Bawaslu Kalsel Launching Aplikasi Hawas untuk Lapor Kecurangan Pemilu - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Bawaslu Kalsel Launching Aplikasi Hawas untuk Lapor Kecurangan Pemilu

Diterbitkan

pada

Ketua Bawaslu Kalsel Iwan Setiawan melaunching aplikasi Hawas saat Kemah Relawan Pengawas pemilu Foto: rendy

MARTAPURA, Bawaslu Kalsel melaunching aplikasi Himbauan Pengawas (Hawas) yang merupakan aplikasi untuk mencari informasi dan mengajak masyatakat bersama-sama aktif mengawasi dan melaporkan penyelewengan pemilu. Launching digelar bersamaan saat acara Kemah Relawan Pengawas Pemilu di Bumi Perkemahan Darul Hijrah Putra, Jl Cindai Alus, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu (8/12).

Launching aplikasi Hawas ini dilakukan Bawaslu merespons kaum melenial yang saat ini telah menjadikan HP bagian dari kehidupan keseharian. Dimana kemajuan teknologi komunikasi dan informasi menjadikan peluang bagi pengaksesan, pengelolaan dan pendayagunaan informasi dalam volume yang besar secara cepat dan akurat.

Ketua Bawaslu Kalsel Iwan Setiawan mengatakan, aplikasi Hawas tersebut berisikian imbauan-imbauan Bawaslu kepada masyarakat dan pengguna aplikasi terkait hal-hal dengan pengawasan pemilu. “Informasi yang berkenaan dengan pengawasan bisa dilihat di aplikasi tersebut. Jadi melalui aplikasi ini masyarakat tidak perlu jauh-jauh melaporkan penyelewengan pemilu, cukup memasukan data dan buktinya saja ke aplikasi Hawas,”jelasnya.

Sementara itu tanggapan serupa juga diutarakan Kasubbag Hukum, Humas dan Hubungan Antar Lembaga (H3) Doddy Yulihartanto mengenai aplikasi Hawas yang merupakan sarana untuk mencari informasi dan mengajak masyatakat bersama-sama aktif mengawasi dan melaporkan penyelewengan pemilu.

“Sekarang pengawasan dalam pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu saja. Namun masyarakat juga dituntut untuk aktif dalam mengawasi berjalannya pemilu di tahun 2019 mendatang,” harapnya.

Doddy menerangkan, pembuatan amplikasi HAWAS yang merupkan akronim dari ‘Himbauan Pengawas’ ini,  didasarinya kasadaran bahwa Indonesia termasuk peringkat 6 teratas dunia pengguna internet setelah Jepang. Luasnya jangkauan para pengguna Gadget ini, menjadi penting untuk disasar dengan mode komunikasi dan informasi yang cepat dan dapat diakses dengan mudah.

Menurut Doddy, komunikasi jagad maya ini penting untuk menjembatani generasi milineal yang sehari-harinya tak bisa lepas dari alat komunikasi. Selain tentunya, sosialisasi model terbatas yang dilakukan pada pimpinan ormas, tokoh masyarakat dan agama, pimpinan organisasi kepemudaan dan mahasiswa, pimpinan perguruan, serta insan pers yang terus dilakukan.

”Aplikasi Hawas ini adalah salah satu bentuk sosialisasi viral untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Juga sebagai wujud informasi dan pendidikan politik kepada seluruh lapisan masyarakat yang melek teknologi,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sangat penting peran masyarakat dalam pengawasan Pilkada dan Pemilu 2019. Hal tersebut jika merefleksi tiga kali pelaksanaan Pileg yang berlangsung sebelumnya. “Partisipasi masyarakat itu sangat penting. Maka pada saat mengambil langkah dalam konteks pengawasan, mereka butuh pembekalan pengetahuan untuk turut mengawasi Pileg dan Pilpres. Bagaimana cara agar informasi kepemiluan ini dapat cepat ditransger ke masyarakat yaitu dengan menggunakan aplikasi Hawas,” terangnya.

Aplikasi ini juga memberi bekal knowledge dan skill untuk mengedukasi publik dengan cara melekat serta memberi himbauan secara viral. Ada enam kanal dalam aplikasi ini. Berupa tahapan pemilu, alat kerja, mekanisme laporan, pelanggaran, status laporan, dan data pemilu.

“Terkait pelaporan masyarakat, aplikasi Hawas memiliki banyak kelebihan jika dibandingkan pelaporan secara manual. Yakni bisa langsung dilakukan di lokasi kasi kejadian, dengan kerahasiaan pelapor lebih terjaga. Sehingga upaya ini bisa meminimalisir adanya tekanan maupun intimidasi pada saksi maupun pelapor pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Walau demikian, tetap ada ketentuan yang harus disertakan oleh pelapor dalam aplikasi Hawas agar tidak terjadi laporan-laporan fiktif. Tim Bawaslu Kalsel pun telah memiliki perangkat khusus untuk menandai adanya kasus-kasus semacam itu. Aplikasi Hawas juga dapat melakukan brainstorming secara langsung kepada masyarakat tentang potensu kerawanan dan fokus pengawas di setiap tahapan pemilu.(rendy)

Reporter: Rendy
Editor: Cell

Bagikan berita ini!