Kanal
Batola Harapkan Perhatian Provinsi Digaris Perbatasan Kalteng
KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor kembali menggelar video conference bersama seluruh bupati/walikota, Kamis (2/4/2020). Wakil Bupati Batola Rahmadian Noor yang mengikuti kegiatan tersebut berharap perhatian provinsi pada petugas di perbatasan. Pertemuan itu pun tidak disia-siakan Wakil Bupati Barito Kuala (Batola) Rahmadian Noor untuk melaporkan kepada Gubernur Sahbirin berbagai permasalahan dalam menangani permasalah Covid-19 di Batola.
Terkait pengawasan perbatasan, Rahmadi–sapaan Rahmadian Noor mengutarakan, wilayah Batola yang berbatasan dengan Kalteng terdapat 5 hingga 6 titik yang menjadi jalur perlintasan masyarakat Kalteng menuju Kalsel. Seperti perbatasan Anjir Pasar Kapuas, dua penyeberangan terdapat di Kecamatan Tabukan Kapuas, Kecamatan Tamban, Kecamatan Mekarsari, Kecamatan Tabunganen, dan Kecamatan Kuripan. “Dari enam titik ini kita melakukan peningkatan pengawasan itu di Anjir Pasar. Mengingat arus perlintasan di wiliyah itu sangat pesat karena merupakan jalan nasional,†kata Rahmadi.

Sehubungan itu, Rahmadian meminta Pemprov untuk penguatan sinergi antara sesama Gugus Tugas. Terutama terkait penempatan petugas seperti dari Dinkes, Dishub, BPBD, maupun aparat-aparat kepolisian dan TNI. Ia menambahkan, seiring perpanjangan status tanggap darurat Covid-19 di Kalsel, maka Pemkab Batola juga melakukan beberapa penyesuaian. Di antaranya memperpanjang masa belajar dari rumah bagi pelajar sejak 9 – 23 April 2020. Selain libur akibat dampak Corona, pelajar di Batola juga akan libur karena memasuki bulan Ramadhan sejak tanggal 23 April – 1 Juni 2020.
“Penyesuaian perpanjangan Status Tanggap Darurat Covid-19, papar Rahmadian Noor, juga akan menyesuaikan pemberlakukan Work for Hom (WfH) bagi para PNS di lingkungan Pemkab Batola,” ungkap Rahmadi.
Terkait upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19, Rahmadian menyampaikan beberapa arahan dari provinsi sudah dilaksanakan di Batola. Saat ini, katanya, Pemkab Batola melalui Surat Edaran Bupati telah meminta masyarakat meningkatkan pengawasan mulai tingkat kecamatan, kelurahan, desa hingga RT terhadap keluar masuknya orang terutama yang tidak dikenali.
“Jumlah ODP di Batola masih berjumlah 66 orang. Namun sebagaian besar berasal dari melakukan perjalanan ke luar daerah dan telah menjalani karantina 14 hari dan tinggal beberapa hari selesai,” cerita Rahmadi.
Mantan anggota DPRD Batola itu mengungkapkan, saat ini yang turut menjadi perhatian pihaknya yaitu terkait status warga yang sebelumnya mengikuti Ijtima Ulama di Goa (Sulsel). Orang yang berkategori ODP cukup banyak di Batola dan tersebar di beberapa Kecamatan. Mereka sudah dilakukan pendataan oleh Polsek, Koramil, hingga Puskesmas. Serta sudah diberi pemahaman kepada masing-masing untuk melakukan karantina mandiri. (kanalkalimantan.com/rdy)
Editor : Cell
-
HEADLINE3 hari yang laluMama Sinta Dijemput Jet Pribadi Sebelum Laporkan Film Pesta Babi
-
Bisnis1 hari yang laluEkspansi Bisnis Jhonlin Group, Akuisisi Saham PACK Senilai Rp936,65 Miliar
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Antar Kepulangan HM Haridi ke Peristirahatan Terakhir
-
Bisnis3 hari yang laluEkspor Batu Bara, CPO, Ferro Alloy Lewat Satu Pintu Berlaku 1 Juni 2026
-
HEADLINE3 hari yang laluKloter BDJ 01 Bersiap Kembali ke Tanah Air, Tiba 4 Juni di Bandara Syamsudin Noor
-
HEADLINE2 hari yang laluHarga BBM Solar Pertamina Turun, Dexlite Kini Rp23.000

