Connect with us

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Habib Asadullah Membahas “Surat Cinta Untuk Rasulullah SAW” Bersama Pemuda dan Relawan BPK di HSU

Diterbitkan

pada

Puluhan pemuda dan relawan antusias ikuti silaturahmi dan dialog bersama Al Habib Asadullah bin Alwy Alydrus dari Malang. Foto: diskominfohsu

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Pertama kali mendengar istilah “dakwah”, kira-kira apa yang terlintas dalam benak kita? mendengarkan ceramah ceramah di masjid atau media televisi yang disampaikan di hadapan orang-orang saleh salehah, atau bagaimana?

Namun, jika ditinjau dari tempatnya, dakwah bukan hanya melalui ceramah di masjid, atau media mainstream seperti televisi dan radio saja, akan tetapi juga bisa dilakukan di pasar, balai pertemuan, rumah-rumah, dan lain sebagainya.

Hal ini seperti yang dilakukan Al Habib Asadullah bin Alwy Alydrus dari Malang, Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Ta’lim WA Da’wah Malang.

Dakwah dilakukan Habib Asadullah bersama puluhan pemuda, relawan dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) disambut antusias dengan menggelar acara silaturahmi, sekaligus dialog tentang seputar agama Islam, di Cafe Raden, Desa Kota Raden Hilir, Jumat (28/10/2022) malam.



 

 

Baca juga: Nasib Pasar Antasari Banjarmasin, Banyak Toko Kosong hingga Rentan Aksi Perkelahian

Mengusung tema “Surat Cinta Untuk Rasulullah SAW,” dalam pertemuan tersebut Habib Asadullah menyampaikan maksud dan tujuannya menggelar pertemuan dengan para pemuda dan relawan di HSU ini.

Terlebih dalam hal ini membahas tentang cara mengekspresikan pesan-pesan Cinta Kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

Dikatakannya bahwa cinta itu sesuatu yang abstrak, sesuatu yang tidak akan pernah mampu kita mengukur dan menggambarkannya.

Sedangkan cinta itu sendiri merupakan modal utama kita untuk menjadi umat Nabi Muhammad SAW, karena tanpa modal cinta maka akan melakukan apapun dalam syariat setengah hati.

Baca juga: Militansi Tim Perpustakaan Keliling Menembus Pelosok Desa Membawa Misi Literasi

“Kecintaan Nabi Muhammad SAW kepada kita itu istimewa, luar biasa, dan tidak dapat diukur, tapi kita sebagai umatnya tidak membalas dengan cintanya yang sama,” katanya.

Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW bukan cuma di bulan Maulid dan baca sholawat, akan tetapi mengikuti apa yang diturunkan kepada kita oleh Nabi melalui para ulama seperti sholat, kewajiban dan sebagainya.

Lebih lanjut, ia menyebut mencintai Nabi Muhammad SAW dengan mengorbankan hawa nafsu yang ada di diri masing-masing untuk mewujudkan cinta tersebut dengan mentaati Nabi Muhammad SAW, melaksanakan kewajiban, menghindari hal hal yang di haramkan, dan memperbanyak amalan Sunnah. Jadi, semua itu wujud nyata cinta terhadap Nabi Besar Muhammad SAW.

“Cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW itu harus berlandaskan ilmu dan juga melakukan nya dengan cara yang benar dan tidak salah kaprah,” Imbuhnya.

Sementara itu, Al Habib Ridho Bahar bin Salim Al Bahar yang turut hadir mengatakan, kegiatan ini untuk mengumpulkan para pemuda yang ada di Kabupaten HSU untuk bertanya tentang agama Islam terutama kecintaan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

Kegiatan keseharian yang dilakukan agar bisa terkontrol semua menjadi secara Islamiyah, panutan, dan penerus bangsa yang ada di Kabupaten HSU

“Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut walaupun dengan waktu satu bulan sekali atau dua bulan sekali agar bisa berkumpul dan bersilahturahmi bersama para pemuda pemudi yang ada di Kabupaten HSU. Dan semoga kita mendapatkan keberkahan, ilmu yang bermanfaat dan lebih cinta kepada Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.(Kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->