Connect with us

Budaya

Imlek, Warna Merah, dan Berbagai Hal Sebagai Lambang Energi Positif

Diterbitkan

pada

Imlek dirayakan dengan penuh sukacita oleh warga Tionghoa Foto : net

BANJARMASIN, Imlek disambut dengan kemeriahan lewat ornamen. Apapun bentuk ornamen tersebut, satu hal yang pasti adalah warna yang dipakai, yakni warna merah. Anda mungkin pernah bertanya mengapa warna merah menjadi warna yang identik dengan Imlek. Apakah memang hanya sekadar warna, atau ada makna lain di dalamnya?

David Kwa, Budayawan dan pengamat budaya Tionghoa Indonesia mengatakan bahwa pada dasarnya warna yang menjadi unsur dari “Yang” ini memiliki makna kebahagiaan. Warna merah juga menggambarkan Matahari, api yang dapat memberikan suasana kebahagiaan. Demikian dilansir kompas.com.

Menghias rumah dan melibatkan warna merah dalam berbagai kesempatan bisa dibilang sebagai gambaran dari pengharapan akan kebahagiaan dalam tahun yang baru.

Sementara itu, Suhana Lim, pakar Feng Shui menjelaskan bahwa selain sebagai pengharapan dan kebahagiaan, warna merah juga menjadi simbol akan kebaikan hati, kebenaran, dan ketulusan hati.

Pengucapan kata merah (hung) juga dinilai identik dengan kata makmur. Oleh karena itu, segala hal yang baik menjadi harapan bagi tahun yang baru, dan itu semua terwakilkan oleh warna merah.

Sebenarnya tidak hanya warna merah yang menghiasi harapan akan hal baik di tahun yang baru. Warna kuning dan emas juga menjadi warna lain ataupun warna pelengkap saat Imlek. Warna kuning dan emas juga dianggap sebagai lambang dari kemakmuran. Oleh karena itu, kedua warna ini juga digunakan dan menjadi harapan akan hal-hal yang positif.

Jeruk dan angpao pun menjadi hal yang identik dengan perayaan Imlek. Jeruk menggambarkan persaudaraan dan kekayaan, oleh sebab itu Jeruk menjadi buah yang wajib ada dalam Imlek. Biasanya ketika malam menjelang Imlek, keluarga akan berkumpul dan menghabiskan malam bersama.

Ketika berkumpul, makan malam besar menjadi hal yang tidak mungkin terlewatkan. Jeruk pun akan tersedia di meja dalam susunan yang menggunung. Harapannya adalah agar keluarga besar selalu memiliki hubungan yang erat dan kelimpahan kemakmuran.

Selesai berkumpul, anak-anak maupun anggota keluarga yang masih muda yang dinilai belum mapan, akan mendapatkan angpao berwarna merah. Hal ini dilakukan sebagai harapan dari yang dituakan kepada anak muda agar mendapatkan keberuntungan.(mario/ngp)

Reporter : Mario/ngp
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
-->