Connect with us

HEADLINE

Pertamax Turbo Naik Tajam, Ini Kata Bahlil

Diterbitkan

pada

Pemerintah menegaskan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo, mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku. Foto: Beritasatu.com/David Gita Roza

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pemerintah menegaskan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo, dilakukan mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, pemerintah hanya mengatur harga BBM bersubsidi, sementara BBM nonsubsidi disesuaikan dengan harga minyak dunia.

“Kalau BBM itu, yang diatur pemerintah adalah BBM subsidi. Sementara yang nonsubsidi mengikuti harga pasar sesuai Peraturan Menteri ESDM tahun 2022,” ujar Bahlil saat ditemui seusai memberikan materi pembekalan kepada peserta retret DPRD se-Indonesia di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).

Baca juga: Dinkes Banjarbaru Fasilitasi Vaksinasi Calon Jemaah Haji

Bahlil menambahkan, produk seperti Pertamax Turbo dengan research octane number (RON) 98 serta solar dengan cetane number (CN) tinggi umumnya dikonsumsi oleh kelompok masyarakat mampu, sehingga tidak termasuk dalam skema subsidi pemerintah.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini merupakan dampak fluktuasi harga minyak mentah global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Oleh karena itu, PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga secara berkala.

Saat ini, harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter atau meningkat sebesar Rp6.300.

Selain itu, Dexlite juga mengalami lonjakan menjadi Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Kenaikan serupa terjadi pada Pertamina Dex yang kini mencapai Rp23.900 per liter dari Rp14.500 per liter.

Baca juga: Halal Bihalal dan Mubes Nasional Ikmaban 

Sementara itu, harga Pertamax tetap berada di level Rp12.300 per liter dan Pertamax Green 95 masih dipatok Rp12.900 per liter.

Perlu dicatat, harga tersebut berlaku di sejumlah wilayah, seperti Jakarta dan Banten. Adapun harga BBM di daerah lain dapat berbeda, tergantung pada besaran pajak serta biaya distribusi di masing-masing wilayah.

Daftar Harga BBM Nonsubsidi Pertamina per Sabtu (18/4/2026):

• Pertamax: Rp12.300 per liter

• Pertamax Turbo: Rp19.400 per liter

• Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter

• Dexlite: Rp23.600 per liter

• Pertamina Dex: Rp23.900 per liter

Kebijakan ini diyakini merupakan respons transparan Pertamina terhadap fluktuasi harga minyak mentah dan nilai tukar yang menjadi komponen utama pembentuk harga sesuai Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Meski ada kenaikan pada produk tertentu, Indonesia terbukti masih menjadi salah satu negara dengan harga BBM paling terjangkau di dunia.

Baca juga: PJTD LPM Warta JITU 2026 Mendidik Calon Jurnalis Muda

Jika melihat data global, harga Oktan 95 di Tanah Air yang dibanderol Rp12.900 masih sangat jauh di bawah rata-rata dunia sebesar Rp25.666. Perbandingannya kian kontras jika disandingkan dengan Singapura yang harganya mencapai Rp42.304 per liter. Hal ini menunjukkan bahwa Pertamina masih sangat berhati-hati dan cenderung menahan kenaikan agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan secara historis.

Di pasar domestik pun, Pertamina tetap unggul dalam efisiensi harga dibandingkan swasta. Untuk spesifikasi produk serupa, rata-rata harga Pertamina selalu di bawah kompetitor, yang membuktikan adanya upaya internal perusahaan untuk menjaga efisiensi operasional. Strategi penyesuaian yang hanya menyasar produk segmen atas (Turbo dan Dex) serta mempertahankan harga Pertamax menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyeimbangkan antara kesehatan keuangan sektor energi dan stabilitas ekonomi nasional. (Kanalkalimantan.com/Beritsatu)

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca