Connect with us

HEADLINE

Adu Figur Sahbirin Noor versus Denny Indrayana di Pilgub Kalsel, Siapa Lebih Unggul?

Diterbitkan

pada

Sahbirin dan Denny Indrayana menjadi kandidat yang dibincangkan dalam Pilgub Kalsel Foto: net/dok kanal

BANJARBARU, Keberanian Denny Indrayana maju sebagai penantang incumbent Sahbirin Noor di Pilgub Kalsel membuat atmosfir politik lebih bergairah. Perang figur kandidat dipastikan akan menjadi salah satu pertarungan yang sulit dielakkan dalam upaya merebut simpati publik. Antara sosok Denny sebagai tokoh asal Banua yang malang-melintang di pentas nasional, melawan Sahbirin yang populis di masyarakat.

Kehadiran dua tokoh tersebut memang seperti memiliki segmentasi berbeda. Gubernur Sahbirin yang menjadi incumbent dalam Pilgub 2020 mendatang, selama ini memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang merakyat dan tak birokratis.

Dalam berbagai kesempatan, Sahbirin yang populer dipanggil Paman Birin ini, mampu menjalin komunikasi tanpa sekat dengan masyarakat. Baik dengan tokoh, pemuda, hingga penjual nasi bungkus sekalipun.

Tak terhitung momen pada saat orang nomor satu di Kalsel ini dipergoki saat makan di sebuah warung kecil dan bercengkrama dengan pembeli lainnya. Budaya Mawarung (gemar berbelanja di warung, Red) kerap kali dilakukan orang nomor satu di Pemprov Kalsel itu. Terlebih saat menghadiri kegiatan seremonial atau memenuhi hajatan rakyat, entah di Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai, Batola, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Apa yang dilakukan Sahbirin ini, kata dia, bagian dari upaya menggerakkan ekonomi rakyat! Melalui obrolan di warung, pos kamling, hingga tempat-tempat hajat hidup masyarakat ini, dia menyerap aspirasi masyarakat.

“Saya dari dulu ya memang seperti ini. Saya suka mewarung dan bicara dengan masyarakat,” ungkapnya pada suatu kesempatan kepada Kanalkalimantan.com.

Sahbirin saat mewarung di Banjarbaru Foto: net/dok kanal

Tak hanya itu, Sahbirin selama ini juga rutin turun ke masyarakat. Menjangkau daerah pelosok, yang bahkan jarang dikunjungi oleh pejabat di daerah sekalipun. Dengan klup trailnya, dia tak lelah meskipun menempuh perjalanan lama dan melelahkan.

Bukti lain dari kepemimpinan Sahbirin yang mau turun langsung ke lapangan, juga dilihat media nasional saat ia memimpin langsung penyiapakan lahan pertanian di Jejangkit, Batola, dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2018 lalu.

Zainal Hakim, warga Desa Jejangkit Muara, mengakui totalitas Sahbirin yang bekerja siang-malam untuk menyiapkan lahan pertanian. “Bahkan beliau sering menginap di pondokan areal sawah. Pagi atau sore hari, beliau ikut membuka lahan dan menanam benih padi,” ucapnya.

Aksi serupa dilakukan Sahbirin, saat Kalsel menghadapi bencana Karhutla belum lama ini. Sebagai kepala daerah, ia tak segan turun langsung memadamkan api di areal yang sedang terbakar. Hal ini seperti dilakukan di kawasan Guntung Damar, Landasan Ulin beberapa waktu lalu.

Nah, selain kedekatan dengan masyarakat, Sahbirin tentunya juga memiliki relasi penting dengan petinggi partai politik serta kalangan bisnis. Itu sudah lumrah, karena saat ini Sahbirin juga memegang tampuk pimpinan DPD I Partai Golkar Kalsel. Dengan posisinya tersebut, tentunya dia memiliki jalur komunikasi politik yang luas. Baik dengan elit parpol tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Di kalangan bisnis, kedekatan Sahbirin dengan kalangan pengusaha juga sudah dikenal lama. Baik pengusaha lokal, hingga yang memiliki jaringan tingkat nasional. Sebab sebelum menjadi orang nomor satu di Kalsel, Sahbirin juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Jhonlin Sasangga Banua, anak perusahaan Jhonlin Group.

Sementara itu, Denny Indrayana sebagai calon penantang dikenal memiliki karier mencorong di bidang hukum dan pemerintahan. Puncaknya, adalah saat dia ditunjuk sebagai Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia periode 2011-2014 silam.

Pria kelahiran Kotabaru, Kalsel ini juga pernah menjadi Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Denny Indrayana merupakan putra asli banua, lahir di Kotabaru, Stagen, Kalimantan Selatan.

