Connect with us

Hukum

Tok! Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Suap Fatwa MA Djoko Tjandra

Diterbitkan

pada

Terdakwa kasus penerimaan suap dari Djoko Tjandra terkait pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), Pinangki Sirna Malasari menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (11/1/2021). Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, memvonis terdakwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari 10 tahun penjara denda Rp 600 juta dan subsider enam bulan kurungan.

“Menjatuhkan terdakwa Pinangki Sirna Malasari pidana penjara selama 10 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim IGN Eko Purwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (8/2/2021).

Ketua Majelis Hakim Eko menilai bahwa terdakwa Pinangki terbukti dalam kasus suap pengurusan Fatwa di Mahkamah Agung terkait Djoko Tjandra.

Kemudian dakwaan Kedua, Pinangki juga terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dakwaan ketiga, bahwa Pinangki juga terbukti melakukan pemufakatan jahat terkait sengkarut penanganan perkara terpidana korupsi hak tagih cassie Bank Bali, Djoko Tjandra.



Majelis Hakim Eko mempertimbangkan hal yang memberatkan terdakwa. Terdakwa Pinangki dianggap tidak mendukung upaya pemerintah.

Pinangki juga dinilai berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan, tidak mengakui kesalahannya, dan menikmati hasil kejahatan.

Untuk hal meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

“Terdakwa memiliki anak kecil berusia empat tahun, terdakwa belum pernah dihukum,” ucap Eko.
Vonis majelis hakim, lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum selama empat tahun kurungan penjara.

Pinangki telah dijerat melakukan tindak pidana yang digariskan dalam Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 3 UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, dan Pasal 15 jo Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (suara.com)

Editor : Kk

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Hukum

BNN Banjarbaru Pantau Assesment Program Rehabilitasi di Lapas Karang Intan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Program rehabilitasi assessment warga binaan pengguna Narkoba di Lapas Karang Intan, Senin (1/3/2021). Foto: lapas karang intan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru cek program rehabilitasi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Observasi pelaksanaan assessment bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang menjalani program rehabilitasi sosial, dilakukan langsung Kepala BNN Kota Banjarbaru AKBP H Husni Thamrin, Senin (1/3/2021) siang.

Pada tahun 2021 Lapas Karang Intan kembali menyelanggarakan program rehabilitasi sosal penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif bagi warga binaan pemasyarakatan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), baik BNN Provinsi Kalimantan Selatan maupun BNN Kota Banjarbaru dan instansi terkait lain.

Warga binaan yang mengikuti program rehabilitasi, wajib mengikuti assessment lanjutan yang dilakukan oleh petugas dari BNN Kota Banjarbaru, dibantu petugas Lapas Karang Intan dan konselor program rehabilitasi.

Assesment bertujuan mengumpulan informasi peserta rehabilitasi, untuk mendapatkan gambaran klinis dan masalah mendalam secara komprehensif, menginisiasi komunikasi, dan interaksi terapeutik antara petugas dengan warga binaan. Selain itu, juga untuk menggali masalah yang sedang dihadapi warga binaan terkait penggunaan narkotika, masalah medis, menggali data diri, keluarga dan lingkungannya.



Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Wahyu Susetyo mengatakan bahwa program rehabilitasi sosial yang diselenggarakan Lapas Karang Intan merupakan salah satu dari berbagai kegiatan positif yang ada dan sedang berjalan.

“Kegiatan rehabilitasi sosial yang diselenggarakan merupakan salah satu dari banyaknya kegiatan positif yang kita miliki, khususnya lagi bagi warga binaan, di mana warga binaan yang melakukan penyalahgunan narkotika, jadi sebagai salah satu cara untuk mereka berhenti ketergantungan kepada Narkoba,” jelas Kalapas.

Kalapas menambahkan nantinya warga binaan yang telah selesai mengikuti program rehabilitasi akan menempati blok hunian khusus, guna mengikuti program pembinaan lanjutan persiapan kembali ke masyarakat.

“Nantinya, warga binaan yang selesai mengikuti program rehabilitasi akan menempati blok khusus pasca rehab, untuk mengikuti pembinaan lanjutan, yakni pembinaan kemandirian, keterampilan dan kerohanian, sebagai bekal saat mereka bebas nanti,” imbuhnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

 

Reporter : Wahyu
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Hukum

Kalapas Karang Intan Kukuhkan Satops Patnal

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kalapas Karang Intan kukuhkan Satops Patnal di lingkungan Lapas Karang Intan, Senin (1/3/2021). Foto: lapas karang intan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Ka Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Wahyu Susetyo, mengukuhkan Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal) pada Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Senin (1/4/2021). Satops Patnal dibentuk guna pencegahan dan penindakan potensi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib), serta perbaikan seluruh aspek pelaksanaan tugas pemasyarakatan, fungsi pembinaan petugas dan peningkatan layanan.

Tim Satops Patnal ini nantinya bertugas merencanakan dan melaksanakan pengendalian gangguan kamtib dan potensi lainnya, untuk kemudian melaporkan kepada pimpinan guna tindaklanjut pencegahan.

Tidak hanya itu, tim ini juga berwenang menindak atas penyalahgunaan wewenang maupun pelanggaran yang dilakukan oleh petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.

Wahyu Susetyo berpesan, agar seluruh petugas Lapas Karang Intan disiplin dalam menjalankan tugas dan selalu menjaga integritas, serta Satops Patnal berperan sebagai pengawas atas aktifitas yang terjadi di Lapas Karang Intan.



 

“Jaga selalu disiplin dan integritas dalam bekerja, karena dua hal tersebut sangat penting dalam setiap pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, juga Satops Patnal mempunyai kemampuan sebagai kontrol atas segala aktifitas yang terjadi di Lapas Karang Intan, khusus nya yang berhubungan disiplin dan integritas petugas,” tegasnya.

Lebih lanjut orang nomor satu di Lapas Karang Intan ini berpesan, kepada seluruh petugas untuk selalu bekerja sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh pimpinan, yakni Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Saya meminta, kepada seluruh petugas Lapas Karang Intan untuk mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan khusus nya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, juga bagi pejabat struktual, agar tidak pernah bosan menegur dan mengingatkan bawahannya untuk bekerja sesuai dengan peraturan yang sudah ada, sehingga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sesuai prosedur dan berlaku sama,” lanjutnya.

Kegiatan pengukuhan Satops Patnal Lapas Karang Intan berlangsung dengan tertib dan lancar, serta dengan dikukuhkannya tim ini diharapkan dapat memberikan perbaikan layanan bagi masyarakat pengguna layanan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan.

Selain pengukuhan tim Satops Patnal, giat hari ini juga bertepatan dengan purna tugas seorang pegawai Lapas Karang Intan, Muhammad Riyani dengan masa bakti selama 34 tahun dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Subsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Bimker Lohasker), serta mutasi tugas seorang pegawai ke Rutan Kelas IIB Purwodadi, Sudarminto. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->