Connect with us

KOLOM MAHASISWA

Mengenal Larutan Isotonik dan Pengaruhnya pada Tubuh Kita

Diterbitkan

pada

Minuman isotonik bisa berbahaya jika diminum terlalu sering Foto: net

Masyarakat sudah mengenal istilah larutan isotonik sejak lama. Saat ini pun banyak berkembang minuman yang mengandung larutan isotonik di dalam kemasan yang biasanya disebut minuman elektrolit atau ion. Isotonik yang mulai digemari banyak orang, biasanya dikonsumsi oleh mereka yang memiliki banyak aktivitas. Orang mengenalnya sebagai minuman pemulih atau penjaga stamina. Sedangkan atlet atau dokter menyebutnya dengan istilah isotonik.isotonik, minuman, kesehatan, kimia, FMIPA, ULM, kanalkalimantan
———————–
Oleh: Nafisah, Siti Indah Sulistyaningsih, dan Azidi Irwan.
(Mahasiswa dan dosen program studi kimia FMIPA ULM)
—————
Selama ini orang hanya mengenal minuman isotonik sebagai pengganti cairan, namun sebenarnya ada dua jenis minuman lain yang memiliki fungsi sama, yaitu hipotonik dan hipertonik. Bedanya adalah pada sasaran penggunanya. Sebagai awalnya, mari kita cari tahu mengenai larutan isotonik itu sendiri.

Larutan isotonik merupakan larutan yang mirip dengan larutan fisiologis manusia yang bisa menggantikan cairan di dalam tubuh. Larutan isotonik mengandung elektrolit dan karbohidrat sebesar 6-8%, osmolalitasnya sama dengan darah. Itu sebabnya, minuman isotonik cenderung lebih cepat diserap oleh tubuh dibanding jenis lainnya.

Larutan isotonik adalah suatu larutan yang mempunyai konsentrasi zat terlarut yang sama (tekanan osmotik yang sama) seperti larutan yang lain, sehingga tidak ada pergerakan air. Gerakan bersih molekul pelarut melewati membran semi permeabel dari pelarut murni atau dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat disebut osmosis. Tekanan osmotik (π) suatu larutan adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan osmosis. Jika osmosis berhenti, aliran molekul pelarut tetap berlangsung, tetapi laju mengalir molekul dari kedua arah adalah sama.

Larutan isotonik dengan larutan pada sel tidak melibatkan pergerakan jaringan molekul yang melewati membran biologis. Larutan-larutan yang tersisa dalam kesetimbangan osmotik yang berhubungan dengan membran biologis tertentu disebut isotonik. Larutan iso-osmotik (isotonik) yang tidak melibatkan pergerakan jaringan molekul ketika dipisahkan oleh membran semipermeabel.

Sebuah larutan yang mempunyai konsentrasi garam yang sama contohnya sel-sel tubuh yang normal dan darah. Hal ini juga berbeda dengan larutan hipertonik ataupun larutan hipotonik. Minuman isotonik dapat diminum untuk menggantikan fluida dan mineral yang digunakan tubuh selama aktivitas fisik.
Dibalik kesegarannya, larutan isotonik harus dikonsumsi secara hati-hati dan tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan. Larutan isotonik sangat baik dikonsumsi untuk orang yang mengalami dehidrasi ringan atau orang yang suka melakukan olahraga berat yang mengalami banyak kehilangan cairan dan elektrolit.

Menurut dokter spesialis penyakit dalam, isotonik memang mengandung natrium, kalium, magnesium, hingga elektrolit yang akan dengan mudah diserap oleh tubuh. Karena kandungannya tersebut, minuman ini sangat baik dikonsumsi untuk orang yang suka melakukan olahraga berat. Namun, jika orang mengonsumsi minuman ini terlalu sering tanpa melakukan aktivitas olahraga, akan sangat berbahaya untuk kesehatan. Isotonik tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena minuman ini mengandung garam natrium (NaCl).

Kandungan dalam minuman isotonik adalah elektrolit (Na+, K+, Ca2+, Mg2+, Cl), sedangkan kandungan gula cukup rendah hanya 6%-7% per 100 mL-nya (rata-rata= kurang lebih 26 kkal/100 mL, kebutuhan orang dewasa = kurang lebih 2.100 kkal/ hari). Gula dalam hal ini dibutuhkan untuk membantu mempercepat penyerapan elektrolit dan sudah tentu kandungan yang terbanyak adalah air. Komposisi isotonik 98 % berupa air. Dua persen lainnya berupa ion natrium klorida, kalium fosfat, magnesium sitrat, dan kalsium laktat. Fungsi ion-ion ini dapat mengganti elektrolit tubuh yang hilang.

