Connect with us

HEADLINE

3 Tahun Kepemimpinan, Ibnu Sina Terutang Program Bahuma dan Jembatan Gantung

Diterbitkan

pada

Walikota Ibnu Sina dan Wawali Hermansyah memaparkan pencapaian tiga tahun kepemimpinananya. Foto : mario

BANJARMASIN, Sejumlah program dan capaian dipaparkan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan Wakil Walikota Hermansyah selama tiga tahun masa kepemimpinannya. Dari berbagai hal yang telah dilaksanakan, mereka mengaku ada dua program yang sampai saat ini belum berhasil direalisasi sejak 2016 silam.

Dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Makan Palui, Jalan Jafri Zamzam, Banjarmasin, Kalsel, Rabu (13/2), keduanya mengutarakan sejumlah kegiatan dan program yang telah berjalan semasa kepemipinannya. Ibnu Sina juga menyampaikan dua janji politik yang belum bisa terlaksana dalam tiga tahun masa kepemimpinanya.

Dua janji politik yang belum terealisasi tersebut adalah program Bahuma (Bausaha Tanpa Bunga) dan pembangunan Jembatan Gantung di Pulau Bromo, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin. Ibnu Sina menjelaskan, program Bahuma terkendala regulasi kerena Pemko perlu memiliki Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tersendiri.

“Kita sudah membicarakan hal tersebut dengan Otoritas Jasa Keuangan di Banjarmasin. Pemko Banjarmasin pun akan mendapatkan kemudahan pembiayaan, yakni modal mendirikan BPR Syariah yang bisa hanya Rp 10 miliar, padahal secara normal Rp 25 miliar,” ungkapnya.

Apabila BPR telah berdiri, Ibnu mengatakan masyarakat pun bisa melakukan peminjaman tanpa bunga, atau bunga nol persen. Namun selama ini karena terkendala regulasi yang tidak memungkinkan penawaran bunga nol persen untuk usaha, Program Bahuma pun belum bisa dilakukan.

Selain program Bahuma, ia mengatakan janji lainnya yang belum terealisasi ialah pembangunan Jembatan Gantung di Pulau Bromo, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin. Direncanakan pada 2019 ini pihaknya akan membuat Detail Enginering Desaign untuk jembatan gantung tersebut. Sehingga pada 2020 mendatang pembangunan atau pengerjaan sudah bisa dilakukan.

“Artinya bukan tidak dilaksanakan. Dilaksanakan tapi terkendala di lapangan baik regulasi dan sebagainya. Serta kalau jembatan perlu waktu, saya yakin bisa kami laksanakan janji itu,” paparnya.

Ia mengatakan, pada 2019 ini, Pemko Banjarmasin telah membuat Detail Enginering Desaign (DED) untuk jembatan gantung tersebut. Sehingga pada 2020 mendatang diharapkan olehnya pembangunan sudah bisa dilakukan.

Pembuatan jembatan gantung Pulau Bromo ujar Ibnu tetap memperhatikan estetika dan fungsi. Sebutnya pula, jembatan gantung Pulau Bromo akan menjadi satu ikon di Kota Banjarmasin. Selain itu pada tahun sebelumnya pihaknya sudah melakukan uji kelayakan pada lokasi pendirian jembatan gantung.

“Sampai tahun ketiga ini kami sudah menyelesaikan studi kelayakan dan tahun ini kami menyusun DED untuk jembatan gantung dengan bentang panjang yang hampir 140 meter,” jelasnya.

Jembatan gantung Pulau Bromo berbeda dari jembatan gantung pada umumnya. Hal itu terlihat dari rencana bentang panjang jembatan dan kondisi tanah yang labil. Tentunya keberadaan jembatan penghubung itu akan mempermudah penduduk Pulau Bromo untuk menuju Kota Banjarmasin. Dimana selama ini penduduk pada bagian kota Banjarmasin yang terpisah oleh Sungai Barito tersebut harus menggunakan jalur transportasi air untuk ke Banjarmasin.

Ia pun berharap, berdirinya Jembatan Bromo nanti bisa mempermudah aktivitas masyarakat bepergian. Sehingga tidak lagi tergantung pada kondisi air yang kadang sangat landai ketika surut dan dalam saat air pasang.

Sebagaimana diketahui, pembangunan jembatan gantung Pulau Bromo merupakan satu janji politik yang diberikan oleh Ibnu Sina kepada warga di kawasan tersebut. pada masa kepemimpinan dirinya dan Hermansyah yang sudah tiga tahun ini,upaya pembangunan masih berlanjut.

Sementara beberapa janji politik lainnya yang sudah ditepati ialah pembenahan infrastuktur sungai untuk kepentingan pariwisata dan transportasi sungai. Selain itu pendirian Wira Usaha Baru (WUB) sebanyak 2500 untuk mendukung Kota Banjarmasin sebagai kota perdagangan dan jasa serta perbaikan pelayanan publik yang berbasis smart city.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share