Connect with us

HEADLINE

25% Wilayah Banjarbaru Belum Terlayani, PDAM Intan Banjar Dituntut Ekspansi

Diterbitkan

pada

Jaringan perpipaan PDAM Intan Banjar.

BANJARBARU, Belum seluruh wilayah di kota Banjarbaru terjangkau pelayanan air bersih. Hal ini terlihat dari cakupan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar yang masih belum dapat mencapai 100 persen.

Kabag Hubungan Langganan PDAM Intan Banjar, Hujaimah Sanusi SE mengatakan, saat ini total jumlah pelanggan mencapai 86 ribu sambungan rumah (SR). Ia merincikan untuk di kota Banjarbaru sendiri mencapai 51 ribu SR, sedangkan Kabupaten Banjar sebanyak 35 SR.

“Khusus di kota Banjarbaru sudah mencapai 75 persen dari jumlah penduduk. Jadi masih ada 25 persen yang belum, totalnya 48 ribu SR terlayani melalui bukan jaringan perpipaan (sumur galian),” ujarnya, Selasa (18/6).

Kabag Hubungan Langganan PDAM Intan Banjar, Hujaimah Sanusi SE. Foto : rico

Dari pemetaan, tercatat lokasi yang belum terlayani jaringan perpiapan PDAM Intan Banjar hingga saat ini hanya ada berada di sebagian wilayah lingkup 4 kecamatan yakni Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru Selatan, Cempaka, dan Liang Anggang.

Hal ini diakui Hujaimah, selain masih adanya masyarakat yang nyaman memfungsikan sumur galian, juga karena jaringan pipa air PDAM yang masih belum menjangkau di wilayah-wilayah tersebut.

“Untuk pengembangan jaringan pipa kita usahakan agar tercapai kedepannya khususnya di area pengembangan Bandara Syamsudin Noor, Cempaka dan Landasan Ulin,” lanjutnya.

Pertumbuhan pelanggan PDAM Intan Banjar, setiap tahunnya sejak tahun 2014 sampai sekarang, rata-rata mencapi 8 ribu SR. Jumlah ini berhasil dipertahankan, salah satunya lewat topangan program pemerintah daerah yakni pemasangan sambungan air gratis.

Tercatat, dari hasil realisasi program pemerintah daerah tersebut berhasil menarik 600 hingga 1.000 SR yang berlangganan di PDAM Intan Banjar. Sebagian lagi, memilih untuk memasang secara reguler dengan total mencapai 7 ribu SR.

Dijelaskan Hujaiman, pihak PDAM Intan Banjar optimis target cakupan pelayanan mencapai 100 persen. Namun ia juga menyadari kondisi wilayah di Banjarbaru yang membuat pihaknya dituntut untuk terus melakukan perluasan jaringan pipa.

“Kita berkembangnya menurut perkembangan penduduk dan lokasi perumahan yang dibangun. Ketika kita membangun jaringan pipa di sini, mereka membangun jauh di luar eksist kita, ini artinya bukan menghambat tapi selalu menuntut kita untuk melakukan ekspansi,” pungkasnya. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->