Hukum
Satpol PP Banjarmasin Dapati 26 Warung Pelanggar Perda Ramadhan
BANJARMASIN, Sepanjang Ramadhan kali ini, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjarmasin mendapati 26 warung makan yang buka pada siang hari.
Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin Hermansyah mengatakan, masih ada sejumlah kawasan yang belum tersentuh razia. Laporan itu terus ditelusuri melalui informasi warga setempat yang resah akan adanya warung sakadup.
“Ada beberapa wilayah saat ini untuk wilayah Banjarmasin Timur yang kami curigai adanya warung sakadup,†tegasnya.
Satpol PP saat ini telah menerapkan suatu cara pendekatan. Sebelumnya warung sakadup hanya digaruk saat operasi yustisi dengan mengandalkan informasi intelijen. Kini, di luar operasi sekalipun bisa dijaring.
“Sepekan kedepan, kami masih terus menggelar operasi yustisi penegakan Perda Ramadhan,†katanya.
Patroli keliling kota yang rutin digelar Satpol PP dan Linmas. Semua personil diminta membuka mata lebar-lebar. Jika menemukan warung, depot atau restoran yang gelagatnya mencurigakan, segera laporkan ke bagian penindakan.
“Kawan-kawan patroli, kalau ketemu sakadup di jalan akan turun memberikan teguran kepada pemilik. Warungnya akan didata dan dilaporkan ke bagian operasi yustisi untuk ditindaklanjuti,†ujarnya.
Terkait hasil tangkapan kemarin, satu warung sakadup terjaring di Jalan Sultan Adam. Satu lagi di Jalan Sutoyo S, dan terakhir dekat Pelabuhan Trisakti. Sesuai Perda No 4 Tahun 2005 tentang Larangan Kegiatan Selama Bulan Ramadhan, pemilik warung dikenai sanksi tipiring (tindak pidana ringan). Setelah dibawa ke Pengadilan Negeri Banjarmasin, hakim biasanya menjatuhkan vonis denda berkisar antara Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.
“Trennya bagus. Awal razia digelar terjaring sembilan buah warung. Jumlahnya terus menurun. Sekarang tersisa tiga saja. Artinya razia ini menimbulkan efek jera,†ujarnya.
Merujuk Perda Ramadhan, warung makan baru boleh buka pada jam lima sore menjelang waktu berbuka puasa. Kelonggaran hanya diberikan pada pedagang Pasar Wadai yang boleh buka sejak jam tiga siang.
Dengan syarat hanya boleh melayani penjualan makanan bungkusan. Dilarang memberikan wadah untuk makan di tempat. “Kalau buka sejak pagi, kasih tempat untuk makan, apalagi secara diam-diam. Ya, itu sudah tergolong sakadup,†jelasnya. (ammar)
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari
-
HEADLINE3 hari yang laluMenhub: KNKT Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPeduli Keselamatan Relawan Pemadam, Bupati Banjar Serahkan 350 Alat Pelindung Diri
-
HEADLINE2 hari yang laluBangkai Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Kedalaman 30 Meter
-
HEADLINE2 hari yang laluBMKG: DIY Terpanjang, Kalsel dan Kalteng 89 Hari Tanpa Hujan
-
HEADLINE2 hari yang laluOperasi SAR Bawah Air, Kopaska Diterjunkan Cari 129 Korban Kapal Virgo
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluBasarnas Kerahkan 22 Armada Cari 129 Korban Kapal Virgo


