Connect with us

Pendidikan

Sebanyak 11.733 Siswa Berebut 2.000 Kursi di ULM lewat Jalur SBMPTN

Diterbitkan

pada

Siswa mengikuti SBMPTN di kampus ULM Banjarmasin. Foto : ammar

BANJARMASIN, Sebanyak 11.733 siswa mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang digelar di kampus ULM di Banjarmasin, Selasa (8/5). Mereka akan berebut sebanyak 2.000 bangku kuliah yang disediakan kampus tertua di Kalsel tersebut melalui jalur seleksi bersama.

Jumlah perserta SBMPTN kali ini lebih besar dibanding peserta tahun 2017 sebanyak 11 ribu dan tahun 2016 yang mencapai 10 ribuan peserta. Kenaikan jumlah peserta ini, bisa jadi lantaran banyaknya program studi (prodi) di ULM yang telah berakreditasi A.

Terkait ujian yang berlangsung hari ini tadi, Wakil Rektor Bidang Akademik ULM, Prof Dr Ahmad Alim Bachri mengatakan tak ada kendala dalam pelaksanaan SBMPTN.

“Alhamdulillah semua lancar dan aman. Tidak ada juga unsur perjokian yang selama ini dikhawatirkan akan terjadi. Ini juga berkat kerja keras semua pihak,” jelasnya.



Dia mengatakan, ada 586  panitia dan pengawas yang terlibat dalam SBMPTN ini. Dimana jumlah tersebut belum termasuk internal pengamanan, Menwa, BEM, Pramuka dan lainya. Termasuk juga andil dari kepolisian yang turut dalam hal pengaman soal ujian sejak pengiriman soal dari panitia pusat hingga sampai di tempat ujian.

Di sisi lain, Ardianto panitia SBMPTN mengatakan, siswa yang mengikuti tes SBMPTN berasal berbagai daerah. Termasuk luar Kalimantan Selatan. “Saya sempat menemui siswi dari Grogot Kalimantan Timur untuk mengikuti tes ini. Alasannya hanya Ingin masuk Fakultas Hukum ULM dan dia sudah tinggal di Banjarmasin selama 2 minggu ditampung oleh asrama mahasiswa Kaltim,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Imam, pegawai pelayanan rektorat ULM Banjarmasin, banyak yang masih menggunakan UTBC karena perangkat untuk basis komputer overload atau kelebihan peserta. “Jadi, kendala kebanyakan peserta. Di tahun mendatang harus diperbanyak lagi perangkatnya,” katanya.

Sebelumnya, Denny Heriyadi salah satu Tim Monev Pusat yang melakukan monitoring kesiapan SBMPT di ULM mengatakan bersyukur tim panlok ULM sudah siap berdasarkan hasil monev selama satu hari di ULM. Ia melihat panlok ULM sudah menyiapkan perangkat ujian sesuai SOP yang ditentukan pusat.

Pola penilaian hasil ujian tahun ini berbeda dari tahun 2017, misalnya ada sistem minus. Jika jawaban benar nilainya 4, dan minus 1 jika jawabannya salah. “Sekarang tak pakai sistem itu. Sekarang pakai pembobotan. Dimana peserta ujian, diarahkan ke Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan jumlahnya diperbanyak dari tahun lalu,” ujarnya.

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran Bandung ini mengatakan pola UTBK akan diperluas lagi ke depan, bahkan ada kemungkinan memakai sistem paperless. “Makanya tahun 2018 ini diuji coba terus, yang akan diuji cobakan kepada 20 ribu lebih peserta lewat UTBK,” paparnya. (Ammar)

Reporter : Ammar
Editor : Chell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->