Connect with us

Kabupaten Banjar

Mengaku Sulit Dapat Proyek, Persatuan Kontraktor Banjar Datangi PUPR Banjar

Diterbitkan

pada

Persatuan Kontraktor Banjar mendatangi kantor Dinas PUPR Foto: rendy

MARTAPURA, Mengeluh sulitnya dapat proyek, 30 orang yang tergabung dalam Persatuan Kontraktor Banjar mendatang kantor Dinas PUPR dan rumah dinas Bupati Banjar Khalilurrahman, Selasa (19/3).

Koordinator Persatuan Kontraktor Banjar H Taufikurrahman mengatakan, tujuan mendatangi Dinas PUPR Banjar untuk menemui Kadis PUPR hingga Wakil Bupati dan Bupati Banjar guna menyampaikan aspirasi. “Kami ingin dibina seperti dulu . Supaya kami kembali mendapatkan pekerjaan seperti dulu lagi. Kami ini taat pajak, tiap tahun membayar pajak untuk mengaktifkan perusahaan tapi tak pernah mendapatkan pekerjaan,” katanya.

Namun sejak tiga tahun terakhir, mereka mengaku sangat begitu sulit mendapatkan proyek infrastruktur di lingkungan Dinas PUPR Banjar yang bernilai Rp 200 juta ke bawah. Termasuk juga yang bersifat penunjukkan langsung (PL). “Bayangkan saja sejak tiga tahun ini kami tak dapat proyek. Padahal proyek PL-nya ada, tapi anehnya justru kontraktor dari luar Banjar yang mendapatkan,” ungkapnya.

Hal itu membuat pihaknya sangat prihatin karena seharusnya pemerintah daerah mengutamakan kontraktor lokal. Di daerah lain pun proyek-proyek PL selalu memprioritaskan kontraktor lokal. Mereka berharap Pemkab Banjar kembali memperhatikan nasib kontraktor lokal, pasalnya keberadaan kontraktor lokal juga penting terhadap pembangunan dan perekomonian daerah.

Upaya mereka untuk menemui Kepala Dinas PUPR Mokhamad Hilman, Wakil Bupati Banjar Saidi Mansyur, dan Bupati Banjar Khalilurrahman, sayangnya tak terjadi. Hal ini lantaran mereka sedang tidak ada di tempat.

Awalnya mereka bergerak kantor Dinas PUPR Banjar di Jalan Pangeran Hidayatullah, Martapura. Mereka berniat menemui Kepala Dinas PUPR Mokhamad Hilman. Namun Hilman sedang berada di luar daerah. Mereka pun ditemui Sekretaris PUPR Banjar H Achmad Noor.

Tak puas sampai disitu, para kontraktor tersebut lalu bergerak menuju kantor Bupati Banjar yang jaraknya hanya 100 meter di kawasan Jalan A Yani. Setiba di kantor Bupati, mereka langsung naik ke lantai dua dan menuju ruang kerja Wakil Bupati H Saidi Mansyur. Namun, lagi-lagi mereka kecewa lantaran orang yang dicari tidak ada di tempat.

Staf perempuan yang ada di ruangan tersebut menuturkan Wabup sedang ada kegiatan di lapangan. Lalu, ia menghubungi ajudan wabup dan kemudian telepon ia serahkan kepada perwakilan kontraktor guna berbicara secara langsung. Lantaran agenda Wabup di lapangan lumayan lama, mereka akhirnya balik kanan.

Selanjutnya para kontraktor itu bergerak ke rumah dinas Bupati Banjar yang terletak di sebelah kiri kantor PUPR Banjar. Namun Bupati Banjar juga dalam persiapan dinas ke luar kota.

Dikonfirmasi melalui sambungan seluler, terkait pernyataan beberapa kontraktor tersebut membuat bingung Kepala Dinas PUPR Banjar Mochmad Hilman. “Sepengetahuan saya selama ini, kontraktor lokal tetap mendapatkan pekerjaan dari kami,” akunya.

Hilman yang sedang dinas di luar kota mengaku terkejut ketika dikonfirmasi tentang ngeluruknya puluhan kontraktor ke kantornya. Walau ia tak mempersoalkan aksi tersebut karena tiap orang memiliki kebebasan menyampaikan pendapat. “Kalau dikatakan kontraktor lokal tak dapat pekerjaan dari kami, apa benar begitu? Tunggu, nanti kami buka dulu datanya, karena jika membahas hal seperti itu tentu harus bicara data,” tegas Hilman.

Ia menegaskan selama ini pihaknya selalu memperhatikan dan memproritaskan kontraktor lokal untuk proyek bernilai kecil di bawah Rp 200 juta atau proyek penunjukkan langsung (PL). Namun diakuinya sejak beberapa tahun terakhir proyek PL memang kian sedikit.

“Namun sejauh yang saya ketahui hingga sekarang, kontraktor lokal dapat kok proyek PL. Pastinya, nanti kami lihat datanya dulu,” pungkas Hilman. (rendy/trb)

Reporter : Rendy/trb
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->