Connect with us

HEADLINE

53 Siswa SMPN 4 Banjarbaru Diduga Terpapar Hepatitis A, 20 Dinyatakan Positif

Diterbitkan

pada

Foto : net

BANJARBARU, Wabah penularan virus hepatitis A membuat was-was para orang tua siswa di dua kota bertetangga Banjarbaru dan Martapura.

Dari informasi yang diterima Kanalkalimantan.com di Banjarbaru ada puluhan pelajar di SMPN 4 Banjarbaru positif mengidap penyakit yang menyerang liver ini. Saat dikonfirmasi, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMPN 4 Banjarbaru Jarot Santosa mengatakan, hingga kemarin jumlah siswa yang diduga terjangkit hepatitis A sudah mencapai 53.

“Siswa yang terkena hepatitis A merata, dari kelas VII sampai IX,” katanya kemarin.

Jarot mengungkapkan, mewabahnya hepatitis A di SMPN 4 Banjarbaru baru mulai diketahui pada Jumat (29/11) lalu. Dimana, saat itu ada 8 siswa yang izin tidak masuk sekolah lantaran sakit.
“Sakit yang mereka rasakan gejalanya sama. Yakni, mual, pusing dan wajah menguning. Saat diperiksa, ternyata mereka positif hepatitis A,” ungkapnya.

Setelah itu, pada hari Senin (2/12) lagi-lagi ada sejumlah siswa yang tidak masuk sekolah dikarenakan sakit. Bahkan jumlahnya lebih banyak yakni 20 orang.

“Semuanya sama, juga sakit karena terjangkit hepatitis A,” paparnya.

Karena jumlah penderita hepatitis A di sekolahnya semakin banyak, pihak guru kemudian melapor ke Puskesmas Landasan Ulin.

“Setelah kami lapor, hari Selasa (3/12) pihak Puskesmas datang untuk memberikan penyuluhan dan melakukan pemeriksaan,” ujar Jarot.

Lanjutnya, pada saat pemeriksaan tim surveilans Puskesmas mengambil sampel darah 20 siswa yang diduga terjangkit hepatitis A. Lantaran, mengeluhkan mual dan pusing.

“Ketika hasilnya keluar, ternyata benar semuanya juga positif hepatitis A,” bebernya.

Kemudian, pada hari berikutnya Rabu (4/12) sampai Kamis (5/12) ternyata kembali ada beberapa siswa yang tidak masuk sekolah diduga juga akibat terpapar virus hepatitis A.

“Dalam dua hari itu ada tambahan lima siswa yang juga diduga terjangkit hepatitis A. Jadi total keseluruhan sudah 53 siswa yang terinfeksi penyakit itu,” kata Jarot.

Dia menyampaikan, saat ini 53 siswa yang terjangkit hepatitis A sedang diistirahatkan di rumah untuk memulihkan kondisi mereka.
“Kami meliburkan mereka selama satu bulan. Sebab, kalau di bawah 25 hari virus hepatitis masih bisa menular,” ucapnya.

Dengan terpaksa, para siswa yang diliburkan tersebut harus mengikuti ujian semester susulan. Karena, mereka tidak bisa masuk sekolah ketika ujian berlangsung.

“Bagi yang sudah agak fit, langsung kami minta ujian susulan di rumah. Tapi yang belum fit, kita tunggu sampai sembuh,” papar Jarot.

Untuk meminimalisir penularan hepatitis A di SMPN 4 Banjarbaru, dia mengungkapkan, saat ini pihak guru mewajibkan para siswanya hidup lebih bersih.

“Kalau mau makan kami wajibkan mencuci tangan pakai sabun,” bebernya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Abu Hanifah membenarkan bahwa tim surveilans mereka telah menemukan puluhan siswa SMPN 4 Banjarbaru terinfeksi hepatitis A.

“Tapi, jumlah yang kami terima belum sampai 53 kasus. Karena laporan dari beberapa rumah sakit yang positif hanya 20 orang,” ucapnya.
Menurutnya, ada sejumlah tahapan untuk melihat apakah anak-anak itu memang positif terjangkit hepatitis A atau tidak.

“Jadi, tidak bisa langsung menyebutkan 53 anak yang terinfeksi. Masih kita tunggu hasil yang lain,” paparnya.

Dia menyampaikan, pihaknya kini sedang berupaya agar virus hepatitis A tidak menyebar ke siswa lain. Yakni, dengan cara mencari tahu dari mana virus tersebut berasal.

“Sample makanan yang dijual di sana sudah kami ambil untuk mengecek apakah virus itu berasal dari makanan atau tidak,” katanya.

Bukan hanya itu, Abu menuturkan, pihaknya juga sudah meminta supaya para siswa yang positif terinfeksi hepatitis A diliburkan minimal 28 hari.
“Karena kalau di bawah 28 hari, virusnya masih bisa menular,” tuturnya.

Penularan virus hepatitis A sendiri menurutnya sangat cepat dan bisa melalui apa saja. Seperti, makanan dan alat makan yang dipakai secara bersama-sama.

“Tangan kurang bersih saat makan juga bisa tertular,” jelasnya.

Ditanya, selain di SMPN 4 Banjarbaru apakah kasus hepatitis A juga ditemukan di lokasi lain. Jawabnya, tidak. Itu lah alasannya, hingga kini Pemko Banjarbaru belum menetapkan kasusnya jadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Cuma ada di sekolah itu. Kalau misalnya kasus merata di Banjarbaru, baru ditetapkan KLB,” pungkasnya. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->