Connect with us

HEADLINE

Ruang Kelas Kurang, Tumpang Tindih Lahan SDN 2 Laura Minta Diselesaikan

Diterbitkan

pada

Suasana belajar mengajar empat rombel kelas tiga di ruang aula SDN 2 Landasan Ulin Utara Kota Banjarbaru, Jumat (18/7/2025) lalu. Foto: wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Proses belajar mengajar empat rombongan belajar (rombel) kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Landasan Ulin Utara (Laura) dilakukan siswa siswi di ruang aula terbuka pada awal tahun ajaran baru 2025/2026.

Kondisi ini menjadi sorotan berbagai pihak karena murid tidak menggunakan meja dan bangku yang biasa difasilitasi untuk belajar, tapi dengan cara lesehan dan membawa meja dari rumah menjadi alternatif murid belajar di sekolah.

Kepala SDN 2 Laura, Nurdin menjelaskan bahwa pada mulanya aula sekolah masih belum digunakan sebagai ruang belajar karena belum memadai.

“Pada mulanya aula ini tidak seperti ini, namun Alhamdulillah dengan bantuan dinas maka dibangunlah menjadi aula bagus seperti ini,” ujar Kepala SDN 2 Laura.

Baca juga: SPMB 2025/2026 SMA SMK Berakhir, Disdikbud Kalsel Evaluasi Lewat Posko Aduan

Karena perkembangan penduduk juga membuat sekolah ini banyak diminati, di sisi lain sekolah ini mengalami permasalahan kekurangan rombel kelas.

“Karena kekurangan kelas kami menempatkan lah aula ini sebagai ruang belajar untuk memenuhi kewajiban siswa kita. Kami pakai dengan cara lesehan dan anak-anak membawa meja masing-masing,” jelasnya.

Pihak sekolah tidak bisa berbuat banyak, meski telah mengajukan permohonan penambahan ruang kelas kepada pemerintah. Namun, masalah tumpang tindih lahan menjadi penghalang.

Baca juga: Selewengkan Gas Subsidi Tiga Pangkalan di Guntung Manggis Dievaluasi Pertamina

“Mudah-mudahan tindak lanjut yang akan datang bisa diberikan kursi, sementara ini jawaban Dinas akan memenuhi bantuan meja dan kursi dalam beberapa waktu yang akan datang,” imbuh dia.

Diungkapkan Nurdin bahwa sejak awal proses belajar mengajar di aula telah disetujui oleh orangtua murid, namun melihat kondisi hingga saat ini, beberapa orangtua murid mengungkapkan keluhannya.

“Keluhan sudah ditindaklanjuti oleh Anggota DPRD Banjarbaru yang melakukan kunjungan ke sini dan merespon dengan baik akan membantu juga untuk memberikan kursi, serta dari Disdik juga memberikan solusi menyediakan kursi meja untuk anak kelas tiga ini,” ungkap dia.

Di sisi lain kondisi belajar empat rombel kelas yang hanya dibatasi oleh sekat-sekat ini diakuinya kurang ideal dilakukan, baik untuk murid dan guru pengajarnya.

Baca juga: Pemdes Manusup Salurkan BLT Dana Desa Triwulan III 2025 

“Karena ruangnya terbuka, antara guru yang satu dengan guru yang lain menjelaskan terganggu juga anak pun tidak fokus dalam belajar,” tambahnya.

Dirinya berharap Pemerintah Kota Banjarbaru dapat sesegeranya membantu dan menyelesaikan masalah tumpang tindih tanah di tempat sekolah berdiri ini agar bisa menambah fasilitas rombel kelas.

“Harapan kami kepada Pemerintah Kota bisa membantu dan menyelesaikan masalah tanah ini supaya bisa dibangun, karena kami selama beberapa tahun ketika ingin mendapat atau diberikan bantuan selalu terkendala karena tidak bisa dibangun sekolahnya,” harapnya menutup. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca