Connect with us

Kota Banjarmasin

Bus Trans Banjarmasin Pengganti Angkot Kuning?

Diterbitkan

pada

Angkot kuning di Kota Banjarmasin yang terus tergerus keberadaannya. Foto : mario

BANJARMASIN, Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, hanya 25 persen masyarakat yang masih meminati jasa angkutan tersebut. Sepinya peminat jasa Angkutan Perkotaan (Angkot) di Banjarmasin membuat Dinas Perhubungan (Dishub) berencana meremajakan Angkot di kota Banjarmasin.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik mengatakan bahwa hal ini menjadi pekerjaan rumah dalam menata angkutan perkotaan.

Salah satu upaya peremajaan Angkot itu dengan menggodok rencana pengoperasian moda angkutan massal berupa Bus Rapid Transit (BRT). Kendati demikian, Dishub tidak menamakan transportasi publik bermuatan 20 seat tersebut dengan nama Bus Rapid Transit (BRT), melainkan “Bus Trans Banjarmasin.”

“Nama BRT itu terlalu keren, nanti juga berbenturan dengan milik pemerintah provinsi. Makanya kita ganti jadi Bus Trans Banjarmasin,” jelas Ichwan.

Dia menyampaikan, hal itu merupakan upaya Pemkot Banjarmasin melalui Dishub untuk meremajakan kurang lebih 100 Angkot yang kini mulai menurun peminatnya.

Ichwan Noor Chalik juga menginformasikan, tahun ini peremajaan angkot akan dilakukan. Rencananya, pada Oktober atau November mendatang, pihaknya sudah memulai transportasi umum baru di kota Banjarmasin. Ada 10 bus mini Toyota Elf yang sudah dianggarkan senilai Rp3,5 miliar untuk pengadaannya.

Sebanyak 10 unit tersebut ujar Ichwan akan mengisi dua koridor atau trayek di Banjarmasin, yakni Km 6 menuju Terminal Antasari, serta jalan Kayutangi Banjarmasin untuk angkutan penyeberangan melewati Jembatan Alalak II, Kayutangi.

Transportasi umum kali ini disebut Ichwan sebagai Trans Banjarmasin. Karena jalurnya yang melintas di ibu kota Kalimantan Selatan tersebut.

Ada sekitar 30 unit yang bakal disiapkan oleh Dishub Kota Banjarmasin untuk bus mini tersebut. Namun itu dilakukan secara bertahap. 10 unit pada tahun 2019, 10 unit lainnya di awal tahun 2020 dan 10 unit sisanya pada akhir tahun 2020.

Transportasi berbasis online ini bakal memanfaatkan para sopir Angkot. Mereka, kata Ichwan, disiapkan untuk direkrut mengemudi Bus Trans Banjarmasin jika memenuhi syarat yang telah ditentukan.

“Kabar gembiranya, mereka berkesempatan direkrut sebagai sopir Bus Trans Banjarmasin,” jelasnya.

Diakui Ichwan, angkot yang ada di Banjarmasin kebanyakan tidak lolos pengujian kendaraan bermotor atau uji KIR. Padahal, kegiatan pemeriksaan kendaraan ini dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan layak jalan Angkot.

Meski begitu, Ichwan tidak berani mengambil langkah paksa berupa merumahkan para supir Angkot yang tidak memenuhi kriteria KIR.

“Dari kurang 100 angkot yang beroperasi, kebanyakan tidak memenuhi kriteria KIR. Tapi kita tidak mungkin merumahkan para sopir Angkot itu,” pungkasnya.

Untuk angkot, sebagian akan pihaknya dipertahankan untuk dimodifikasi menjadi angkutan pelajar ceria. Demikian untuk angkutan gratis bagi pelajar umum dan difabel. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->