Connect with us

Kota Banjarbaru

Berawal Bingkisan ke Warga Tak Mampu di 2012, Kini Mentaos Peduli Berbentuk Yayasan

Diterbitkan

pada

Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani bersama Ketua DPRD Kota Banjarbaru saat menyerahkan bingkisan Mentaos Peduli kepada 10 orang perwakilan warga. Foto : humpro banjarbaru

BANJARBARU, Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani bersama Ketua DPRD Kota Banjarbaru H AR Irwansyah menghadiri aksi sosial Mentaos Peduli tahun 2019, Sabtu (25/5/2019). Kegiatan yang digagas Yayasan Mentaos Peduli ini membagi-bagikan paket sembako kepada 252 warga berpenghasilan rendah. Mereka mendapatkan 10 liter beras, 20 butir telur ayam ras, 1 kg gula pasir, 2 liter minyak goreng, 1 kaleng susu kental manis, 1 kotak teh celup dan 5 bungkus mie instan. Acara Mentaos Peduli berlangsung di Hutan Pinus -depan SMAN 2 Banjarbaru-.

Ketua Yayasan Mentaos Peduli, Soewondo mengatakan, Mentaos Peduli awalnya dibentuk pada tahun 2012,  dimana dulunya mengumpulkan bantuan sembako kemudian dibagikan langsung. Seiring berjalannya waktu dan banyaknya masukan dari para ketua RT dan RW di Kelurahan Mentaos akhirnya pada tahun 2018 dibentuklah Yayasan Mentaos Peduli yang terdaftar di Kemenkumham RI.

“Ketuanya saya sendiri dan pengurusnya adalah dari rekan-rekan RT, kemudian ASN yang bertugas di Kelurahan Mentaos,” ujar Soewondo.

Setelah terbentuk dari yayasan, mulai 2018  program-program Yayasan Mentaos Peduli berkembang jadi tidak saja membagi-bagikan paket sembako.

“Berkontribusi terhadap saudara-saudara kita yang terkena bencana di Palu dan di Lombok, begitu juga pendidikan yang walaupun dalam skala kecil, seperti Griya Yatim Dhuafa. Sampai saat ini untuk anak asuh di asrama Griya Yatim dan Dhuafa adalah 8 anak,” ujarnya.

Ada juga anak yang menjadi binaan yang tinggal di sekitar asrama Griya Yatim Dhuafa itu ada sekitar 30 orang berumur 12-16 tahun, lokasi asrama Griya Yatim Dhuafa di jalan Taruna Praja belakang JPOK ULM Banjarbaru.

Kegiatan Mentaos Peduli ini merupakan tahun ke-7 berbagi, sama setiap tahunnya untuk penerima dari tahun 2012 sampai 2019 ini berkisar antara 235 dan sampai sekarang adalah 252. “Penerimanya adalah warga tak mampu, bukan hanya warga Mentaos, tapi dia bekerja di Mentaos, ada penjaga malam, pengambil sampah, kaum di mushola-mushola,” ujarnya.

Walikota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani mengatakan, kegiatan Mentaos Peduli dilaksnakan secara berkelanjutan dari lurah yang dulu hingga lurah sekarang. “Ini bisa menjadi contoh bagi kelurahan yang lain. RT/RW, tokoh masyarakat terus mengawal ini, sehingga program ini bisa berjalan dan akhirnya dalam dua tahun terakhir sudah terbentuk dalam sebuah yayasan,” katanya. (bie)

Reporter:bie
Editor:kk

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->