Connect with us

Kota Banjarbaru

Antisipasi Karhutla, BPBD Siapkan Masyarakat Peduli Api di 8 Kelurahan

Diterbitkan

pada

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Suriannor Akhmad. Foto : rico

BANJARBARU, Kebakaran Hutan & Lahan (Karhutla) di Banjarbaru selalu jadi bencana tahunan. Menjelang masuk ke bulan Juni, biasanya Karhutla mulai terjadi. Beberapa wilayah di Banjarbaru pun ‘memproduksi’ kabut asap akibat kejadian ini.

Terdapat beberapa kecamatan atau wilayah yang langganan “diserang” Karhutla, seperti wilayah Landasan Ulin, Liang Anggang dan sebagian di Cempaka.

Selama ini, penanganan Karhutla masih terpatok kepada Satgas Kahutla. Yang terdiri dari beberapa unsur, baik BPBD, TNI-Polri, Damkar Swasta maupun instansi terkait lainnya.

Walaupun tidak termasuk dalam bagian struktur Satgas. Warga sekitar kerap jadi garda depan ketika Karhutla terjadi. Apalagi titiknya mendekati pemukiman. Sayangnya, perlengkapan memadamkan api tergolong minim, bahkan kadang hanya menggunakan ranting pohon untuk dipukulkan ke sebaran api.

Melihat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru menjalankan sebuah program bernama MPA alias Masyarakat Peduli Api (MPA).

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Suriannor Akhmad menjelaskan, MPA akan tersebar di seluruh kelurahan yang ada di Kota Banjarbaru. Namun saat ini yang baru direalisasikan sejumlah 8 kelurahan.

“Yang sudah ada delapan kelurahan di tiga kecamatan. MPA akan kita hibahkan perlengkapan dalam membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan,” kata Suriannor.

Delapan kelurahan itu diantaranya Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Untuk Kecamatan Landasan Ulin ada di Syamsudin Noor, Guntung Payung, Guntung Manggis, Landasan Ulin Timur. Serta di Kecamatan Liang Anggang ada di Landasan Ulin Utara, Landasan Ulin Selatan serta Landasan Ulin Tengah.

“Bentuk bantuannya yakni satu unit kendaraan roda tiga. Satu buah tandon air, seragam, serta satu unit mesin portable untuk menyemprotkan air. Penyalurannya bertahap,” terangnya.

Untuk mekanismenya, BPBD Kota Banjarbaru, kata Suriannor akan menyerahkannya ke pihak kelurahan. Selanjutnya pihak kelurahan akan memilih lima orang sebagai anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Kita juga akan melatih dan membekali mereka dengan teknik penanggulangan kebencanaan. Jadi kita harap program ini dapat membantu menangani Karhutla yang diperkirakan biasanya terjadi di bulan Juni mendatang,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan kelurahan lain yang belum terealisasi? Suriannor meminta agar kelurahan yang belum dapat untuk bersabar menunggu. Sebab disebutnya kelurahan yang sudah terealisasi berdasarkan tingkat urgensi dan domisili yang memang kerap terpapar Karhutla.

“Insya Allah di anggaran tahun 2020 semua kelurahan sudah ada MPA. Saat ini hanya 8 dahulu yang bisa kita realisasikan,” tandasnya. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->