Connect with us

Hukum

5 Kg Sabu Jaringan Malaysia Gagal Edar di Kalsel, 100 Ribu Orang Terselamatkan!

Diterbitkan

pada

Tersangka jaringan sabu Malaysia dan pemakai diamankan jajaran Polda Kalsel Foto: Mario

BANJARMASIN, Penyelundupan sabu seberat 5 Kg berhasil digagalkan Polda Kalsel dari tersangka bernama Arif dan Fahri. Pengungkapan kasus ini disampaikan saat gelar perkara di Mapolresta Banjarmasin, Kamis (6/12) yang juga dihadiri Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani. Selaian dua tersangka tersebut, Polda juga menghadirkan seorang tersangka pengedar sabu seberat 3 ons yang ditangkap di Banjarmasin atas nama Ari.

Kapolda Irjen Yazid Fanani mengatakan, masuk sabu seberat 5 kg ini merupakan bagian dari jaringan dari Malaysia-Padang-Banjarmasin yang sebelumnya ‘mengobok-obok’ Kalsel. “Mereka merupakan bagian dari jaringan Malaysia-Padang-Banjarmasin yang sebelumnya telah berhasil diamankan,” ungkapnya.

Sementara menurut Kapolresta Banjarmasin Kombes Sumarto, Arif dan Fari yang merupakan kurir dari Jakarta dan Cirebon ini adalah sebagai fasilitator. Dan meka mengaku kali pertama melaksanakan aksinya. Kedua kurir ini mengelabui petugas bandara dengan cara meletakkan sabu tersebut di bagian selangkangan. Selain itu mereka juga memanfaatkan semua jalur yang ada untuk penyelundupan. “Semua jalur dimanfaatkan ya. Yang jelas mereka berupaya perjalannya ini tidak terdeteksi,” terang Sumarto.

Untuk melakukan aksi tersebut, mereka diberikan bayaran Rp 18- 20 juta. Sedangkan untuk tersangka Ari, pihak kepolisian mendapat kabar dari masyarakat Banjarmasin bahwa di TKP mereka sering melihat tersangka melakukan transaksi skala kecil. Selain sebagai pengedar, ia pun juga terlibat sebagai pemakai.

Sumarto juga menyampaikan kepada pihak media bahwa dengan terungkapnya 5 Kg narkoba jenis sabu ini berarti banyak pula nyawa-nyawa yang terselamatkan. Karena bukan main-main, 5 Kg bukan jumlah yang kecil.

“Seandainya 1 Gr bisa digunakan oleh 20 orang, kan bisa tuh satu paket hemat dipakai 0,5 Ons dipakai 5 orang. Berarti kira-kira 100 ribu orang lebih terselamatkan. Bukan masalah harga,” ungkap Sumarto.

Dengan semakin mendekatnya akhir tahun dan jaga-jaga jika peredaran ini menjadi indikasi untuk stok tahun baru pihak kepolisian makin giat untuk melakukan razia di tempat hiburan malam maupun jalur masuk kota dan provinsi.

Dalam  kegiatan ini hadir pula Dir Narkoba Polda Kalsel, Kombes Wisnu Widarto, Kapolresta Banjarmasin Kombes Sumarto, Wakapolresta Banjarmasin, Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin, Kompol Herry Purwanto serta jajaran perwira yang lain. (mario)

Reporter:Mario
Editor:Cell

Bagikan berita ini!