Daging Ayam dan Telur Melesat Naik, Dinas Perdagangan Akan Gelar Pasar Murah - Kanal Kalimantan
Connect with us

Ekonomi

Daging Ayam dan Telur Melesat Naik, Dinas Perdagangan Akan Gelar Pasar Murah

Diterbitkan

pada

Pedagang dan pembeli mengeluhkan kenaikan harga daging ayam Foto: Ammar

BANJARMASIN, Naiknya daging ayam ras dan telur ayam ras di beberapa pasar tradisional di Banjarmasin menjadi keluhan warga. Untuk itu, Dinas Perdagangan Kalsel akan menggelar pasar murah dalam waktu dekat ini hingga harga kembali normal.

Keluhan naiknya daging ayam dan telur ini disampaikan pedagang di di Pasar Batuah, Pasar Kuripan dan Pasar Ahmad Yani. Seperti disampaikan Aminah, pedang daging ayam di Pasar Batuah, Jalan Veteran Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin. Ia  mengatakan, melonjaknya harga ayam potong membuatnya para pelanggannya kini hanya membeli per potong (bagian saja). Tak seperti biasa yang membeli per ekor atau separuh.

“Lagi sepi (pasokan daging ayam). Katanya ada kekurangan pasokan di beberapa peternakan ataupun pangkalan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, hampir satu minggu sudah harga tersebut tidak kunjung turun. Aminah khawatir dagangnnya tidak laku dan tidak layak untuk dijual lagi. “Susah nanti putar modal kalau tidak laku laku,” keluhnya.

Di pasar lain, Ucok, penjual daging potong ayam di Kuripan, Jalan Kuripan Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin, juga mengeluhkan hal sama. Harga ayam saat ini tembus sampai Rp 50.000 per kilonya. Harga yang ia dapat di penyuplai ayam juga sudah terbilang mahal dari dari Rp 38.000- 40.000. Padaqhal biasanya, ia menjual ayam ras potong dengan harga Rp 35.000 per kilo.

“Lagi naik sekarang, tapi ini sudah beberapa beberapa hari,” katanya.

Di Pasar Ahmad Yani, Jalan Veteran Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin, beberapa pedang telur mengeluhkan hal yang sama dengan pedang ayam potong. Terjadi kekurang penyuplai telur ayam ras dari lokal hal ini membuat harga telur ayam ras mengalami kenaikan.

Sopian, seorang pedagang sembako di Pasar A yani mengatakan kenaikan telur sudah hampir 2 minggu ini. Meskipun tidak terlalu signifikan. Hal ini sudah diketahuinya melalui informasi pedangang sembako lainnya bahwa supplier dari jawa mengalami keterlambatan. Untuk hal keterlambatan ia tidak mengetahuinya. “Naik Rp 4 ribu saja perkilonya, namu itupun sudah membuat pelanggan saya mengurangi jatah membeli telur ayam ras,” ungkapnya.

Melihat beberapa keluhan yang dialami beberapa pedagang, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Birhasani membenarkan adanya kenaikan dari daging potong hingga telur ayam ras. Ia mengatakan, kenaikannya disebabkan beberapa hal. Antara lain, harga pakan ternak naik, harga bibit ayam/DOC naik, pelarangan penggunaan anti biotik juga turut memicu naiknya harga.

Hal tersebut mengakibatkan tingginya biaya produksi. Selain itu permintaan dari Beberapa Pasar di Kalsel juga tinggi. “Sedang mengalami kenaikan, namun tidak begitu signifikan,” katanya.

Ditambahkannya, bahwa sementara ini ketersediaan ataupun produk terbatas, suplay serta pasokan dari Jawa berkurang. “Saya akan pantau terus keadaan pasar dalam beberapa hari ini akan turun,” ucapnya.

Birhasani mengatakan, dalam tiga hari terakhir ini harga telur ras sdh mulai menurun karena pakosan dari pulau jawa sudah mulai masuk kalsel. Terlihat pada data yang diambil oleh dinas perdagangan prov kalsel bahwa harga daging ayam mengalami kenaikan sebesar Rp 4.000-5.000 , sedangkan harga telur ayam ras naik Rp 2.000-3.000.

Adapun masih ada kenaikan dibeberapa pasar itu dikarenakan para pedagang ingin memutar kembali harga modal yang telah diglontorkan pasca kenaikan beberapa hari lalu. Nanti, Dinas Perdagangan Kalsel bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel bekerjasama dengan para peternak yang tergabung dalam PINSAR Kalsel segera akan menggelar pasar murah khususnya telur ayam ras di beberapa titik di pasar atau lingkungan pemukiman penduduk. “Iya nanti kita buka di beberapa titik yang dirasa kelonjakan harga ayam potong ataupun telur ayam ras terlalu signifikan,” jelasnya.(ammar)

Reporter:Ammar
Editor: Cell

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan