Kota Banjarbaru
Orangtua Murid SDN 2 Laura Pilih Opsi Sekolah dalam Aula Ketimbang Masuk Siang
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sejumlah opsi diberikan agar proses belajar mengajar berjalan efektif di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Landasan Ulin Utara (Laura)
Kondisi murid di empat rombongan kelas (rombel) di sekolah yang terletak di Kecamatan Liang Anggang ini, harus belajar di ruang aula dipisah sekat triplek.
Kepala SDN 2 Laura, Nurdin, mengatakan karena kurang 8 rombel kelas sudah berlangsung 5 tahun, sebelumnya murid melaksanakan proses pembelajaran secara bergantian di kelas.
Baca juga: Aruh Palas Paung: Ritual Syukur dan Harapan Masyarakat Dayak Meratus Desa Ajung

“Karena kelasnya masih kurang, makanya kelas 1 kelas 2 bergantian, kelas 1 masuk pagi sampai pukul 10.30 Wita, kelas 2 sampai 14.00 Wita,” ujar Nurdin saat diwawancarai, Kamis (31/7/2025) siang.
Ternyata opsi belajar bergantian pagi dan siang hari ini membawa protes dari orangtua murid yang menginginkan anaknya sekolah pagi hari.
Pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan akhirnya memfasilitasi ruang aula terbuka digunakan empat rombel untuk kelas 3.
Baca juga: Pengabdian Masyarakat KM-HSU Banjarmasin di Desa Murung Panggang
“Dengan terpaksa sementara belajar di aula, sudah dicoba opsi pagi siang selama lima tahun, tetapi orangtua tetap bermasalah, maka solusinya kami masukan pagi semua, tapi kelasnya di aula,” jelasnya.
Para orangtua juga membuat pernyataannya untuk setuju anak-anak mereka belajar di aula terbuka dari pada harus sekolah siang.
“Sementara pembelajaran aman terkendali, hal itu juga telah dibijaksanai orangtua yang sepakat untuk tetap menyekolahkan anak dengan belajar di aula, dari pada sekolah siang,” ungkap dia.
Baca juga: Ikhwansyah Dilantik sebagai Pj Sekda Banjar, Bupati Tegaskan Tak Ada Pengusiran Wartawan
“Karena diminta kami laksanakan, dan orangtua murid sepakat, sudah tahu konsekuensinya,” tambahnya.
Pembelajaran tetap berjalan sebagaimana mestinya, karena bantuan meja dan kursi tengah upayakan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.
Nurdin mengatakan, sudah ada bantuan yang datang berupa 28 set meja kursi yang baru untuk satu rombel. Kemuriwn menyusul untuk tiga rombel lainnya akan menyusul diberikan pada ABT bulan Oktober mendatang.
“Sementara menunggu ABT bulan Oktober, sementara ini empat rombel di aula juga diberikan juga kursi meja yang didrop dari sekolah lain,” tuntasnya.
Baca juga: Jejak Mahasiswa Sosiologi Fisip ULM di Desa Aniungan Tanah Dayak Halong

Kadisdik Kota Banjarbaru Dedy Sutoyo. Foto: wanda
Di sisi lain, Kepala Disdik Kota Banjarbaru, Dedy Sutoyo mengungkap, permasalahan tumpang tindih lahan yang membuat pemerintah tak bisa menambah ruang kelas baru.
“Kita tidak bisa bangun ya kita juga lumayan cukup hati-hati, dimana tiga tahun ini Disdik mencatat ada 5 sekolah yang tidak terselesaikan,” ungkap Dedy Sutoyo.
Disdik Banjarbaru telah mencoba untuk membangun ruang kelas baru menambah rombel di tengah permasalahan tanah.
Baca juga: Teman Tuli Hadiri Rapat Paripurna DPRD Banjarbaru, Ada Penterjemah Bahasa Isyarat
“Sekarang putusan MK sudah ada, nego, permasalahannya banyak tuntutan pemilik tanah gak bisa dikerjakan lalu mentok lagi. Sidah acc sebenarnya pembebasan BPATB, cuma untuk pembuatan sertifikat di titik-titik lain, namun tak bisa dipungkiri susah Pemko mengakomodir pihak bersengketa,” jelasnya.
Opsi masuk sekolah bergantian pagi dan siang hari telah dicoba, namun orangtua tudak setuju.
“Seandainya masyarakat di sini mau di-redistribusi, tetapi yang dihadapi sekolah adalah masyarakat tetap ngotot sekolah di sini,” katanya.
“Meubel sudah diberikan, kami punya timeline pekerjaan, setelah aula kami perbaiki ditambah meubel, dan kami punya 14 sekolah yang rombelnya lebih dan meubel itu dikirim ke sini,” tutup Dedy. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE1 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





