Budaya
Puncak Sawer di Pentas Dangdut adalah Harley Davidson!
Beda banget dengan dangdut. Penyanyi-penyanyi dangdut (plus orkesnya) justru sangat membutuhkan uang saweran dari penonton. Selama pertunjukan si penyanyi pasti berkali-kali meminta duit saweran secara halus maupun terang-terangan. Pejabat-pejabat pun sering ditodong sama pedangdut.
Dulunya, memang hal seperti ini agak risih bagi sejumlah kalangan. Tapi lama-lama, sudah menjadi terbiasa. Karena karakter dangdut sebagai budaya rakyat menengah ke bawah. “Kalau gak ada saweran, terus aku dapat apa,” kata seorang penyanyi dangdut.
Dibandingkan penyanyi atau band pop, para pengusaha hiburan kita memang agak beda dalam memperlakukan musisi dan penyanyi dangdut. Orang dangdut dibayar sangat murah di pub atau kafe. Jadi, memang tidak mungkin bisa eksis hanya dengan mengandalkan honor yang tidak seberapa itu.
Kompensasinya ya itu tadi: saweran! Dan, saweran akan semakin banyak kalau pedangdutnya muda, cantik, dan pintar goyang. Suara bagus pun penting tapi tidak mutlak. Uang saweran masuk ke kas manajemen orkes, kemudian dibagi-bagi kepada penyanyi dan musisi.
Saweran berasal dari bahasa Sunda yaitu “sawer†yang artinya melempar uang biasanya dilakukan pada saat upacara kebesaran tradisional seperti, sunatan, kawinan dan sebagainya. Pada orkes dangdut, saweran ini bisa memberikan ‘nafas’ dalam menjalani suatu kesinambungan untuk kelangsungan hidup para anggota grup.
Sementara bagi si penyawer, tampil di atas panggung bersama penyanyi bisa menjadi cara untuk mendapatkan status sosial. Ada yang beralasan rela menghamburkan uang untuk sekedar menyawer bukan hanya ingin kesohor, melainkan mencari kepuasan batin semata.
Jika dirunut ke belakang, tradisi saweran ini sejatinya merupakan metamorfosa seniman musik jalanan tempo doeloe macam ronggeng di masyarakat tempo doeloe. Dalam kesenian rakyat itu, siapa saja bebas menonton, tak ada karcis, bahkan tak ada panggung.
Namun, penonton dituntut kesadarannya untuk nyawer dengan imbalan bisa menari bersama si ronggeng. Kadang-kadang dapat bonus bisa memasukkan uang langsung ke dalam BH sang biduanita. Rangsangan erotis inilah yang bikin orang ramai-ramai nyawer. Apalagi sudah terpengaruh banyu setan alias minuman keras.(cel/berbagai sumber)
Editor: Chell
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluKalak BPBD Kapuas Turun Langsung Padamkan Api di Saka Purun
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluTrans Banjarbakula Tambah Armada Baru Perkuat Layanan
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBPBD Kapuas Salurkan Air Bersih ke Warga Desa Sei Asam
-
HEADLINE17 jam yang laluAsap Pekat Kepung Palangka Raya, Partikel Halus Lampaui Ambang Batas Aman
-
HEADLINE2 hari yang laluBenih Siam Madu Murakata Asal Kalsel Dibawa ke Papua
-
Lifestyle3 hari yang lalu“Amazing 24: The Power of Comedy”, Pesta Komedi dan Kolaborasi Musik Spektakuler Meriahkan HUT ke-24 GTV !



