksinasi maka sekolah tersebut tidak diperbolehkan melakulan PTM.

“Walaupun hanya satu orang guru yang belum divaksinm maka sekolah tersebut tidak bisa melaksanakan PTM. Jadi untuk sekolah dipersilahkan agar bisa menyelesaikan para guru untuk divaksin,” ujarnya, Kamis (24/6/2021) dikutip dari Media Center Provinsi Kalimantan Selatan.



 

 

Baca juga: Aksi Save KPK Jilid II di Banjarmasin Ricuh, Aparat Tembakkan Gas Air Mata!

Dari sumber data Dapodik per tanggal 23 Juni 2021 jumlah guru untuk SMA, SMK dan SLB di Kalsel mencapai 8.767 guru dan untuk guru yang sudah divaksinasi berjumlah 4.272 guru.

Selain permasalahan vaksin guru, zonasi juga sangat berpengaruh untuk kelangsungan PTM nantinya.

“Apabila di daerah zonasinya merah, maka semua kegiatan sekolah diberhentikan. Kalau orange maka hanya boleh 25% dan untuk warna kuning 50%. Jumlah siswa yang mengikuti PTM pun harus diperhitungkan. Jadi bagi siswa yang orang tuanya tidak mengizinkan melakukan PTM maka akan tetap dilaksanakan secara daring,” ungkapnya.

Kepala Disdikbud Provinsi Kalsel, M Yusuf Effendi menjelaskan dari 357 jumlah SMA, SMK dan SLB di Kalsel hanya 241 yang telah menyampaikan usulan terkait PTM.

“Jadi hasil dari Rakor kali ini, jumlah sekolah yang bisa melaksanakan PTM untuk tahap pertama sebanyak 30 sekolah meliputi 13 SMA, 11 SMK dan 6 SLB. Untuk SMA hanya satu di setiap kabupaten kota, dan SMK hanya di Tabalong dan Batola yang tahap pertama belum melaksanakan PTM,” tuturnya.

Baca juga: UPDATE. 20.574 Kasus Covid-19 dalam Sehari, Rekor Tertinggi Selama Pandemi!

Nantinya dari 30 sekolah yang akan melaksanakan PTM, tahap pertama akan menjadi contoh untuk sekolah yang belum menyiapkan pelaksanakan protokol kesehatan dan vaksinasi seluruh guru.

“Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan akan bertambahnya sekolah yang melaksankan PTM asalkan seluruh persyaratan telah dilaksanakan dan tidak ada klaster baru di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/mckalsel/al)

Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->