Connect with us

HEADLINE

20 Jam Dicari, Salwa Sempat Diminta Menepi ke Rakit

Diterbitkan

pada

Pencarian Salwa akhirnya membuahkan hasil. Jasad bocah yang tenggelam saat mandi itu ditemukan 300 meter dari lokasi pertama hilangnya Salwa. Foto: ebr for kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pencarian terhadap jasad Salwa Azkia (10), bocah yang yang tenggelam di Sungai Baung, Desa Astambul Seberang, RT 01 Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar pada Senin (7/8/2020) sekitar pukul 17.00 Wita, cukup menyita perhatian. Selama lebih 20 jam, tim gabungan melakukan pencarian hingga akhirnya jenazah bocah yang masih duduk di bangku kelas 4 SD tersebut ditemukan.

Salwa, bocah malang tersebut ditemukan 300 meter dari lokasi tenggelam pada Selasa (8/9/2020) sekitar pukul 13.15 Wita. Almarhumah langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah neneknya, di RT 01 Desa Astambul Seberang.

“Awal yang menemukan adalah warga setempat. Korban timbul di permukaan air di tepi sisi sungai,” kata Kepala UPT Damkar Banjar, Gusti Yudhi kepada kanalkalimantan.com “Waktu itu, tim gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar tepi tepi sungai. Ditemukannya juga tidak jauh dari tim relawan,” tambahnya.

Usai dievakuasi, jenazah Salwa disambut oleh keluarga dan anggota PMI yang melakukan pembersihan di tubuh korban. Sebelumnya, UPT Damkar Banjar beserta para relawan, Basarnas, Water Rescue Alalak Selatan Banjarmasin dan TNI/Polri bahu membahu melakukan pencarian sejak tadi malam. Pencarian ini melibatkan puluhan anggota dan menggunakan 3 perahu karet, tim penyelam, dan beberapa jukung, dari warga sekitar.



Salwa tenggelam ketika sedang mandi bersama adiknya Muhammad Hassan. Kabar hilangnya Salwa Azkia, anak dari pasangan Ida Wati dan Syamsu Noor tersebut baru diketahui Herlina yang merupakan bibi dari orang tua Salwa, usai pulang dari aktivitas berjualan jengkol rebus di samping ruas Jalan A Yani.

Herlina selaku bibi korban menceritakan kepada kanalkalimantan.com, bahwa ia ada firasat tak enak sebelum kejadian tersebut. “Akhirnya, saya pun izin sama pemilik barang dagangan saya untuk pulang ke rumah. Biasanya saya pulang menjelang Magrib,” katanya.

Sesampainya di rumah, Herlina pun terkejut melihat kerumunan di sekitar rumahnya, dan mendengar kabar bahwa Salwa tenggelam di Sungai Martapura atau yang lebih dikenal warga sekitar dengan sebutan Sungai Baung.

“Saya pun mendengar keterangan dari Muhammad Hassan (9) yang merupakan adik Salwa. Sekitar jam 3 sore Hassan bersama kakaknya sedang mandi di atas batang (rakit bambu). Kemudian Hasan mengambil sabun ke rumah, namun setelah kembali ke sungai Salwa sudah tidak ada lagi, hanya tertinggal sarungnya,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan Hassan yang merupakan adik korban, Salwa pun berenang ke tengah sungai, dan Hassan pun sempat memperingatkan untuk menepi ke rakit. Namun Salwa menolak untuk menepi ke rakit, sebelum akhirnya dia tenggelam.

Hal serupa pun diungkapkan ibu korban yakni, Ida Wati yang baru pulang berjualan dari Kota Kapuas, Kalimantan Tengah. “Sebelum mengetahui Salwa anak saya tenggalam di sungai. Saya sempat menanyakan kepada Hassan dimana kakanya? Hassan seperti orang kebingungan dan tak bisa menjawab. Sebelum akhirnya dibilang Salwa berenang di sungai,” jelas ibu korban yang biasa disapa Aluh.

Mendengar keterangan dari Hassan tersebut, keluarga Salwa bersama warga sekitar langsung bergegas mencoba mencari Salwa dan menyusuri tebing tebing sungai untuk memastikan apakah benar tenggelam atau tidak. “Di atas batang benar, kami mendapati sarung yang biasanya digunakan Salwa untuk mandi,” ucap Aluh. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter: Wahyu
Editor: Cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->