Connect with us

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Cerita Keluarga Master Catur, Selalu Sumbang Medali Emas untuk HSU di Porprov Kalsel!

Diterbitkan

pada

Master Master Nasional Ahmad Raihan Hasa, bersama putri-putrinya. Foto : ist

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Pecatur Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Master Nasional Ahmad Raihan Hasa, kembali torehkan prestasi membanggakan bersama anak-anaknya dengan menyumbang 2 medali Emas dan 1 medali Perak di ajang Porprov XI Kalsel di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Dengan prestasi ini, tentunya membuat keluarga pecatur ini tak pernah absen dalam tradisi menyumbangkan medali di setiap event Porprov.

Pada Porprov XI Kalsel kali ini, Raihan meraih emas di kelas Catur Kilat Perorangan Putera diikuti putri bungsunya Master Percasi Wanita (MPW) Nishfa Dayyana Rahmah yang bermain di Kelas Catur Standar Perorangan Puteri.

Sedangkan Medali Perak diraih oleh Puteri keduanya Helma Ghinaya pada kelas catur cepat perorangan puteri.



 

Baca juga  : Seorang Nelayan Ditangkap Edarkan Carnophen di Tanbu

Perolehan Medali yang sangat memuaskan bagi kontingen catur Kabupaten HSU diajang Porprov XI kalsel ini, tentunya tidak terlepas dari peran dan kehadiran Master Nasional Ahmad Raihan selaku pelatih, pemain sekaligus pengurus Percasi HSU ini.

Ia sangat dominan, karena dari 10 Medali emas, perak dan perunggu yang diperebutkan, Kabupaten HSU berhasil menyabet 3 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu.

“Saya sangat bahagia, karena Nishfa dengan usia 14 tahun sudah mampu sumbangkan medali emas untuk HSU, karena dia bermain dikelompok catur standar perorangan puteri tanpa batasan usia, bahkan lawan yang dikalahkan adalah para pemain PON Kalsel yang note bane sudah berpengalaman, seperti Master FIDE Wanita (MFW) Norasya Verdina dari Banjarmasin peraih 3 Medali Emas pada Porprov X di Kabupaten Tabalong,” bener Raihan.

Selain itu, Nishfa juga berhasil mengalahkan Master Nasional Wanita (MNW) Radiatul Adawiyah Peraih Medali Emas Porprov X Tabalong.

Baca juga  : Dance Sport Antar Frem Raih Beasiswa Prestasi Universitas Ternama di Jakarta

“Ini prestasi yang luar biasa bagi Nishfa,” Jelas penyandang gelar Wasit Nasional (WN) dan Pelatih Internasional (FI) dalam dunia olahraga Catur ini kepada kanalkalimantan.com, Minggu (13/11/2022) di Amuntai.

Raihan bercerita, pada Porprov X  Kalsel di Kabupaten Tabalong 2017 lalu, Kabupaten HSU berhasil raih 8 Medali Emas, 5 Perak dan 9 Perunggu dari 28 medali yang diprebutkan.

Lantaran pada porprov XI Kalsel di HSS tahun ini jumlah kelas yang dipertandingkan berkurang maka potensi pun ikut berkurang.

“Sekarang di porprov XI Kalsel di HSS cuma 10 medali emas, Kalau seandainya sama jumlah medali dan kelas yang di lombakan, kami pun cabang catur berani pasang target 15 medali emas,” imbuhnya.

Baca juga  : Tak Ada Anak Milenial Tertarik Pertanian, Ini Kata Wakil Rakyat Banjarbaru

Sedangkan pada Poprov IX sebelumnya yang dilaksanakan di Martapura – Kabupaten Banjar di tahun 2013 lalu, “Saya bersama dengan anak – anak yaitu Rizka Aulia Rahmi (Anak sulung ) bersama Helma Ghinaya berhasil meraih 2 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu. Sementara Nishfa masih berusia 4 tahun dan tidak ikut bertanding,” terang Raihan.

Tak hanya itu, tambah Raihan, ketika Porda VII yang dilaksanakan di Kabupaten Tapin pada tahun 2004 silam mereka berhasil menyelematkan  Kabupaten HSU dari posisi Juru Kunci dengan mempersebahkan 3 Medali emas dan 2 perunggu bersama dengan Billiard yang juga mempersembahkan 2 medali emas.

Sementara total perolehan Medali untuk Kabupaten HSU pada waktu dari seluruh Cabor yang ikut pada ajang Porda saat itu berjumlah 5 medali emas.
Tentang keikutsertaan Master Nasional Ahmad Raihan pada Porporv atau Porda, Raihan menjawab bahwa dirinya sudah 8 kali telah memperkuat Kabupaten HSU pada ajang Porprov Porda yang dilaksanakan dari tahun 1990 – 2022 sekarang.

Ke depan, kata Raihan dirinya dan anak – anaknya tidak bisa memastikan apakah masih memperkuat Kabupaten HSU pada ajang Porprov XII selanjutnya.

Baca juga  : Lelang Busana NYFW Kolaborasi Dekranasda-Vivi Zubedi Ludes Terjual, Terkumpul Puluhan Juta Rupiah 

“Rasanya sudah 36 tahun saya bergelut di dunia Catur yaitu dari tahun 1986, baik ketika sebagai Atlet, Pengurus serta sebagai Pelatih dengan gelar Pelatih Internasional (FI). Saya ingin fokos untuk membina keluarga dan anak anak saya pada dunia pendidikan dan masa depan mereka,” katanya.

“Even Nasional bahkan Internasional sudah sering saya ikuti dan juga anak-anak saya, juara Nasional bahkan juara pada ajang Internasional sudah juga kami persembahkan untuk daerah,” tambahnya.

“Namun pada intinya, semua kembali kepada pada Pemerintah Daerah dan lembaga yang berkompoten di bidang olahraga, apakah semua ini ada penghargaan yang harus diberikan kepada mereka, semua Atlet dari semua Cabor  yang ada di HSU yang berprestasi ditingkat Nasional atau Internasional,” keluh Raihan sambil tersenyum.

Baca juga  : Ditinggal Pemain Andalan, Tim Tenis Meja HSU Berhasil Raih 9 Perunggu Porprov XI Kalsel 

Ia sangat berharap, keberadaan olahraga catur di Kabupaten HSU selalu mendapat perhatian dan Support dari semua pihak, karena selalu menyumbangkan medali emas untuk HSU pada setiap even Porprov yang dilaksanakan.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pemerintah Daerah, Disporapar, KONI, Ketua DPRD Kabupaten HSU selaku Ketua Percasi HSU beserta jajaran pengurus serta semua pihak serta warga Hulu Sungai Utara yang selalu mendukung dan memberikan motivasi untuk kemajuan catur di Kabupaten HSU,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : cell


iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->