Connect with us

Pemprov Kalsel

BPBD Kalsel: Potensi Karthutla Meningkat di Tahun 2019

Diterbitkan

pada

Apel siaga bencana yang dpimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Foto: rico

BANJARBARU, Menghadapi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karthutla) tahun 2019, Pemprov Kalsel menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Nasional Kalimantan Selatan, digelar di halaman Setdaprov Kalsel, Jumat (26/5) pagi.

Apel yang dipimpin Gubernur Kalsel, Sahburin Noor dan diinisasi oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Kalsel, diikuti oleh ratusan personel BPBD Provinsi, Kabupaten Kota, personel TNI, Polri dan relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK).

Dalam sambutannya, Gubernur Sahbirin Noor mengucapkan terima kasih tulus kepada relawan dan organisasi kesiapsiagaan pencegahaan dan penananggulangan bencana di Banua. “Mereka semua adalah pejuang tanpa pamrih yang selama ini berjasa dalam mencegah dan menanggulangi bencana di daerah kita. Sekali atas nama masyarakat saya ucapkan terima kasih,” ucap Paman Birin sapaan akrabnya.

Sahbirin mengharapkan,  semua unsur harus bergerak dan bekerjasama dalam menanggulangi bencana khusus potensi Karhutla. “Secara nasional tercatat ada 2.572 bencana yang terjadi selama tahun 2018. Mayoritas bencana yang terjadi adalah Karthutla, termasuk di Kalsel. Oleh karena itu pencegahan Karthutla kita lakukan bersama. Karena permasalahan Bencana Karhutla ini sangat menghambat pembangunan dan peningkatan potensi perekonomian daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalsel juga  menyerahkan penghargaan kepada kepala daerah, perusahaan,  organisasi relawan bencana yang selama ini peduli dalam mencegah dan menanggulangi bencana.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, Wahyuddin, seusai apel mengatakan, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan ditahun 2019, berdasarkan prediksi BMKG akan memasuki musim kemarau yang memiliki suhu lebih panas dari kemarau biasanya.

“Dari kondisi tersebut kami prediksikan bahwa kebakaran hutan dan lahan akan meningkat dari tahun sebelumnya,” kata Wahyuddin saat dijumpai usai Apel Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019 dan Apel Siaga Bencana Karhutla,

Wahyuddin menambahkan, sebagai salah satu upaya melakukan pencegahan BPBD, bersama TNI dan POLRI serta element masyarakat akan bersama-sama mulai dari sekarang melakukan kesiapsiagaan untuk melakukan pencegahan.

“Untuk itu, kami akan mengefektifkan penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat agar masyarakat itu lebih meningkat pemahamannya terhadap akibat daripada gangguan asap dari bencana karhutla,” ucapnya.

Saat ini , titik yang rawan tingkat karhutlanya terdapat di lima Kabupaten kota, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tapin. (Rico)

Reporter:Rico
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->