Connect with us

HEADLINE

Covid-19 ‘Serang’ 16 Kepala Daerah, Tiga di Antaranya Meninggal Dunia!

Diterbitkan

pada

Sejumlah kepala daerah di Indonesia terpapar Covid-19 Foto: beritasatu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pandemi Covid-19 belum mereda. Penyebaran virus masih cukup tinggi, tak hanya masyarakat, tapi juga sejumlah kepala daerah pun terpapar. Hingga kini tercatat sebanyak 16 kepala daerah dinyatakan positif Covid-19. Bahkan 3 di antaranya meninggal dunia, termasuk Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Senin (10/8/2020) lalu.

Nadjmi, bukanlah kepala daerah yang pertama (sebelumnya Kanalkalimantan.com, menuliskan sebagai wali kota pertama. Sebab wali kota pertama yang meninggal karena Covid-19 adalah Wali Kota Tanjungpinang Syahrul. Informasi ini juga sekaligus sebagai ralat berita sebelumnya. Red) meninggal dunia akibat Covid-19.

Almarhum merupakan kepala daerah ketiga meninggal usai terpapar Covid-19. Kepala daerah pertama yang meninggal dunia akibat positif Covid-19 adalah Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor. Aptripel meninggal usai terkena Corona. Ia dinyatakan positif pada 3 April setelah melakukan perjalanan ke Jakarta selama dua pekan. Ia meninggal sehari sebelum hasil tes keluar.

Di urutan kedua yakni Wali Kota Tanjungpinang Syahrul. Syahrul terjangkit Corona sejak 11 April. Istri dan cucunya juga positif. Dalam perawatan di ruang ICU RSUP Kepri, ia sempat memerlukan 20 kantong darah golongan O untuk transfusi. Syahrul meninggal pada 28 April setelah beberapa pekan melawan Covid-19.



Data yang dihimpun Kanalkalimantan.com, dari KadaiKopi dan Tirto.id, menyebutkan 16 kepala daerah terpapar Covid-19. Terbaru, adalah Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution. Bakal calon Wali Kota Medan itu dinyatakan positif usai dilakukan pemeriksaan tes usap (swab) pada Rabu 5 Agustus 2020 pekan lalu.o

Berikut riwayat ke-16 kepala daerah yang pernah atau sedang terjangkit virus Covid-19:

1. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto
Bima Arya terkonfirmasi positif setelah tes usap pada 17 Maret 2020. Saat itu merupakan bulan pertama kasus Covid-19 diumumkan di Indonesia. Sebelum tes, Bima mengunjungi Tukri dan Azerbajian untuk kunjungan kerja. Masa pemulihan di rumah sakit dijalani selama 22 hari hingga dinyatakan sembuh.

2. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana

Cellica menderita sembuh 13 April setelah positif pada 24 Maret 2020. Ia diketahui sempat sesak saat nafas pidato dalam pelantikan kepala desa pada 20 Maret. Sore harinya, ia tes usap dan dinyatakan positif empat hari kemudian. Selama isolasi, ia berada di RSUD Karawang dan perawatan di Rumah Sakit Paru.

3. Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana

Yana Mulyana dinyatakan positif pada Senin (23/3) setelah tes usap oleh Dinkes Provinsi Jabar. Setelah ada positif, ia telah menjalani isolasi mandiri selama 11 hari. Yana tepapar Covid-19 setelah datang dalam musyawarah daerah (musda) Himpunan Pengusaha Muda Indoensia (Hipmi) Jawa Barat di Karawang pada 8 Maret. Yana sudah sembuh dari Covid-19.

4. Bupati Pemalang Junaedi

Junaedi dan istrinya serta dua pejabat Pemkab Pemalang terkonfirmasi positif pada 21 Juli. Selama positif, mereka dirawat di RSUD dr Ashari. Junaedi telah dinyatakan sembuh pada 1 Agustus. Namun, ia akan tetap menjalani isolasi mandiri hingga 14 hari ke depan.

5. Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor

Aptripel meninggal usai terkena Covid-19. Ia dinyatakan positif pada 3 April setelah melakukan perjalanan ke Jakarta selama dua pekan. Ia meninggal sehari sebelum hasil tes keluar. Pemakaman tersebut berlangsung dengan protokol Covid-19.

6. Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin

Farid mengumumkan sendiri saat positif Corona pada 28 April usai sehari sebelumnya ia diberi tahu hasil tes usap. Ia mengaku tak punya gejala seperti Covid-19. Ia dinyatakan sembuh pada 19 Mei lalu, setelah dua kali menjalani tes usap.

7. Wakil Bupati Tana Toraja Victor Datuan Batara

Victor terjangkit Covid-19 setelah hasil tes PCR pada 16 April. Ia dinyatakan sembuh dan meninggalkan ruang perawatan setelah 13 hari di ruang isolasi RSUD Lakipadada. Sebelum resmi sembuh, dua kali tes dijalani dengan hasil negatif.

8. Wali Kota Tanjungpinang Syahrul

Syahrul terjangkit Covid-19 sejak 11 April. Istri dan cucunya juga positif. Dalam perawatan di ruang ICU RSUP Kepri, ia sempat memerlukan 20 kantong darah golongan O untuk transfusi. Syahrul meninggal pada 28 April setelah beberapa pekan melawan Covid-19.

