Connect with us

Bisnis

Bank Kalsel Melirik Pembiayaan Infrastruktur Strategis di Banua

Diterbitkan

pada

Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabaruddin. Foto : Arief Rahman

BANJARMASIN, Direktur Utama Bank Kalsel Agus Syabaruddin berkomitmen di tahun 2019 bank yang dipimpinya akan melakukan terobosan besar untuk mendorong agar bisnis kredit bisa makin berkembang.

Salah satu caranya adalah dengan mencanangkan program goverment ekosistem bisnis dengan menggandeng pemerintah daerah maupun swasta yang ingin membangun infarstruktur strategis di Kalsel.

“Jadi konsepnya goverment ekosistem bisnis ini adalah berbagai infrastruktur strategis yang akan dibangun swasta dan pemerintah daerah akan melibatkan Bank Kalsel dalam pembiayaannya. Ini sifatnya kita inginkan wajib, makanya kami kini konsen melakukan penjajakan dengan instansi terkait,” tegasnya, Senin (11/2/2019).

Konsep goverment ekosistem bisnis menurut Agus, memang bukanlah sebuah hal yang baru, bahkan Bank Jabar sudah sukses menerapkanya dengan ikut berkontribusi membangun Bandara Kertajati milik Pemerintah Provinsi Jabar bekerjasama dengan BUMN.

“Mereka sukses membangun itu tanpa adanya kucuran dana dari pemerintah pusat. Ini yang akan kita tiru, agar Bank Kalsel nantinya bisa ikut menggarap pembiayaan berbagai infrastruktur yang sifatnya staretgis di Banua, baik itu jalan tol, Bandara hingga jembatan,” jelasnya.

Selama ini memang diakuinya, Bank Kalsel sudah banyak terlibat dengan berbagai pembangunan strategis yang ada di Banua. Salah satunya pemberian kredit untuk pengurukan tanah di proyek pengembangan Bandara Syamsudin Noor.

“Namun kalau sistem konsep goverment ekosistem bisnis ini nantinya jadi jalan. Maka akan banyak lagi proyek infrastruktur strategis yang bisa dibiayai oleh Bank Kalsel, karena sifatnya sudah wajib melibatkan Bank Kalsel,” tambahnya.

Agar hal ini bisa dilakukan, Bank Kalsel terus berbenah diri untuk bisa meningkatkan kucuran dana kredit produktif untuk pembangunan yang ada di Banua. Salah satunya mendorong pengembangan bisnis usaha syariah dengan melakukan Spin Off atau penggabungan usaha dengan unit bisnis syariah bank daerah lainnya di wilayah Kalimantan.

“Ini kita lagi pendekatan terus, kalau berhasil maka tentu alokasi modal kredit usaha syariah bisa semakin besar. Namun hal itu tidak mudah, karena tantangannya adalah penggabungan dalam hal managemennya,” pungkasnya. (arief)

Reporter : Arief
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares