Server Induk Disdukcapil Banjar Akhirnya Sehat, Pelayanan Kembali Normal - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kabupaten Banjar

Server Induk Disdukcapil Banjar Akhirnya Sehat, Pelayanan Kembali Normal

Diterbitkan

pada

Kadisdukcapil Banjar H Azwar Hadi Foto : rendy

MARTAPURA, Pasca ‘ngambek-nya’ server induk di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banjar selama dua hari terakhir, pelayanan urusan dokumen kependudukan sudah kembali normal mulai Rabu (19/9) pagi.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Banjar H Azwar Hadi ketika ditemui Kanal Kalimantan disela acara RPJMD di Mahligai Sultan Adam Martapura mengatakan, setelah melakukan perbaikan secara mandiri, Selasa (18/9) lepas siang server induk sudah bisa digunakan kembali. Sedangkan untuk pelayanan kembali dilakukan pada Rabu 19 Septeber 2018 berjalan secara normal.

“Alhamdulilah server induk sudah kita perbaiki, dan hari ini kita sudah bisa melakukan pelayanan kembali kepada masyarakat dengan normal sejak pagi hari ini,” sahutnya.

Lalu apakah ada kelonjakan atau penumpukan pengunjung yang berurusan pasca matinya server induk? Azwar mengatakan memang ada kelonjakan namun tidak terlalu signifikan dan masih di batas normal. Sehingga pihaknya tidak perlu menambah jam kerja untuk mengejar tugas tambahan yang diprediksi menumpuk tersebut

“Kita tidak menambah jam kerja untuk mengerjakan pelayanan yang diprediksi melonjak, mengingat saya rasa itu masih normal dan dalam batas wajar,” pungkasnya.

Sepeti diberitak sebelumnya kerusakan server induk Disdukcapil Banjar mengakibatkan pelayanan dokumen kependudukan yang diberikan kepada masyarakat mati total dan tertunda.

Kepala Seksi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Bidang Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Noor Syawli Syahri SKom mengatakan, kerusakan server induk tersebut sudah terjadi sejak dari hari Minggu (16/9) sampai dengan hari Selasa (18/9). Imbasnya pelayanan yang diberikan seperti percetakan, perekaman KTP dan KK, akte kelahiran dan lain-lain terganggu dan tidak bisa dilakukan sama sekali.

Sejatiya Disdukcapil Banjar sudah berulangkali untuk mengajukan perawatan server itu ke pusat namun selalu ditolak, seharusnya minimal alat itu dirawat sebulan sekali. Namun hingga sekarang server tersebut tidak pernah dirawat. Kerusakan terjadi kali ini juga diakibatkan oleh ruangan atau tempat penyimpanan server jauh dari standar, sehingga server tersebut rentan terhadap kerusakan. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan