Connect with us

Pendidikan

Rencana Tambah Asrama, Rumah Tahfidz RMA Buka Donasi Dermawan

Diterbitkan

pada

Santri yang belajar di pesantren Tahfidz RMA Banjarbaru Foto: RMA for kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN– Pendidikan keagamaan terus berkembang di Banjarbaru, seiring berdirinya rumah-rumah tahfidz maupun pesantren untuk belajar Al Quran. Salah satunya Pesantren Tahfidz Raudhotul Muta’alimin Annahdliyah (RMA), yang beralamat Jl Guntung Manggis, RT 18 No 40  Banjarbaru.

Sejak dibuka lima bulan lalu, pesantren yang diasuh Ustadz Muhari ini telah memiliki 40 anak santri. Terdiri dari santri belajar mengaji dan menghafal Al Quran. Seiring dengan banyaknya minat warga sekitar menitipkan anaknya untuk belajar di RMA, Muhari berencana menambah bangunan asrama pada bangunan yang ada saat ini.

“Kami membutuhkan infaq untuk  menambah bangunan asrama atau lokasi belajar bagi penghafal  Quran yang semakin meningkat jumlah santrinya,” ujarnya.

Infaq dari para hamba Allah sangat dibutuhkan untuk kegiatan operasional rumah tahfidz. Sebab untuk belajar di RMA, santri tidak dipungut biaya. “Bagi orangtua  santri yang ingin berinfaq disilahkan sesuai dengan keikhlasan dan kemampuan mereka,” terangnya.

Muhari mengajak masyarakat yang terpanggil ingin mencetak generasi qurani dapat mendonasikan  ke Rekening Bank Syariah Mandiri  7136917565 An. Yayasan Raudhotul Mutaallimin Annahdliyah Infaq ini menurut Muhari sangat berguna bagi kelangsungan pembelajaran Al quran di RMA. (kanalkalimantan.com/cel)

 

 

Editor : Cell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pendidikan

Jurus Jitu Kak Seto Dalam Mendidik Anak di Tengah Corona

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Seto Mulyadi atau Kak Seto. Foto: Suara.com/Adrian Mahakam

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengajak para orangtua untuk menjadi sahabat serta menjadi guru di rumah menyusul anjuran pemerintah untuk beraktivitas di rumah di tengah wabah virus corona.

“Mohon para ayah dan bunda bisa menjadi sahabat anak sahabat putra-putri tercinta. Kita sekarang mengambil alih atau memerankan sebagai guru,” ujar Kak Seto dalam video conference di BNPB, Sabtu (4/3/2020).

Ia juga meminta para orangtua tidak membuat anak stres dan kemudian marah-marah saat mengajarkan anaknya di rumah.

“Mohon jangan sampai pada saat putra-putri tercinta belajar di dalam keluarga mereka menjadi lebih stress, jadi lebih mudah uring-uringan marah-marah karena kadang-kadang ayah dan bunda kurang sabar,” ucap dia.

Tak hanya itu, Seto pun memberikan satu tips kepada para orangtua yakni menerapkan cara gembira di dalam keluarga.

“Saya juga kembangkan kepada anak-anak saya dulu kepada cucu-cucu saya di dalam keluarga saat ini adalah tetap gembira. Apa itu gembira semangat, tapi saya mengambil gembira ini adalah singkatan dari huruf-huruf yang kita bisa berikan,” kata Seto.

Gembira tersebut merupakan singkatan dari huruf-huruf yang ia susun.

Pertama yakni huruf G yakni Gerak. Artinya ketika berada di rumah harus tetap bergerak seperti berolahraga dan bekerja.

“Jangan mager, jangan karena di rumah kita duduk saja nonton TV saja, main gadget saja. Bergeraklah artinya apa senam pagi mungkin juga bekerja itu juga bergerak menyapu lantai, mengepel membersihkan jendela mencuci baju dan sebagainya,” tutur Seto.

Kemudian huruf E yakni emosi cerdas, M yaitu makan dan minum yang sehat serta bergizi saat karantina diri. Lalu B, yakni beribadah dan berdoa selama di dalam rumah.

Selanjutnya huruf I yaitu istirahat, huruf R rukun ramah di dalam keluarga dan huruf A adalah aktif berkarya.

Aktif berkarya kata Seto bisa dilakukan dengan membuat puisi, menggambar dan memasak makanan.

“Katakanlah masakan zaman corona misalnya. Apapun juga bisa dibikin supaya karenanya kita lawan kita makan ya. Jadi suatu suasana yang memang memancing dengan dengan kreatifitas kita dengan aktif berkarya,” tutur dia.

Ia pun berharap dengan menerapkan cara Gembira, para orangtua bisa lebih menjaga kekompakan saat berada di dalam rumah.

