Connect with us

Hukum

Terbaring Lemah di RS, Pembakal Gunung Batu Ungkap Kronologi Pembacokan

Diterbitkan

pada

Teks: Marsuli yang saat ini masih terbaring di rumah sakit didampingi istrinya. Foto: rendy

MARTAPURA, Marsuli, seorang pembakal (kepala desa) Gunung Batu, Kecamatan Sambung Makmur, Kabupaten Banjar yang sebelumnya mengalami luka sabetan celurit saat ini masih terbaring di RS Pelita Insani. Kepada kanalkalimantan.com, ia menjelaskan kronologi kejadian yang menimpanya Jumat (14/12) lalu.

Satu minggu sebelum kejadian pelaku RY sempat datang ke rumahnya untuk meminta perbaikan jalan desa di sekitar rumah kakeknya. “Dia (RY) minggu sebelum kejadian sempat ke rumah untuk menginformasikan jalan yang rusak dan meminta untuk dilakukan perbaikan. Setelah itu, kita rapatkan dengan yang lain dan merencanakan untuk menambal jalan yang rusak tersebut menggunakan semen secara gotong-royong,” ujarnya.

Pada Jumat (14/12), Marsuli bersama Tim Pelaksana Kerja (TPK) dan Aparat Desa berangkat menuju lokasi untuk melakukan penambalan. Namun setelah di lokasi orang tua RY melarang mereka untuk memperbaiki jalan. “Lalu saya putuskan untuk pulang dan singgah di muka rumah TPK dan berjumpa mantan ketua RT untuk berbincang,” ujarnya.

Sembari berbincang dengan mantan ketua RT tiba-tiba datang RY dari belakang langsung menyabetkan celuritnya sehingga berhasil melukai Marsuli dipunggung dan tangan. Merasa terancam keselamatannya Marsuli langsung berlari dengan menggunakan motor untuk menuju ke tempat yang aman hingga akhirnya ditolong oleh warga.

“Untungnnya Pak RT waktu itu berteriak awas ada celurit, makanya saya sempat lompat, namun celuritnya masih melukai saya, lalu saya lari minta pertolongan dan tidak sadarkan diri hingga sampai di rumah sakit,” akunya.

Lelaki beranak dua itu mengharapkan atas kejadian yang menimpanya tersebut, agar pelaku diproses secara hukum. Walau anatara dirinya dan pelaku RY masih ada hubungan keluarga. “Saya meminta agar kasus ini diproses secara hukum yang berlaku. Sementara dari itu saya juga minta pendampingan secara hukum jika melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan dana desa, sehingga kedepan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” harapnya.

Hal sama juga diutarakan oleh istrinya bernama Mariani. Ia mengatakan masih trauma atas kejadiannya yang menimpa suaminya. “Jujur saja saya masih trauma atas kejadian yang menimpa suami saya, tapi mau bagaimana lagi. Saya mengharapkan untuk pelaku agar bisa diproses secara hukum yang berlaku,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima kanal kalimantan.com bahwa kejadian tersebut terjadi pada Jumat (14/12) pukul 15.00 wita. Lalau tak berselang lama pelaku berhasil diamankan oleh Polsek Sambung Makmur. Pelaku berinisial RY melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara menyabetkan celurit sehingga korban mengalami luka pada bagian punggung dan lengan kanan.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete SH SIK MH melalui Kapolsek Sambung Makmur Ipda Nurhuda megatakan, pelaku sudah berhasil diamankan pada Jumat (14/12). “Alhamdulillah pelaku berhasil kami amankan, tidak lama setelah kejadian” jelas Kapolsek.

Sementara untuk penyebab pelaku yang tiba-tiba menyerang korban, Kapolsek menyebut motifnya masih didalami polisi. “Untuk motif atau alasan pelaku menyerang korban masih kami dalami, dugaan sementara penganiayaan didasari karena permasalahan jalan rusak di dekat rumah pelaku,” kata Ipda Nurhuda.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pelaku saat ini sudah diserahkan Polsek Sambung Makmur ke Polres Banjar pertimbangan keamanan. (rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
-->