NASIONAL
Jalan Hidup Fadia Arafiq dari Penyanyi Dangdut, Bupati, Berujung OTT KPK
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Fadia Arafiq menjadi salah satu figur publik yang perjalanan hidupnya penuh dinamika. Kariernya bergerak dari panggung hiburan ke panggung politik, hingga akhirnya menghadapi persoalan hukum setelah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Perempuan yang merupakan putri dari pedangdut legendaris A Rafiq ini pernah dikenal luas sebagai penyanyi dangdut pada awal 2000-an. Namun seiring waktu, ia memilih jalur berbeda dengan memasuki dunia politik dan pemerintahan daerah.
Perjalanan tersebut membuat kisah hidupnya kerap disamakan dengan roller coaster: Naik turun, penuh perubahan, serta diwarnai berbagai fase penting dalam kehidupan pribadi maupun karier publiknya.
Baca juga: Kalsel Dilanda Hujan Sepekan ke Depan
Siapa Fadia Arafiq?
Fadia Arafiq lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dengan nama lengkap Laila Fathiah. Ia tumbuh di lingkungan keluarga seniman karena ayahnya adalah penyanyi dangdut ternama, A Rafiq.
Sejak kecil, Fadia menjalani pendidikan formal di sejumlah sekolah di Jakarta. Ia mengenyam pendidikan dasar di SD Negeri Karet Tengsin 14 Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 8 Tanah Abang.
Pendidikan menengah atasnya ditempuh di SMA Negeri 58 Ciracas, Jakarta Timur. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Semarang dengan mengambil jurusan manajemen.
Fadia meraih gelar sarjana manajemen dari Universitas AKI Semarang. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Universitas Stikubank Semarang dan berhasil memperoleh gelar magister manajemen.
Baca juga: Satpol PP Tertibkan Rombong yang Ditinggal di Taman Siring Paringin
Tak berhenti di situ, ia juga menempuh pendidikan doktoral di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Pendidikan tersebut menjadi bekal penting ketika ia akhirnya terjun ke dunia politik dan pemerintahan.
Pernah Berkarier sebagai Penyanyi Dangdut
Sebelum dikenal sebagai kepala daerah, Fadia Arafiq lebih dahulu tampil di dunia hiburan mengikuti jejak sang ayah. Ia sempat menjalani karier sebagai penyanyi dangdut pada awal 2000-an.
Salah satu lagu yang membuat namanya dikenal publik adalah singel berjudul Cik Cik Bum Bum yang dirilis pada tahun 2000. Lagu tersebut sempat populer dan memperkenalkan namanya kepada penikmat musik dangdut di Indonesia.
Kiprah di dunia hiburan tersebut menjadi bagian awal dari perjalanan kariernya di ruang publik sebelum ia kemudian beralih ke bidang lain.
Baca juga: Bupati HSU Safari Ramadan dengan Warga Danau Panggang
Dalam kehidupan pribadi, Fadia menikah dengan sesama penyanyi dangdut, Ashraff Abu. Nama Ashraff Abu dikenal melalui lagu Sarmila yang populer pada era 2000-an.
Memasuki Dunia Politik
Seiring berjalannya waktu, Fadia Arafiq memilih untuk menempuh jalur politik. Langkah tersebut menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya yang sebelumnya dikenal di dunia hiburan.
Karier politiknya dimulai ketika ia terpilih sebagai Wakil Bupati Pekalongan pada periode 2011-2016. Jabatan tersebut memberinya pengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat daerah.
Setelah menjalani periode sebagai wakil kepala daerah, kariernya terus berkembang hingga akhirnya ia berhasil menduduki jabatan sebagai bupati Pekalongan.
Baca juga: Wakapolda Kalsel Janjikan Zero Tolerance Pelanggaran Anggota
Selama memimpin daerah tersebut, sejumlah program pembangunan menjadi bagian dari agenda kerjanya. Di antaranya adalah upaya peningkatan infrastruktur jalan, perbaikan layanan kesehatan, serta pengembangan fasilitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Selain fokus pada pembangunan, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Dalam beberapa kesempatan, Fadia Arafiq hadir dalam kegiatan santunan bagi anak yatim piatu serta penyandang disabilitas di wilayah tersebut.
Ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan 2026
Di tengah bulan Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi, perjalanan karier Fadia Arafiq kembali memasuki fase yang mengejutkan publik.
KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Selasa (3/3/2026) di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan Fadia bersama sejumlah pihak lain.
Baca juga: Pasar Murah Diskoperindag HSU di Desa Tambalang Raya
Setelah penangkapan, ia kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Operasi tersebut merupakan OTT ketujuh yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Namun hingga saat ini, lembaga antirasuah tersebut belum mengungkapkan secara rinci perkara yang melatarbelakangi penangkapan tersebut.
Sesuai prosedur hukum yang berlaku, KPK memiliki waktu 1×24 jam setelah operasi tangkap tangan untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan, termasuk apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.
Refleksi dari Perjalanan Karier Fadia Arafiq
Perjalanan hidup Fadia Arafiq menggambarkan bagaimana seorang figur publik dapat melalui berbagai fase kehidupan yang sangat berbeda. Ia pernah dikenal sebagai penyanyi dangdut, kemudian bertransformasi menjadi pejabat publik yang memimpin sebuah kabupaten.
Baca juga: Ini 6 Tuntutan BEM se-Kalsel kepada Kepolisian
Namun, peristiwa OTT yang menimpanya kini menempatkan kisah hidupnya pada persimpangan yang sulit. Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya integritas dalam kepemimpinan publik.
Bagi masyarakat luas, kasus yang melibatkan Fadia Arafiq juga menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa setiap pemegang amanat rakyat memiliki tanggung jawab besar terhadap hukum dan moral publik.
Pada akhirnya, perjalanan hidup Fadia Arafiq menunjukkan bahwa karier publik dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat. Dari panggung musik hingga kursi pemerintahan, dan kini menghadapi proses hukum, kisahnya menjadi potret dinamika kehidupan seorang tokoh publik di Indonesia. (Kanalkalimantan.com/Beritasatu)
Editor: kk
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluAksi Kamisan di Banjarmasin, Kasus Andrie Yunus: Teror Terhadap Pembela HAM
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluKemegahan Pembukaan MTQN ke-56 Kotabaru di Pulau Laut Selatan
-
HEADLINE2 hari yang laluPemko Banjarbaru Alihkan CFD ke Jalan Panglima Batur, Dimulai 12 April
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluMTQN ke-56 Kotabaru Resmi Dimulai, 498 Peserta Ikuti 17 Cabang Lomba
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluBupati Bersama Alim Ulama dan Habaib Ikuti Haul Ke-88 Syekh Muhammad Kasyful Anwar
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluPelajari Sistem Pemilahan Sampah dari Hulu, Wali Kota Lisa Bersama Camat Lurah Bertemu Menteri LH RI





