Connect with us

Bisnis

BI Kalsel Gelar FESyar-KTI 2019, Herawanto: Keuangan Syariah Bisa Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi

Diterbitkan

pada

Kepala Perwakilan BI Kalsel, Herawanto -baju merah pakai peci-. Foto : Mario

BANJARMASIN, Dua hari lagi, Bank Indonesia (BI) akan menggelar Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar-KTI) 2019 di Duta Mall, Banjarmasin. Kantor Parwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kalsel menggelar video conference dengan 19 KPw BI Indonesia kawasan timur, Selasa (10/9).

Kepala KPw-BI Kalsel, Herawanto mengatakan, pihaknya tidak menetapkan target capaian FESyar-KTI kali ini. Meski, FESyar di Balikpapan 2018 lalu, mencapai angka Rp1,7 triliun, Herwanto tetap mempunyai harapan agar bisa melebihi angka tersebut dan memberi dampak perekonomi yang baik secara nasional maupun untuk wilayah Indonesia Timur.

“(FESyar) ini sangat menggembirakan, karena kita tahu perekonomian global ini sedang ada gejolak, dimana pengaruh imbasnya sedikit banyak ada pada perekonomian nasioal, tidak terlepas di kawasan timur,” ungkapnya.

Diakui Herawanto bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih tumbuh lamban dikarenakan adanya perang dagang antar dua negara besar. Namun, dibandingkan negara lain, stabilitas perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik dibandingkan negara lain seperti Turki yang mencatatakan resesi dua kuartal berturut-turut dan terus mengkerut.

Dengan adanya ekonomi keuangan syariah dan bersamaan dengan pertumbuhan perekonomian global yang mengalami gangguan, dimana daya serap global terhadap ekspor produk Indonesia semakin terbatas, Herawanto menganggap hal ini sebagai langkah untuk menengok pasar dalam negeri.

Sehingga inilah waktu yang tepat, termasuk bagi orang-orang yang bergerak di produk-produk syariah, untuk semakin memanfaatkan pasar domestik. “Ini yang kita harap dapat menopang pertumbuhan perekonomian,” bebernya.

Di Banjarmasin, ekonomi syariah menonjol di bidang UMKM. Herawanto yakin masih banyak sektor lain di Banjarmasin yang menganut sistem ekonomi syariah, tapi masih belum terlihat saja. Ini yang coba dibangun terus oleh BI untuk membuat catatan yang lebih baik mengenai seberapa besar pengaruh ekonomi syariah baik di Kalsel hingga nasional. Upaya BI sendiri seperti merangkul potensi yang ada, kemudian memberi pelatihan teknik produksi, pembelian barang, hingga proses produksi dan pemasaran secara lengkap sehingga ini nantinya bisa terus diterapkan oleh para pelaku usaha ekonomi syariah.

Kalsel sendiri mempunyai potensi yang terbilang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi baru. Kalsel memiliki jumlah penduduk muslim sebanyak 3,5 juta jiwa atau 96,7 persen dari total populasi seluruh penduduk Kalsel. Namun demikian, ekonomi keuangan syariah tidak hanya secara eksklusif ditunjukkan pada umat Islam saja, tapi secara inklusif dapat dimanfaatkan untuk berbagai kalangan dan khalayak umum.

FESyar KTI 2019 ini merupakan perhelatan FESyar ketiga kalinya setelah di Balikpapan (2018) dan Makassar (2017). Peserta KTI terdiri dari berbagai wilayaj yang mencakup wilayah Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara (Balinusa), serta Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) yang mengikutsertakan 19 KPw-BI dalam negeri. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->