Larutan isotonik bisa didapatkan dari bahan-bahan alami di sekitar kita, contohnya air kelapa sebagai minuman pengganti elektrolit. Air kelapa menyegarkan dan mengandung kalium tingkat tinggi. Ini juga mengandung elektrolit penting lainnya dan merupakan cara alami untuk mengisi kembali mineral yang hilang. Contoh lainnya, air garam yang membantu menjaga tubuhmu bermuatan listrik dan mengandung mineral seperti natrium, kalium, magnesium dan kalsium. Garam adalah bahan aktif yang akan mengisi elektrolit yang hilang dalam tubuh. Natrium adalah elektrolit yang hilang saat kamu berkeringat. Dan lain-lainnya seperti minuman jahe, jus semangka, garam dan air gula, dan minuman mentimun.

Air kelapa dipercaya sebagai tambang emas gizi di dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan, air kelapa adalah minuman yang penuh elektrolit alami. Di dalamnya ada beberapa komponen mineral yang gizinya sangat luar biasa. Bahkan air kelapa disebut-sebut sebagai minuman isotonik terbaik di dunia. Air kelapa adalah minuman isotonik alami yang mengandung elektrolit kalsium, magnesium, fosfor, natrium dan kalium. Minuman ini bisa digunakan untuk rehidrasi seluruh tubuh setelah olahraga. minuman kesehatan yang rendah lemak, tanpa aditif buatan, atau pemanis, bebas kolesterol, 99 % bebas lemak, rendah karbohidrat, dan rendah gula.

Larutan isotonik memberikan manfaat yang baik bagi tubuh. Jika Anda berolahraga lebih dari satu jam, mengonsumsi minuman elektrolit lebih bermanfaat dalam memulihkan kembali kadar air serta elektrolit dalam tubuh. Saat terjadi kekurangan elektrolit, diperlukan minuman yang mengandung elektrolit agar kadarnya di dalam tubuh bisa kembali normal, sekaligus juga memulihkan energi. Beberapa produk minuman elektrolit mengandung sodium, potasium, dan karbohidrat yang dibutuhkan saat olahraga. Elektrolit dalam minuman tersebut dapat menggantikan elektrolit yang keluar dari keringat, sedangkan kandungan karbohidratnya akan memberi energi tambahan.

Meminum larutan isotonik terlalu banyak akan membuat garam masuk secara berlebihan ke dalam tubuh tanpa adanya aktivitas yang berat sehingga menimbulkan akan berdampak negatif bagi tubuh. Seperti menyebabkan tekanan darah tinggi karena isotonik mengandung kadar garam natrium (NaCl) yang cukup tinggi sehingga efek minuman isotonik dapat muncul sewaktu-waktu jika minuman isotonik digunakan sebagai minuman sehari hari. Penggunaan sehari-hari dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah yang memicu tekanan darah menjadi naik. Kondisi ini bisa mengakibatkan serangan stroke mendadak bagi seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi didalam tubuhnya.

Larutan isotonik yang diminum secara berlebihan bisa menyebabkan terhambatnya fungsi organ pada tubuh, seperti gangguan ginjal dan kelainan jantung. Ginjal dapat bermasalah karena zat garam natrium (NaCl) yang terkandung di dalamnya maka ginjal tidak akan mudah menyerapnya. Untuk bisa menyerapnya maka ginjal dipaksa untuk membuang kelebihan natrium dalam jumlah besar yang tidak lagi bermanfaat bagi tubuh.

Kelainanjantung disebabkan karena di dalam minuman isotonik selain terdapat garam natrium (NaCl) cukup tinggi yang ternyata terdapat pula kalori sebesar 500 ml dan kandungan kafein. Dimana ketiga zat tersebut bisa menyumbat dan mengganggu kelancaran fungsi pembuluh darah menuju jantung. Akibatnya, menyebabkan efek minuman isotonik tak dapat dihindari yaitu berupa detak jantung menjadi tidak beraturan, jantung kehilangan kemampuannya dalam memompa darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh.(*)

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca
Advertisement
-->