“Mudah-mudahan dengan kegembiraan, kita betul-betul merasa lebih kompak lagi dan tentu memosisikan menjadi semacam artis sebab bisa artinya. Kalau harus nyanyi nyanyi yang benar kita ciptakan,” katanya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pendidikan

Antisipasi Corona, Masa Libur Perkuliahan ULM Diperpanjang hingga 8 April

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Masa libur kuliah di ULM diperpanjang hingga 8 April. Foto: fikri

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sempat beredar kabar adanya mahasiswa Magister Kenotariatan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin yang terpapar virus Covid-19, Rektor ULM Prof Sutarto Hadi meluruskan informasi ini yang menyebut bahwa masih berstatus ODP (orang dalam pemantauan).

Kendati demikian, Sutarto mengungkapkan, masa libur perkuliahan tatap muka diperpanjang. Jika sebelumnya masa libur berakhir pada 27 Maret 2020, diperpanjang hingga 8 April 2020. Selama diliburkan, sebagai gantinya perkuliahan menggunakan sistem online.

“Rencananya hingga 27 Maret nanti berakhir perkuliahan daring atau online ini. Per hari ini saya perpanjang sampai 8 April, diperpanjang selama dua minggu,” kata Sutarto saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca juga: Sempat Dikabarkan Covid-19, Rektor ULM Akhirnya Klarifikasi Status Mahasiswa Masih ODP

Sutarto menjelaskan, keputusan tersebut nantinya akan dimuat dalam perbaharuan Surat Edaran Rektor yang akan diedarkan hari ini ke setiap fakultas pada Selasa (24/3/2020).

Sutarto membeberkan, Surat Edaran tersebut berisi tentang perpanjangan masa perkuliahan jarak jauh, mewajibkan seluruh mahasiswa dan dosen untuk melakukan pekuliahan secara daring atau online. Serta menekankan kepada seluruh civitas akademik ULM untuk bekerja dari rumah.

“Misalnya ada rapat penting, tetap kita lakukan secara online, intinya untuk sementara tidak ada perkuliahan maupun kegiatan tatap muka dalam ruang lingkup ULM,” tegas Sutarto. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Pendidikan

Tunggu Instruksi Disdik Kalsel, Aktivitas Belajar-Mengajar di SMAN 2 Banjarbaru Tanpa Rasa Panik

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Siswa budayakan cuci tangan saat di sekolah. Foto : Rico

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pasca ditetapkannya Provinsi Kalimantan Selatan dalam status siaga darurat virus corona, masing-masing Pemerintah Daerah di Kabupaten/Kota telah memutuskan untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah. Namun begitu, saat ini beberapa SMA yang ada di Kota Banjarbaru nyatanya masih belum mendapatkan kejelasan ihwal meliburkan siswa-siswinya.

Seperti halnya yang terjadi di SMA Negeri 2 Banjarbaru. Dari pantuan Kanalkalimantan.com, kegiatan belajar mengajar di sekolah ini masih berlangsung seperti biasanya. Para pelajar juga tidak nampak menunjukan kekhawatiran apapun ditengah situasi pandemi virus corona yang melanda saat ini.

Kepala SMAN 2 Banjarbaru, Eksan Wasesa, mengakui bahwa pihaknya memang masih menunggu instruksi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Selatan, terkait menghentikan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Namun, dirinya menegaskan bahwa SMAN 2 Banjarbaru sudah siap jika keputusan tersebut telah dikeluarkan , dengan memulainypenerapkan sistem pembelajaran online.

“Saat ini, instruksinya SMA harus masuk seperti biasa. Tapi jika memang sudah diputuskan untuk diliburkan maka kita siap menerapkan pola pembelajaran online. Tentu pola pembelajaran ini juga akan melibatkan orang tua siswa, agar anak-anak tidak kaget,” katanya, Kamis (19/3/2020).

Sembari menunggu instruksi lanjutan, kata Eksan, upaya pencegahan virus corona di SMAN 2 Banjarbaru juga sudah dilakukan. Contohnya, dengan membudayakan pola hidup sehat dan bersih di kalangan pelajar. Termasuk, sarana cuci tangan dan penyediaan hand sanitizer di masing-masing ruang kelas.

“Sesuai arahan pak Gubernur  Sahbirin Noor, kita telah melakukan langkah-langkah sosialisasi kepada guru muapun pelajar. Intinya, Corona tidak perlu ditakuti berlebihan. Harus bijak menyingkapi permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait pelaksanaan Ujian Nasiona (UN) di SMAN 2 Banjarbaru, Eksan memilih untuk tidak banyak berkomentar. Ia menegaskan tetap akan menunggu instruksi yang diberikan oleh Disdik Provinsi Kalsel.

Kepala Disdik Prov Kalsel, Yusuf Effendi sebelumnya telah menyatakan bahwa seluruh SMA dan SMK yang ada di Kalsel, masih akan tetap aktif dalam aktivitas belajar mengajar. Alasannya, kasus corona di Kalsel belum masuk Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Namun nanti kita lihat perkembangan. Nanti kalau dilihat rawan akan diliburkan,” kata dia. (Kanalkalimantan.com/rico)

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->