Diakuinya, dirinya sudah berkeliling dunia dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman (Kalsel). “Setelah lahir di Pulau Laut (1972), besar sampai lulus SMA di Banjarbaru (1991), sudah saatnya saya kembali pulang membangun kampung halaman, tempat kelahiran,” katanya saat jumpa pers pencalonannya.

Denny sendiri telah mengenyam bangku pendidikan yang cukup tinggi hingga bisa dianggap layak untuk memimpin pemerintahan di Kalsel. Berawal dirinya bekerja di Fakultas Hukum Universitas Gadajh Mada, hingga mendapatkan gelar Guru Besar (Profesor) di tahun 2018.

Bahkan, Denny juga sempat membantu saat kepemimpinan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, HAM, dan Pemberantasan KKN di tahun 2008-2011. Sampai akhirnya dirinya dilantik sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM periode 2011-2014.

“Saya sering melakukan sidak-sidak khususnya ke penjara dan Lapas kita untuk menertibkan dan membersihkan pungli dan narkoba. Pada tahun 2009-2011, Presiden SBY sempat mengangkat saya untuk menjadi Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, yang salah satunya berusaha menertibkan masalah penambangan ilegal (illegal mining) di Kalsel,” katanya.

Hingga pada tahun 2016 hingga 2019, Denny menjadi Guru Besar (Profesor) tamu dan menjadi salah satu Direktur untuk Pusat Studi Hukum Indonesia, Islam, dan Kemasyarakatan (CILIS, Centre for Indonesian Law, Islam, and Society) di Melbourne Law School, Australia.

Saat ini, Denny membuka kantor Advokat (lawfirm) di Jakarta dengan nama INTEGRITY (Indrayana Centre for Government, Constitution, and Society). Dalam pada tahun 2019 ini, Deny profesional diberi amanah untuk menjadi Wakil Ketua kuasa hukum Prabowo-Sandi dalam sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi.

Danny Indrayana saat sidang di MK terkait gugatan Capres Prabowo beberapa waktu lalu Foto: net/dok kanal

Incumbent Tak Gentar

Majunya Denny Indrayana menjadi tantangan bagi pertahana Sahbirin Noor, yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kalsel. Namun bukan berarti membuat Partai Golkar sebagai pengusung pertahana gentar.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Golkar Kalsel Puar Junaidi menyebut, langkah Denny menantang pertahana di Pilgub adalah bagian dari kemauan politik. “Semua orang punya kemauan politik masing-masing. Kita tidak menghambat proses keinginan orang (untuk maju pilkada),” kata Puar, Senin (14/10) sore.

Menurut Puar, pesta demokrasi sangat terbuka bagi siapapun, termasuk bagi Denny yang ingin berkompetisi pada Pilgub mendatang menantang gubernur pertahana. “Artinya siapapun yang ingin maju dipersilakan saja,” tegasnya.

Selain itu, figur gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini juga cukup dukungan, bahkan hingga ke akar rumput di desa-desa. “Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kalsel, artinya sudah memiliki akar rumput hingga sampai ke desa. Dari struktur kepengurusan partai, ini menjadi modal dasar,” katanya.

Selain itu, sebagai gubernur pertahana, Paman Birin juga dinilai memiliki modal yang cukup kuat untuk bisa bertarung di Pilgub. “Implementasi dari kebijakan yang dilakukan beliau selama memimpin Provinsi Kalsel ini merupakan sebuah pencitraan bagi diri beliau. Di samping bahwa beliau itu dalam kapasitas sebagai ketua partai,” kata Puar.

Dengan modal berupa keberhasilan selama memimpin Kalsel, akan menjadi “jualan” bagi Paman Birin untuk menggaet dukungan dari masyarakat Kalsel. “Sebagai petahana, artinya sudah memiliki perencanaan dan merealisasikan janji-janji politik beliau saat terpilih sebagai gubernur. Modal dasar beliau sudah cukup kuat,” jelasnya.

Sehingga, tidak ada kekhawatiran di tubuh DPD Partai Golkar Kalsel dengan kehadiran Denny Indrayana untuk menantang Paman Birin di Pilgub Kalsel mendatang “Jadi tidak ada yang dikhawatirkan dengan siapapun yang menjadi calon (penantang),” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Denny Indrayana menyatakan mantab untuk “turun gunung” melawan Paman Birin di Pilgub Kalsel 2020. Bahkan, Denny juga telah mendaftar di Partai Nasdem dan Partai Demokrat sebagai modal untuk maju di Pilgub. (rico/fikri)

Reporter : Rico/Fikri
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->