Connect with us

HEADLINE

Ancaman Karhutla Makin Nyata, BPBD Banjarbaru Dirikan Posko Terpadu Karhutla

Diterbitkan

pada

Pemko Banjarbaru melalui BPBD Banjarbaru mendirikan Posko Terpadu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Foto: Rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan Posko Terpadu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Ini sebagai upaya antisipasi, pencegahan dan pengendalian Karhutla di daerah setempat.

Posko terpadu yang berlokasi di halaman kantor BPBD Banjarbaru, Jalan Trikora, tersebut, diinisiasi sebagai markas utama para unsur yang terlibat dalam upaya penanganan Karhutla. Baik dari personel TNI, Polri maupun para relawan.

“Total petugas gabungan ada 40 orang. Kita juga dapat bantuan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) yang jumlahnya ada 40 orang. Artinya, ada 80 orang yang siap siaga di posko terpadu ini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie, Jumat (11/9/2020) siang.



Adapun aktivitas dan fungsi tugas Posko Terpadu Karhutla yang siaga selama 1×24 jam ini, ialah memetakan serta monitoring informasi adanya peristiwa Karhutla di wilayah Banjarbaru.

Sementara, petugas gabungan yang siaga di posko akan melakukan patroli rutin ke titik-titik yang dikategorikan rawan terjadi karhutla.

“Patroli yang dilakukan petugas ini dilakukan setiap hari, namun waktunya fleksibel tidak terpatok jadwal. Patroli yang dilakukan menggunakan kendaraan trail, agar lebih mudah menjangkau lokasi. Nah sedangkan untuk petugas bersiaga di posko, kita bagi dua shift,” kata Zaini.

Selain disiagakan petugas gabungan, Posko Terpadu Karhutla juga dilengkapi berbagai sarana dan fasilitas dalam upaya penanganan Karhurla.

Contohnya, enam unit tangki pemadam, lalu armada tangki air milik Dinas LH dan Disperkim. Mobil patrolu milik Kodim 1006/MTP serta enam unit motor trail.

Kepala BPBD Banjarbaru memastikan bahwa pihaknya telah menyusun strategi yang baik apabila terpantau musibah Karhutla.

“Relawan damkar yang membantu kita dalam upaya penanganan Karhutla telah siaga di markasnya masing-masing. Sehingga, saat terpantau ada titik api, mereka yang paling dekat dengan lokasi akan langsung meluncur ke lokasi kejadian,” pungkas dia.

Berdasar data, hingga Agustus lalu, terjadi delapan peristiwa Karhutla di Banjabaru. Total lahan yang terbakar menjadi sembilan hektar. Lokasi yang terbakar tersebar di kawasan Guntung Upih kelurahan Kemuning, wilayah Sungai Ulin, hingga di daerah Kecamatan Cempaka. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter: Rico
Editor: Dhani


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->