Connect with us

Kanal

20 Nanang Galuh HSU Unjuk Bakat di Malam Presentasi

Diterbitkan

pada

Audisi Nanang dan Galuh HSU menunjukkan kepiawaian masing-masing dalam tahapan penilaian presentasi dan bakat di hadapan para dewan juri, Minggu (28/7) malam. Foto : dew

AMUNTAI, Sebanyak 20 peserta seleksi audisi Nanang dan Galuh HSU menunjukkan kepiawaian masing-masing dalam tahapan penilaian presentasi dan bakat di hadapan para dewan juri, Minggu (28/7) malam.

Malam presentasi bakat ini, para peserta diberikan waktu 7 menit untuk mempertontonkan pengetahuan tentang Kabupaten HSU serta menunjukkan kemampuan bakat yang dimiliki.

Mulai dari menari, bermain musik, menyanyi dan sebagainya ditunjukkan para peserta, di halaman kantor Bupati HSU.



Satu per satu peserta tampil memukau untuk menampilkan berbagai macam kemampuan bakat yang mereka miliki agar menarik para juri untuk memberikan penilaian yang maksimal.

Salah satunya, Alisa Qatrunnida, asal Kelurahan Kebun Sari, Amuntai Tengah, tampil dengan presentasi tentang mesjid tertua di HSU yaitu Mesjid Sungai Banar, Kecamatan Amuntai selatan.

Alisa mengatakan, tujuannya mengikuti Nanang Galuh HSU ini yaitu untuk menggali ilmu tentang pariwisata dan kebudayaan daerah, dan juga ingin membanggakan kedua orang tua.

“Untuk persiapan mengikuti Nanang Galuh ini tentunya perlu belajar berbicara yang bagus, mengasah bakat yang sudah ada dan yang terpenting yaitu menjaga stamina untuk kesiapan dan penguasaan wawasan, sehingga pada saat tampil kita bisa lebih maksimal,” ungkap mahasiswi ULM Banjarmasin ini

Kepala Dinas Disporapar, Fajeri Ripani mengatakan, pemilihan Nanang Galung merupakan program pemerintah Kabupaten HSU melalui Disporapar untuk mencari sosok pemuda yang memiliki 3B yaitu, Brain (Kecerdasan), Beauty (Penampilan), Behavior (Penampilan).

“Para peserta yang dapat mempromosikan pariwisata di HSU baik tingkat lokal, regional, nasional hingga internasional,” jelas Fajeri.

Melalui pemilihan Nanang Galuh ini diharapkan dapat menjaring pemuda – pemuda yang memiliki keahlian dalam bidang kesenian sehingga dapat menjadi pelesetari budaya dan kesenian agar tidak dimakan zaman dan derasnya arus globalisasi. (dew)

Reporter:Dew
Editor:Bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->