Connect with us

Kota Banjarmasin

1000 Sungai 1000 Tumbler, Upaya ‘Perangi’ Sampah Plastik di Kota Seribu Sungai

10 Botol Bekas Air Minum Kemasan Ditukar 1 Tumbler

Bagikan berita ini!
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Diterbitkan

pada

Gerakan 1000 sungai 1000 tumbler dilakukan Pemko Banjarmasin mengurangi produksi sampah plastik di Banjarmasin. Foto : humas pemkot Banjarmasin

BANJARMASIN, Bersama ribuan masyarakat Kota Seribu Sungai, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina menggelorakan gerakan melawan sampah plastik, dengan cara membagikan 1.250 botol minum (tumbler), di Siring Menara Pandang, Minggu (3/2).

Pembagian botol air minum itu, dimaksudkan agar masyarakat dapat mengurangi pemakaian botol air minum plastik sekali pakai yang biasa langsung dibuang.

Kota Banjarmasin merupakan kota pertama di Indonesia yang menerapkan pelarangan penggunaan kantong plastik bagi ritel dan toko modern. Pelarangan tersebut dituangkan dalam Perwali Nomor 18 yang diterbitkan tahun 2016 tepatnya sesaat setelah duet Ibnu Herman dilantik sebagai Walikota Banjarmasin dan Wakil Walikota Banjarmasin.

Di tahun 2019 ini, gebrakan lain yang diambil Pemko Banjarmasin agar gaung pelarangan penggunaaan kantong plastik tetap eksis adalah dengan cara menerapkan Perwali Nomor 18 tahun 2016 di pasar tradisional, dan saat ini sudah ada dua unit pasar yang menerapkan pelarangan tersebut, yakni Pasar Pandu dan Pasar Teluk Dalam.

“Sekarang di awal tahun 2019, kita ingin melakukan sebuah gerakan bersama-sama untuk mengurangi sampah plastik, dengan menggunakan botol minum tumbler pengganti air kemasan,” ujar Ibnu Sina.

Sosialisasi dan pembangian tumbler kepada masyarakat dengan cara menukarkan 10 botol bekas minuman kemasan 60 mililiter, dengan satu buah tumbler itu, kali pertama dilaksanakan di Kota Banjarmasin. Hal ini sengaja dilakukan sebagai bentuk kreatifitas dan inovasi yang telah dilakukan Pemko Banjarmasin, untuk lebih mensosialisasi Perwali Nomor 18 tahun 2016 kepada masyarakat.

“Ini memang acara pertama kali, 1000 sungai 1000 tumbler. Spiritnya adalah kita ingin mengurangi kantong plastik. Tahun lalu kita menggunakan pelarangan kantong plastik di ritel dan toko modern, sekarang harus ada inovasi baru yaitu untuk mengurangi plastik dengan selalu memakai tumbler ke sekolah-sekolah dan ke tempat kerja,” beber Ibnu Sina.

Antusias masyarakat mengikuti ajakan pemimpin kota berslogan Baiman itu, terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang, kemudian menukarkan botol plastik bekas air kemasan yang mereka bawa.



Saking banyaknya masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini, panitia pelaksana kegiatan sempat kewalahan melayani masyarakat yang ingin mendapatkan tumbler.
Namun begitu, mantan anggota DPRD Kalsel tiga periode ini tetap menyatakan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat dan panitia yang telah mensukseskan upaya mengurangi sampah plastik di Banjarmasin ini.

“Ini adalah rangkaian dari Hari Peduli Sampah, kami berharap apa yang kami lakukan dengan pengurangan sampah dengan penggunaan tumbler baik di sekolah-sekolah, instansi pemerintah, termasuk juga seluruh instansi yang ada di Kota Banjarmasin mendukungnya,” katanya.

Botol bekas air kemasan yang ditukarkan dengan sebuah tumbler itu, akan dimasukan ke Bank Sampah Kota Banjarmasin yang berjumlah 247 unit tersebar di 52 kelurahan, yang terdiri dari 20 unit Bank Sampah Besar di Kota Banjarmasin dan 1 unit Bank Sampah Induk.

Terobosan lain yang dilakukan Pemko Banjarmasin untuk mempersempit ruang gerak penggunaan plastik di kota ini dengan cara menggandeng PDAM Banjarmasin. Tujuannya, agar BUMD tersebut dapat menyediakan air minum siap saji di titik-titik tertentu yang dapat dijangkau masyarakat.

Untuk dilingkup Pemko Banjarmasin, H Ibnu Sina menyarankan agar Bagian Umum Setda Kota Banjarmasin, nantinya dapat menyediakan dispenser yang bisa digunakan seluruh ASN memenuhi kebutuhan air minum. “Mudah-mudahan hal ini bisa semakin mengurangi sampah plastik, karena itu memang komitmen kita dalam Jakstrada mengurangi sampah bersumber bahan plastik ini adalah 18 persen per tahun. Dan pada saatnya nanti mungkin saya akan melarang seluruh penggunaan air kemasan di lingkup Pemko Banjarmasin,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang dirangkai dengan talk show bertemakan “Banjarmasin Melawan Sampah Plastik” itu, ia juga menceritakan tentang gerakan membawa tumbler ke sekolah yang telah dilakukan beberapa sekolah yang ada di kota ini.

Saat ini ada beberapa sekolah di kota Banjarmasin telah lebih dahulu mensosialisasikan kegiatan tersebut. “Kemarin saya berkeliling ke beberapa sekolah, ternyata mereka ada yang sudah menerapkan ini. Oleh karena itu, saya memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang ada di Kota Banjarmasin,” pungkasnya. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
-->