Connect with us

HEADLINE

Belum Ada Uji Balistik, Asal Peluru yang Mengenai Novianti Saat Baku Tembak Masih Misterius!

Diterbitkan

pada

Polisi belum melakukan ujibalistik terkait peluru yang bersarang di korban Novianti Foto: ist

PELAIHARI, Dari mana asal peluru yang bersarang di kepala Novianti (8)? Bocah malang tersebut meninggal di dalam mobil  tersangka Khairullah-pencuri sapi yang juga tembak anggota intel Polsek anggota intel Polsek Panyipatan Brigadir Edi Rapi Susanto, Sabtu (7/9) lalu. Dan pertanyaan tersebut belum terjawab, karena polisi belum melakukan uji balistik asal peluru.

Asal peluru menjadi fakta yang perlu diungkap, menyusul jatuhnya korban anak-anak dalam peristiwa tersebut. Polres Tanahlaut sebagaimana dilansir Tribunnews.com, mengatakan hingga saat ini belum ada uji balistik terkait pemilik peluru. Apakah milik anggota kepolisian atau milik pelaku.

Baca Juga: Novianti, Bocah Tertembak Saat Penyergapan Pencuri Sapi Meninggal

Mengigat dalam peristiwa tersebut, ada kecenderungan jika Khairullah yang bekas TNI ini menggunakan penumpang di mobilnya sebagai ‘perisai hidup’.  Siasat itu  kemungkinan dilakukan tersangka, karena ia menyadari ketika sedang berada di rumah Irwansyah posisinya sudah diketahui oleh polisi. Maka ia mengajak Irwansyah bersama dua anak kecil (Gazali dan Novianti) masuk dalam mobil Kijang Innova yang menjadi sarana  kabur dari kejaran polisi.

Asumsi kemungkinan pelaku menggunakan tiga orang tersebut sebagai ‘perisai hidup’ merujuk pada keterangan ibu dari Novianti, yang di rumah duka, disela prosesi pemakanan putrinya di Jl Trans Gambah, Desa Batu Tungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut, Kalsel, Selasa (10/9).

Baca Juga: Peluru Bersarang di Dada Kanan, Operasi Pengangkatan proyektil Makan Waktu 3 Jam

Siswantini, ibu dari Novianti mengatakan, anaknya ikut mobil pelaku untuk jalan-jalan bersama sepupunya yang merupakan anak Irwan yang juga menumpang di mobil tersangka. Ketika itu, Khairullah datang ke Desa Batu Tungku untuk mendatangi Irwansyah yang disebut sebagai teman dulu saat mencari kayu.

Baca Juga: Merasa Terendus, Penembak Polisi di Tala Jadikan Penumpang Mobil Sebagai ‘Perisai Hidup’?

Nah, karena merasa keberadaannya terendus kepolisian, tersangka Khairullah lalu meminta izin pulang kepada Irwan. Namun sebelum pulang, pelaku mengajak Irwan untuk jalan-jalan mencari hadiah buat anak temannya tersebut. Sehingga di dalam mobil pelaku ada dua anak dan satu orang dewasa yaitu Iwan.  “Saya gak tau orang kayak gitu, katanya mau jalan-jalan tau-tau anak saya kok ditembak,” ujar Siswanti saat menerima kunjungan Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan.

Baca Juga: Terluka, Pencuri Sapi Penembak Polisi Tala Kabur ke Hutan Karet

Dari sanalah, mobil Khairullah tersebut kemudian dikejar oleh polisi.

Sekira jarak 1,5 km dari rumah tersangka, 2 mobil anggota mendahului mobil tersangka dan 1 mobil anggota mengepung dari arah belakang lalu memblokade kendaraan Khairullah. Mengingat saat penyelidikan di dapatkan informasi bahwa tersangka memiliki 1 pucuk senjata api genggam rakitan dan 1 pucuk senjata laras panjang, maka anggota setelah memblokade memerintahkan untuk penumpang dalam mobil  turun dan memberikan tembakan peringatan.

Analisa yang disampaikan kanalkalimantan.com tersebut, juga dikonformasi oleh Kasatreskrim Polres Tala AKP Alvin Agung Wibawa.  Ia menduga pelaku sengaja membawa Novianti bersama dua orang lain, untuk dijadikan perisai hidup. “Pelaku tahu kalau dikejar. Anak-anak yang dijadikan tameng,” jelas Alvin seperti dilansir Apahabar.com.

Selain itu, menurut kesaksian warga, sehari sebelum penyergapan pelaku menginap di kediaman Irwansyah. Rumah saksi tidak jauh dari rumah korban Novianti. Paginya baru ia bertemu korban.

“Malam itu mau disergap tapi tidak jadi mungkin karena di rumah Irwansyah banyak orang, takut ada korban,” jelas warga yang enggan disebut namanya.

Pelaku bisa ke rumah Priono mengingat warga di sana baru kali pertama melihat pelaku di Desa Batu Tungku. Ibunda korban mengatakan hal itu karena pertemanan Irwansyah dengan Khairullah.

Yang menjadi pertanyaan, adalah apakah saat melakukan pengejaran mobil tersangka polisi mengetahui bahwa di dalam mobil Khairullah terdapat penumpang lain? Ataukah aksi tembakan balasan polisi sebagai reflek balasan karena mengetahui ada anggota yang tertembak?

Baca Juga: Pelaku Pencuri Sapi yang Baku Tembak dengan Polisi Ternyata Mantan TNI

Menurut Alvin, ketika itu pelaku memuntahkan peluru secara membabibuta, kiri dan kanan kepada petugas yang mengepungnya. “Kami belum mengetahui pasti asal-muasal peluru yang mengenai bagian kepala Novianti sebab belum dilakukan uji balistik,“ ujarnya.

Tak menutup kemungkinan, kata dia, bisa saja peluru yang bersarang di kepala siswa kelas 3 SD berasal dari tembakan pelaku. Alvin mengatakan baku tembak terjadi sangat cepat. “[Memasuki sore hari] di tempat itu sangat gelap, tidak diketahui siapa saja yang ada di dalam mobil,” aku Alvin.

“Anggota mengeluarkan tembakan peringatan ke atas namun tiba-tiba ada tembakan yang mengenai anggota kami. Terjadilah baku tembak,” sambungnya.(tim kanal)

Reporter : tim kanal
Editor : Cell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->