Connect with us

HEADLINE

Akhir Bulan Ini Inggris Tak Lagi Wajibkan Masker, Boleh Adakan Festival

Diterbitkan

pada

Ilustrasi masker. Foto: anna shvets from pexels

KANALKALIMANTAN.COM – Inggris akan menghapus aturan wajib masker di tempat umum setelah kasus Covid-19 dinilai turun dan program vaksinasi yang terus berjalan.

Menyadur Sky News Senin (5/7/2021), laporan itu muncul ketika Perdana Menteri Boris Johnson dinilai sedang bersiap untuk melonggarkan pembatasan akhir bulan ini.

Sajid Javid, pengganti Matt Hancock sebagai menteri kesehatan Inggris juga lebih tertarik untuk membuka kembali perekonomian sepenuhnya.

Javid menulis di The Mail On Sunday bahwa Inggris harus menemukan cara untuk hidup dengan Covid-19, karena tidak dapat “dihilangkan”.



 

 

Baca juga: UPDATE. Positif Covid-19 Banjarbaru Hari Ini Tambah 53 Orang, Syamsudin Noor Rekor!

Meskipun kasus virus meningkat, jumlah kematian tetap relatif rendah pada populasi dengan tingkat vaksinasi tinggi.

The Sunday Times melaporkan bahwa pemakaian masker tidak lagi wajib di semua tempat dan aturan satu meter lebih di tempat-tempat perhotelan seperti pub juga akan berakhir.

Pengunjung juga dilaporkan tidak harus memindai kode QR sebelum memasuki bar, restoran, atau tempat serupa juga setelah 19 Juli. Acara massal, termasuk festival, juga akan diizinkan.

Surat kabar itu mengutip sumber Downing Street yang mengatakan “yakin tidak akan ada risiko tekanan tambahan pada NHS” jika terjadi pelonggaran.

Ditanya tentang laporan itu, seorang juru bicara Downing Street mengatakan: “Tidak ada keputusan yang dibuat tetapi rincian lebih lanjut akan segera ditetapkan.”

Laporan tersebut muncul setelah Downing Street mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menghapus persyaratan karantina bagi mereka yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Baca juga: GEGER. Hilang 8 Jam Dikabarkan ‘Dipanggil’ Jin, Nenek Misna Asal Sekumpul Ternyata Ditemukan di Sini

Para menteri sudah mempertimbangkan untuk mengganti isolasi mandiri dengan pengujian harian, tergantung pada hasil sejumlah pilot yang saat ini dilakukan.

Asosiasi Medis Inggris telah memohon kepada pemerintah untuk menjaga beberapa tindakan di luar pembukaan kembali, termasuk penggunaan masker di berbagai area seperti toko dan transportasi umum.

Data terbaru menunjukkan bahwa, dalam 24 jam hingga 9 pagi pada hari Sabtu (3/7/2021), ada 24.885 kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi Inggris, sementara 18 orang meninggal dalam 28 hari setelah dinyatakan positif. (Suara.com)

Editor : kk


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->