9. Bupati Melawi Panji

Panji bersama 11 anggota keluarga dinyatakan positif Covid-19 diduga tertular dari menantunya pada 1 Juni. Menantunya telah positif lebih dulu pada 24 Mei. Panji dinyatakan sembuh bersama keluarga besarnya pada 20 Juni.

10. Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi

Mulyadi menyampaikan kepada publik bahwa terkena Covid-19 pada 15 Juli. Ia mengaku tidak punya gejala. Ia sembuh setelah menjalani perawatan hampir dua minggu pada 27 Juli.

11. Wakil Bupati Ogan Komering Ulu Selatan Solihin Abuasir

Solihin menjalani tes usap di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang. Hasilnya positif COVID-19 pada 15 Juli. Selama perawatan ia menempati RS Siloam. Ia sembuh enam hari lalu setelah menjalani isolasi dua pekan di rumah dinas. Ia mulai bekerja sejak Agustus.

12. Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo

Purnomo positif setelah dua kali menjalani tes usap. Pertama pada Jumat (16/7) atau sehari sebelum bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara. Pertemuan dengan Jokowi terjadi sehari sebelum PDIP secara resmi mengusung Gibran Rakabuming di Pilkada Solo 2020. Hasil tes saat itu negatif. Lalu, Purnomo tes usap lagi sehari setelahnya di Solo pada Sabtu (18/7) dengan hasil positif.

13. Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto

Isdianto dinyatakan positif setelah pulang dari Jakarta. Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, asal usul penularan dari Jakarta menjelang pelantikan Isdianto. Sejumlah stafnya makan di sebuah restoran. Dari sana, menular ke Isdianto dan banyak orang lain.

14. Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam

Ilyas Panji Alam dinyatakan positif virus Covid-19, Senin (27/7/2020) pagi, berdasarkan hasil tes swab di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan. Awalnya Ilyas merasa tubuhnya meriang hingga ia memeriksakan diri ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan sempat dinyatakan ia terkena penyakit tipus. Lalu ia melakukan tes swab di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang dan hasilnya dinyatakan positif. Ilyas sendiri yang mengumumkan dirinya positif Covid-19 dengan mengundang wartawan untuk menghadiri konferensi pers di rumah dinasnya pada Senin (27/7/2020).

15. Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani

Nadjmi meninggal dunia pada Senin (10/8/2020) dini akibat positif Covid-19. Nadjmi meninggal saat masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Ulin Banjarmasin. Nadjmi telah menjalani perawatan selama dua pekan di rumah sakit usai dinyatakan positif pada pertengahan Juli 2020.

16. Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution

Akhyar yang juga bakal calon Wali Kota Medan itu dinyatakan positif COVID-19 usai dilakukan pemeriksaan tes usap (swab) pada Rabu 5 Agustus 2020. Akhyar dinyatakan positif usai bepergian dari Jakarta. Sepulang dari Jakarta, kesehatan Akhyar menurun hingga ia harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Prima. Tak dijelaskan apa penyakit yang diderita Akhyar saat itu.

Infografis: kanalkalimantan/Yuda

Munculnya Klaster Perkantoran

Banyaknya kepala daerah yang terpapar Covid-19, mengindikasikan munculnya klaster perkantoran tak bisa diremehkan. Masyarakat pun diimbau agar dapat lebih berhati-hati dalam beraktivitas guna menghindari paparan virus. Pada saat yang sama pemerintah harus lebih terbuka dalam mengungkap data, agar masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menuturkan, paling tidak ada delapan klaster yang cukup mendapat perhatian dari pemerintah. Kedelapan klaster tersebut yaitu pasar atau tempat pelelangan ikan, pesantren, transmisi lokal, fasilitas kesehatan, acara seminar, mal, perkantoran dan tempat ibadah. “Sekarang marak perkantoran di mana ada kenaikan kasus dari klaster perkantoran,” kata Wiku.

Di Kalimantan Selatan, Covid-19 saat ini mulai mengancam perkantoran pemerintah. Sejumlah instansi dihantui massifnya penyebaran penyebaran virus hingga menyebabkan pegawai terpapar. Seperti di lingkup Bappeda Kalsel, dengan adanya 33 staf pegawai yang dinyatakan terpapar Covid-19.

Sebelumnya, Sekretaris Bappeda Provinsi Kalsel Hadi Purwanto terlebih dulu dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, yang menyebabkan meninggal dunia baru-baru ini.

Dalam jumpa pers melalui Zoom Meeting pada Rabu (5/8/2020) siang, Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira pun membenarkannya. Fajar menyebutkan, tercatat ada 33 orang staf Bappeda Kalsel yang terpapar Covid-19.

“Total secara keseluruhan, pegawai positif di Bappeda Kalsel sebanyak 33 orang. Dari 33 orang ini, 2 orang dinyatakan sembuh, satu orang meninggal, dan saat ini ada 25 orang menjalani karantina di BPSDMD Kalsel di Banjarbaru,” papar Fajar.(Kanalkalimantan.com/cel/berbagai sumber)

 

Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->