RELIGI
BMKG: Hari Ini dan Besok Waktu Pas Cek Arah Kiblat
JAKARTA, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat yang ingin mengecek kebenaran arah kiblatnya untuk mengamati bayangan matahari pada Senin (15/7) dan Selasa (16/7) tepat pada pukul 17.45 Wita atau 18.26 Wita.
Pasalnya, pada hari dan jam-jam itu matahari tepat berada di atas kakbah, di Makkah, Arab Saudi. “Bukan arah kiblat yang berubah ya, ini yang harus diluruskan. Karena arah kiblat tidak akan berubah, hanya bisa dikoreksi, bila sudah tepat ya tidak ada koreksi,” kata Kepala Pusat Tanda Waktu BMKG Bambang Setiyo Prayitno, Senin (15/7).
Bambang juga menyebutkan bahwa pihak BMKG akan melakukan praktik koreksi arah kiblat yang akan diadakan hari ini pukul 16.00 di depan Masjid Ardussalam, BMKG. “Kami di BMKG akan melakukan praktek koreksi arah kiblat hari ini pukul 16.00 WIB di depan Masjid Ardhussalam, BMKG,” katanya dilansir cnn indonesia.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama Agus Salim mengatakan matahari akan melintas tepat di atas kakbah pada dua hari itu. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengecek arah kiblat shalat. “Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kakbah,” kata dia, dikutip dari Antara.
Menurut dia, peristiwa itu dikenal juga dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Yakni, waktu matahari ada di atas kakbah dengan bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.
Menurut akun Twitter BMKG, pengecekan arah kiblat itu dilakukan dengan beberapa tahapan. Pertama, menancapkan batang lurus seperti penggaris secara tegak lurus pada tanah atau lantai. “Sebelum matahari tepat berada di atas kakbah pada pukul 16.26 WIB, dan pastikan batang tersebut mengenai sinar matahari sehingga menghasilkan bayangan,” sebut BMKG.
Kedua, tandai arah bayangan yang dihasilkan oleh batang lurus tersebut tepat pada pukul 17.26 Wita. Ketiga, arah kiblat mengarah dari ujung bayangan menuju batang yang sudah ditancapkan. “Kondisi seperti ini akan terulang tiap tahunnya pada tanggal 27-28 Mei dan 15-16 Juli,” BMKG melanjutkan.
BMKG menambahkan bahwa wilayah yang dapat mengamati peristiwa tersebut hanya Wilayah Indonesia Barat dan Wilayah Indonesia Tengah. Untuk pengamatan di Wilayah Indonesia Timur, BMKG menyebut itu hanya dapat dilakukan saat matahari di antipoda (arah sebaliknya) Kakbah setiap 16 Januari pada pukul 06.29 WIT, dan 28 November pada pukul 06.09 WIT.(cel/cnni)
Editor:Cell
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluPUPR Kalsel Terus Matangkan Pembangunan Jalan Lintas Tengah Tapin – Banjar
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluIni Pemenang Desain Logo dan Tema Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel
-
HEADLINE21 jam yang laluRespon Keluhan Warga, Ketua DPRD Banjarbaru Panggil PLN Soal Pemadaman Bergilir
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluSTQ 2026 Kabupaten HSU Berakhir, Aulia Helmi Raih Hadiah Umrah
-
Kota Banjarbaru22 jam yang laluLomba Desain Sasirangan Pewarna Alam di Mess L Banjarbaru
-
DPRD Kota Palangka Raya2 hari yang laluAnggota DPRD Palangka Raya Soroti Antrean Panjang di SPBU



