Connect with us

HEADLINE

Merasa Dipalak, Jhon Sony Habisi Dua Nyawa Sekaligus

Diterbitkan

pada

Kabag Ops AKP Abdul Aziz Septiadi, Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono, Wakapolres Kompol Endro Aribowo, Kasat Reskrim Iptu Jhon Digul Manra saat press conference di mako Polres Pulang Pisau, Minggu (23/12) kemarin.

PULANG PISAU, Merasa dipalak Jhon Sony alias Oco, warga sei Hanyu Kapuas hulu yang sehari-harinya bekerja sebagai penambang emas di daerah bawan, Kecamatan Banama Tingang, Pulang Pisau, berani menghabisi dua nyawa sekaligus. Korban adalah Enjel Okto Renaldi asal Rungan, Kabupaten Gunung Mas dan rekannya Hendra yang diduga juga sebagai penambang emas.

Aksi tersebut terjadi pada Jumat ( 21/12) lalu, berawal saat korban Enjel yang berada dalam pengaruh alkohol berencana akan memakai sabu bersama satu rekan lainnya, Joyo. Karena tidak memiliki alat isap, keduanya lalu turun dari lokasi pondok dan bertemu dengan Hendra yang juga dalam pengaruh alkohol.

Dengan menggunakan satu motor jenis Jupiter Z dengan nopol KH 6037 AD ketiganya lalu berencana akan menuju camp. Di perjalanan, tepatnya di jalan sampang 2 Sei Habungen, Desa Bawan, ketiganya melihat sepeda motor terhenti dipinggir jalan dan dua orang yang ternyata adala Jhon Sony dan rekannya Igo.

Ketiga orang tersebut kemudian berhenti, Hendra dan Enjel Okto lalu berjalan menghampiri Jhon Sony yang saat itu sedang menunggu adiknya, Rio. Hendra yang masih dalam pengaruh mabuk sambil berjalan mendekat kemudian menegur Jhon.  “Kenapa le (ada apa kawan).” katanya.

Jhon Sony, pelaku pembunuhan sadis yang digiring aparat kepolisian Pulang Pisau nampak berjalan tertunduk . Foto: Sjya

Berpikir dirinya akan di palak, Jhony yang bebadan kekar dengan meraih pisau sangkur dipinggangnya dan dengan cepat menusuk Enjel. Melihat rekannya Hendra akan melawan, Jhony kemudian ikut menusuk Hendra. Keduanya pun jatuh tersungkur di lokasi hingga meninggal kehabisan darah. Joyo yang sejak tadi melihat peristiwa berdarah tersebut kemudian berlari meninggalkan lokasi, hal yang sama juga dilakukan IGO dirinya kabur menggunakan sepeda motor.

“Saya merasa dua orang yang menghampiri saya itu ingin memalak, gayanya menegur saja sangat kasar sekali. Saya pikir daripada saya yang disakiti lebih baik saya duluan,” ujar Jhon Sony memberi pengakuan saat press conference di mako Polres Pulang Pisau, Minggu (23/12) kemarin.

Dikatakan Jhon, aksi penusukan tersebut tidak direncanakan sebelumnya. Ia juga merasa tidak mengenal korban Hendra dan Enjel Okto Renaldy serta Joyo. Pisau yang ia gunakan dalam pembunuhan malam hari itu menurut pria 20 tahun tersebut memang kerap ia bawa saat bepergian. Baginya bekerja sebagai penambang emas, memang harus melengkapi diri dengan benda tersebut. “Saya menyesal melakukan aksi tersebut, sebagai rasa bersalah saya. Saya siap menerima hukumannya,” kata Jhoni dengan wajah tertunduk.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono BPM, SH.SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Jhon Digul Manra menjelaskan, usai melakukan pembunuhan, pelaku Jhon Sony sempat melarikan diri ke daerah Gunung Mas, tempat nenek yang bersangkutan. Setelah mendapatkan pentujuk, anggota unit buser yang dipimpin langsung KBO sat reskrim, Kapolsek Banama tingang dan koordinasi dengan polres Pulang Pisau berhasil menangkap pelaku beserta barang bukti.

“Dari tersangka Jhon Sony Alias oco Bin Denison, kami berhasil mengamankan 1 buah sepeda motor jupter MX king warna putih, nomor plat KH 6037 HF. Kemudian 1 buah Pisau dengan panjang 30 Cm yang masih terdapat bercak darah. Terasangka akan dikenakan Pasal 338 KUHP Pidana  karena sengaja menghilangkan jiwa orang lain dengan ancaman penjara salama Iamanya 15 tahun Atau Pasal 351 ayat (3) KUHP Pidana  tentang penganiayaan yang menjadikan matinya orang lain dengan ancaman penjara selama-Iamanya 7 tahun,” kata Jhon Digul Manra. ( Sjy)

Reporter:Sjy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares